Program bachelor termasuk pre-med itu 4 th, ada yg selesai lebih singkat ada yg lebih tergantung masing2.
Anak teman saya selesai BS cuman 2.5 th setelah itu melanjutkan ke PharmD, berapa lama study itu tergantung banyaknya unit yg diambil dan juga bisa dgn mengambil Summer semester/quarter daripada leha2 lebih baik selesai lebih cepat. 3 th residency itu yg paling singkat. ---In [email protected], <nesare1@...> wrote : Medical school dipatok2 kaya’ gini inikan pendapat orang luar yg gak ngerti kedokteran saja! Orang gila kan yg bilang pre med harus 4 tahun bukan 3 tahun. Kan orang gila yg bisa nulis begini: Total pendidikan 11 th, yg terdiri 8 th pendidikan akademis dan 3 th residency. Residency saja bervariasi tergantung spesialisasinya. Koq bisa dipatok 3 tahun residency. Goblok ndak?!! Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Sunday, January 14, 2018 12:22 AM To: [email protected] Subject: Re: PENDIDIKAN DOKTER <== Re: [GELORA45] Diperkirakan 10.000 Orang Tewas di Pembantaian Tiananmen, Tiongkok Keterangan yang tepat sekali diberikan seorang MD, sedikit koreksi mungkin dibawah salah ketik, BS/BA in Pre-Med seperti umumnya BS/BA yg lain membutuhkan waktu normal 4 th (bukan 3th seperti dibawah). Total pendidikan 11 th, yg terdiri 8 th pendidikan akademis dan 3 th residency. ---In [email protected] mailto:[email protected], <bhjo@... mailto:bhjo@...> wrote : Pendidikan dokter umum di AS dan Kanada: 1) Premed 3 tahun 2) Medical School 4 tahun 3) Residency (for Family Physician) 3 tahun (1 tahun Internship telah dihapus dan diganti dgn. Residency lebih dari 30 tahun yg. lalu karena 1 tahun Internship dianggap tidak cukup utk. pendidikan dokter umum) Total pendidikan: 10 tahun Pendidikan dokter umum di Indonesia (saja baru dapat konformasai ttg. pendidikan ini dari dokter dari Fakultas Kedokteran UI di Jakata): 1) Fakultas Kedokteran 5 tahun 2) Intership 1 tahun Total pendidikan: 6 tahun Jadi pendidikan dokter di North Amerika dan Indonesia berbeda sekali dimana pendidikan dokter umum di North America 4 tahun lebih lama daripada di Indonesia. Juga pendidikan kedokteran di Eropa telah berubah, misalnya, pendidikan utk. dokter umum-nya (Allgemeinarzt) di Jerman telah berubah lama pendidikannya. Saya jadi ingat kawan sejawat, dr. Kartono Mohammad, (mantan Ketua IDI) yg. mengatakan bahwa dokter umum di Indonesia adalah dokter "batuk-pilek". Tentunya karena sistem pendidikannya yg. tidak berubah banyak sejak dari 30-40 tahun yg. lalu. Kenapa tidak sedikit pasien Indonesia (yg. berduit) pergi utk. berobat atau check-up di Penang, Singapur atau negara lain? Pasti mereka mempunyai alasan utk. berobat atau check-up di Luar Negeri. Ini pernah di kritik oleh Pemerintah Indonesia. Tetapi anehnya malahan ada pejabat Indonesia yg. pergi AS, hanya utk. medical check-up saja. Saya bisa mengerti, kalau ada pasien dari Indonesia, berobat ke AS utk. prosedur yg. sulit atau yg. memerlukan alat atau keahlian yg. canggih (seperti Robotic Surgery dll). BH Jo
