Namanya saja MD - Doctor of Medicine - yg dicapai melalui pendidikan, sudah menunjukkan jenjang doctorate-nya. Kalau anda merasa gelar doctor yg diberikan itu tidak pantas ya silahkan saja protes pada perguruan tinggi yang memberi gelar itu. Kemukakan alasannya kenapa? Jenjang pendidikan dokter Indonesia memang hanya S1, hal ini suatu kenyataan. Mau bilang bagaimanapun kenyataannya begitu. Dalam jenjang pendidikan juga masih kalah dengan Physician Assistan di US yg membutuhkan master degree (S2).
Kalau anda menyamakan seseorang yg sekolah-nya lama sekali sampai 9-10 th misalnya (padahal seharusnya hanya 4-5 th) karena nggak lulus2 itu lain cerita, itu gobloknya sendiri kok gak lulus2. Tentang kwalitas saya tidak bilang apa2 dan saya tidak pernah membandingkan. Sebaliknya ini kali kedua anda memandang rendah kwalitas dokter Indonesia. Dibawah ini jenjang pendidikan yg harus ditempuh: Indonesia: SMA -> Sarjana Kedokteran (S1) 4/5 th-> Internship 1 th USA: SMA -> Bachelor of Pre-Med (S1) 4/5 th -> Doctor of Medicine 4/5 th -> Internship/Residency 3 th ---In [email protected], <nesare1@...> wrote : Ayo sebut gimana jenjang doctorate seorang MD! Gobloknya gak ketulungan koq bisa2nya ngomong dokter diindonesia = S1. Oh jadi dengan 4 tahun sekolah, seseorang bisa jadi dokter di Indonesia ya?! Goblok nya minta ampun!!!! Oh jadi oncologist lulusan Indonesia yang sekolahnya lebih pendek pasti kalah donk sama oncologist lulusan negara ente ya?! Kenapa banyak spesialis Indonesia yg bisa kerja dinegara ente? Kenapa banyak dokter Indonesia bisa memaparkan paper nya didunia internasional? Ente jelas sekali menyepelekan lulusan dokter Indonesia. Ente jelas sekali mengatakan dokter lulusan Indonesia kwalitas nya jelek krn jenjang sekolahnya yang pendek. Hehehehehehe….sudah dari dulu ane tahu apa yang ada diotak ente, makanya ane tulis “sekolah kedokteran diindonesia gak lulus2”. Jelas sekali ente gak ngerti! Karena sombong, kata2 ane diplintir utk menghina ane yang tidak lulus sekolahnya. Aduhhhh jangan sombong baru lulus bachelor dan tinggal dinegara hebat mau menghina negara orang lain…..jangaaannnnnn!!! apalagi dengan kedok humanisme, demokrasi dll. Seperti begini orang humanis, democrat dan pembela rakyat kecil……huyyyyyyyy hanya mempertontonkan kesombongan saja!!!! sekarang kan sudah kelihatannya sifat imperialisme nya kan?! hehehehehe demokrasi nya harus negara ente yang jadi bos nih yeahhhh!!! Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Thursday, January 11, 2018 11:27 AM To: Gelora45 <[email protected]>; kh djie <djiekh@...> Subject: Re: [GELORA45] Diperkirakan 10.000 Orang Tewas di Pembantaian Tiananmen, Tiongkok Apakah mungkin pendidikan kedokteran di Indonesia itu mengikuti sistem Belanda? saya kurang begitu jelas. Makanya di Indonesia ada pembedaan panggilan "dokter" dengan "doktor" yg beda e dan o. Pembedaan itupun setelah pendidikan doktoral jadi umum dikenal di Indonesia sehingga dokter yg hanya S1 panggilannya dibedakan. Di Amerika tidak ada istilah "dokter" adanya Doctor of Medicine yang sekolahnya merupakan jenjang doctorate, harus bachelor (drs) dulu baru bisa masuk medical school jadi MD. Di Amerika untuk jadi Physician Assistant saja jenjang pendidikannya master degree (S2) yg masih lebih tinggi dibandingkan dokter di Indonesia yg cuman S1. Teman sekantor saya dulu MBBS dari India yg kemudian ngambil MBA di Amerika, MBBS yg merupakan dokter di India hanya setara dengan bachelor. Disini kelihatannya sistem India mirip dengan Indonesia. On Thursday, January 11, 2018, 8:06:01 AM PST, kh djie <djiekh@... mailto:djiekh@...> wrote: Kalau di negeri Belanda, orang yang lulus basis dokter atau lulusan kedokteran gigi, titelnya Drs., meskipun patient panggil dia dokter Kalau specialisatie : huisarts, longarts, cardioloog dll. Patient panggil dia dokter. Ada yang ambil doktor dulu lewat promotie dan baru ambil spesialisasi, sambil menunggu dapat tempat untuk spesialisasi. Ada juga yang setelah spesialisasi masih mau ambil gelar doktor, ya harus promotie dulu dengan bikin dissertasi. 2018-01-11 16:42 GMT+01:00 Jonathan Goeij jonathangoeij@... mailto:jonathangoeij@... [GELORA45] <[email protected] mailto:[email protected]>: dokter dan doktor yg anda tulis itu untuk Indonesia yg sekolah kedokteran hanya S1. kalau kemudian anda sekolahnya lama gak lulus2 itu gobloknya sendiri. ---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... mailto:nesare1@...> wrote : Jonathan: Memangnya kapan saya bilang "Doctor = Phd"? yang bilang itu anda. Nesare: jadi doctor bukan phd? Jadi apa bedanya doctor dan phd? Jonathan: Beda sekali antara yang saya katakan "PhD sudah tentu bisa disebut doctor, doctorate, ataupun doctoral" dengan generalisasi anda "Doctor = Phd".
