1. Bukan minyak sintetis. Apa ada orang bikin minyak sintetis, dari bahan
apa, dengan proses apa ?
    Kemungkinan besar yang dipakai minyak kelapa sawit, yang harganya murah..
    Pabrik besar dan bonafide tidak berani main2 pakai bahan yang
membahayakan kesehatan. Dendanya
    bisa besar sekali dan namanya rusak, tidak bisa bangkit kembali.
    Pelever bahan2 mentah harus menggaransi bahwa semuanya itu memenuhi
persyaratan kesehatan.
     Di samping itu pabrik sendiri masih mencheck tiap batch yang masuk
secara kimia, organoleptik ( dirasakan)
    dan secara microbiologi.
2. Di Eropa, penggunaan kecap hasil hydrolisa ampas kedelai dengan asam HCL
pada temperatur tinggi,
    yang minyaknya sudah diambil dengan cara extraksi dengan Hexaan,
dilarang. Ini karena adanya sisa minyak
    dalam jumlah sedikit yang bereaksi dengan HCl di temperatuur tinggi
jadi mono dan dichloor propanol,
    yang dianggap kanker verwekkend ( penimbul kanker). Jadi yang dipakai
sekarang balik ke kecap hasil
    fermentasi kedelai. Jadi tidak heran kalau Unilever beli perusahaan
kecap fermentasi di Shanghai dan Heinz
    beli perusahaan fermentate di Indonesia.
3. MSG dan Ribotiden yang kira2 30 kali lebih kuat dari MSG adalah hasil
fermentasi melasse dengan bakteri
    berbeda. Sekarang juga hydrolysat dari jamur dipakai.
4. MSG dalam jumlah besar dikatakan menyebabkan "Chinese restaurant
syndrome", bisa pusing2 sedikit ?
    Kalau orang sedang sakit jicht, jangan makan sup dll. yang mengandung
Ribotiden. Juga tahu, tempe,
    jerohan, krupuk mlinjo ( umumnya kacang2an yang tergantung). Tetapi ada
juga yang tidak tahan makan
    kacang tanah. Mengapa ? Karena kacangan tergantung,mengandung furan,
yang oleh badan diubah jadi
    asam urat (ureic acid), yang menyebabkan terbentuknya kristal di
persendian, bikin orang kesakitan.
5. Tidak tahu, dinas mana di Indonesi yang harus mengawasi dan mencheck
produk2.
Salam,
KH

2018-01-22 4:48 GMT+01:00 Karma, I Nengah [PT. BI-POS] <[email protected]
>:

> Apa benar minyak dalam mie instan penyebab kanker karena minyak ini
> sintetis.
>
> Apa benar juga bumbu mie instan penyebab kanker, karena bumbunya dibuat
> dari zat kimia.
>
>
>
> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]]
> *Sent:* Monday, January 22, 2018 10:44 AM
> *Subject:* [**EXTERNAL**] [GELORA45] Instant mie
>
>
>
>
>
>  Katanya, Instant Mie tidak sehat. Hoe vind je dat ?
>
> Hallo E H,
>
> Ini pernah saya jelaskan beberapa tahun yang lalu.
>
> Salah satu penyebabnya karena orang salah kaprah.
>
> Ada yang pakai minyak, mengandung stearic acid antara lain.
>
> Orang salah kaprah dengan stearine = lilin.
>
> Lalu orang bilang mie tidak sehat, pakai lilin.
>
> Terus ditambahi alasannya karena supaya pengepressannya
>
> gampang, diberi lilin.
>
> Lalu ada lagi kejadian Indomie dilarang di Taiwan.
>
> yang dilarang itu bukan Indomie legal, yang dibuat dengan aturan
>
> Waren Wet Taiwan, tetapi Indomie illegal dari Indonesia yang
>
> murah, yang menurut hukum makanan Indonesia, pakai Na-benzoat
>
> dan asam benzoat dalam jumlah tertentu diijinkan, sedangkan di
>
> Taiwan dilarang. Yang diexport legal ke Taiwan, memenuhi hukum
>
> Taiwan, tidak mengandung benzoat.
>
> https://produkjelek.wordpress..com/2010/10/12/indomie-
> dilarang-beredar-di-taiwan-karena-mengandung-bahan-
> pengawet-untuk-kosmetik/
> <https://produkjelek.wordpress.com/2010/10/12/indomie-dilarang-beredar-di-taiwan-karena-mengandung-bahan-pengawet-untuk-kosmetik/>
>
> Sebenarnya gampang saja . Seandainya instant mie tidak sehat,
>
> kok boleh di Singapore, Taiwan, Jepang, Amerika, Eropa yang
>
> aturannya keras sekali ?
>
> Dulu di perusahaan, bikin poeder untuk potato chips. Supaya
>
> poeder yang mengandung minyak tidak menggumpal, ditambahi
>
> SiO2 poeder. Kadarnya mesti hati2, tiap negeri aturannya lain,
>
> meskipun kebanyakan bolehnya max. 2 %
>
> Kami pernah dapat probleem besar waktu export poeder ke Saudi
>
> Arabia. Semua poeder menggumpal. Setelah diselidiki, ternyata
>
> doos 25 kg isi poeder itu mereka taruh di luar. Waktu siang hari
>
> kepanasan, air yang ada dalam poeder dalam jumlah kecil, menguap
>
> tetapi terkurung di kantong plastik dari poeder. Waktu malam hari
>
> yang dingin sekali, terkondensasi, poedernya menggumpal.
>
> Ya, waktu itu kami heran sekali mendapat fax dari Saudi Arabia kok
>
> terjadi penggumpalan, sedangkan puluhan tahun ke israel tidak
>
> pernah ada probleem.
>
> Salam,
>
> KH
>
> 
>

Kirim email ke