Premed itu bachelor degree. 3 tahun itu luar biasa cepatnya. Jarang ada 
diconventional school. anak temen perlu 4 tahun di cornell medical school. 
natalan barusan dia kasih tahu anak ceweknya sudah diterima dimedical school. 
total pre med nya 4 tahun.

 

Kalau di program postbac yg lagi digalakkan premed school dipercepat. Postbac 
itu buat mereka yang waktu SMA gak pernah ambil science ygn menjadi requirement 
utk medical school atau juga buat mereka in accelerated track krn sudah pernah 
ambil science tetapi angka rapot nya kurang bagus dll alasan. Distate/public 
university malah bisa 1 tahun saja utk premed ini. Coba diverifikasi informasi 
ini. tetapi jelas sudah ada universitas yang tidak mengikuti conventional 
system dlm recruitment ke medical school nya. Yang penting adalah kurikulum 
medical school nya tidak terganggu dan harus selalu ada. Mata kuliah/courses 
lain tidak perlu seperti kalau dari music major ya gak banyak gunanya utk 
satisfy medical courses nya. Music major ini sangat dihargai utk masuk medical 
school krn orang yg belajar music itu kalem dan tenang shg bagus utk dasar 
sebelum menjadi seorang dokter.

https://forums.studentdoctor.net/threads/post-bacc-faq.114425/

 

Bener medical school nya rata2 memang 4 tahun sebelum residency.

 

Lama residency itu macem2 tergantung spesialisasinya.

Bener family practice/dokter keluarga itu  3 tahun. Surgeon itu bisa 5 tahun 
atau lebih.

 

Perbandingan lama Pendidikan 10 tahun di usa vs 6 tahun di Indonesia itu tidak 
mengunjukkan kurikulumnya. Itu hanya lama.

Kenapa lama? Ya jelas kalau di usa harus lewat bachelor dulu atau premed dulu. 
Indonesia tidak langsung dari SMA. Tetapi bukan berarti kurikulum mata 
kuliah/coursesnya jadi berkurang. Bukan lama waktu utk jadi seorang dokter. 
Kalau mau ngomong lama, dulu jadi dokter diindonesia itu terkenal lama. Itu 
subjektif bisa krn dosennya tidak becus, dosennya melihat mhsw nya belum siap 
jadi dokter dll. Sekarang banyak berubah krn sudah mengikuti system sks. Tetapi 
jelas courses/mata kuliah medicalnya tetap dan ini diseluruh dunia bukan 
Indonesia saja.

 

Jadi kalau mau menyepelehkan kwalitas dokter Indonesia atau dinegara lain 
dengan alasan lama belajar itu salah kaprah.

 

Coba cek ELAM sekolah kedokteran di cuba. Ada mhsw dari usa belajar kesana. 
http://medicc.org/ns/documents/ELAM-FAQs.pdf

6 tahun/12 semester gratis lagi dan bisa dimulai dari SMA dan internshipnya 
hanya 1 tahun.

 

Rata2 dengan 2 tahun itu cukup utk belajar fundamental of medicine. Yang lain2 
itu hanyalah tambahan2 saja. requirement seperti internship itu yang penting 
krn disinilah seorang dokter itu belajar menjadi seorang dokter beneran setelah 
melewati praktek/internship.

 

Lama belajar itu adalah system belajar belajarnya. Setiap negara punya 
kepentingan dalam menjaga healthcare systemnya. Tetapi lama belajar ini tidak 
menjamin mencetak dokter yg lebih baik. Ini beda. Healthcare system di usa itu 
kompleks krn ada providers, insurance companies dll. Dinegara berkembang dan 
miskin tidak begitu. Jadi fokusnya hanya mencetak dokter tanpa harus mikirin 
provision and disbursement yg merupakan 1 course di medical school misalnya. 
Ngapain negara miskin dan berkembang perlu ada course/mata kuliah provision and 
disrbursement ini kalau negaranya tidak ada healthcare insurance dan PPO, HMO 
dll yg = providers dll.

 

Jadi coba lihat gambar luasnya.

Jangan ambil kesimpulan semakin lama Pendidikan medical school semakin jago 
kwalitas dokternya.

Ini pendapatnya sigoblok jonathan. Seharusnya kalau dia tahu “dulu orang jadi 
dokter lama sekali bisa 12 – 15 tahunan”, dia kan harusnya bilang dokter 
Indonesia hebat2 donk?! Kenapa sekarang menghebat2kan medical school di usa 
yang kurikulumnya lebih lama?

Masalahnya sigoblok itu gak ngerti jadi dokter diindonesia dan maunya dia hanya 
menghina orang Indonesia saja.

 

Nesare

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Saturday, January 13, 2018 10:10 PM
To: [email protected]
Subject: PENDIDIKAN DOKTER <== Re: [GELORA45] Diperkirakan 10.000 Orang Tewas 
di Pembantaian Tiananmen, Tiongkok

 

  

Pendidikan dokter umum di AS dan Kanada:

1) Premed                                 3 tahun

2) Medical School 4 tahun

3) Residency (for Family Physician) 3 tahun (1 tahun Internship telah dihapus 
dan diganti dgn. Residency lebih dari 30 tahun yg. lalu karena 1 tahun 
Internship dianggap tidak cukup utk. pendidikan dokter umum)

 

Total pendidikan: 10 tahun

 

Pendidikan dokter umum di  Indonesia (saja baru dapat konformasai ttg. 
pendidikan ini dari dokter dari Fakultas Kedokteran UI di Jakata):

1) Fakultas Kedokteran 5 tahun

2) Intership 1 tahun

 

Total pendidikan: 6 tahun

 

Jadi pendidikan dokter di North Amerika dan Indonesia berbeda sekali dimana 
pendidikan dokter umum di North America 4 tahun lebih lama daripada di 
Indonesia. Juga pendidikan kedokteran di Eropa telah berubah, misalnya, 
pendidikan utk. dokter umum-nya (Allgemeinarzt) di Jerman telah berubah lama 
pendidikannya.

 

Saya jadi ingat kawan sejawat, dr. Kartono Mohammad, (mantan Ketua IDI) yg. 
mengatakan bahwa dokter umum di Indonesia adalah dokter "batuk-pilek". Tentunya 
karena sistem pendidikannya yg. tidak berubah banyak sejak dari 30-40 tahun yg. 
lalu. 

 

Kenapa tidak sedikit pasien Indonesia (yg. berduit) pergi utk. berobat atau 
check-up di Penang, Singapur atau negara lain? Pasti mereka mempunyai alasan 
utk. berobat atau check-up di Luar Negeri. Ini pernah di kritik oleh Pemerintah 
Indonesia. Tetapi anehnya malahan ada pejabat Indonesia yg. pergi AS, hanya 
utk. medical check-up saja. Saya bisa mengerti, kalau ada pasien dari 
Indonesia, berobat ke AS utk. prosedur yg. sulit atau yg. memerlukan alat atau 
keahlian yg. canggih (seperti Robotic Surgery dll).

 

BH Jo



Kirim email ke