https://www.antaranews.com/berita/679688/ipb-rekomendasikan-evaluasi-
pola-tanam-tanpa-jeda
IPB rekomendasikan evaluasi
pola tanam tanpa jeda
Senin, 22 Januari 2018 23:10 WIB
Ilustrasi: Petani menyemprotkan cairan pestisida di sawah tadah hujan di
Kawengen, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Aditya
Pradana Put)
Bogor (ANTARA News) - Direktorat Kajian Strategis Kebijakan Pertanian
(KSKP) IPB merekomendasikan untuk mengevaluasi pola tanam tanpa jeda,
3-4 kali setahun yang dilakukan petani sebagai satu strategi jangka
menengah dalam mengatasi persoalan perberasan nasional yang mengalami
polemik setiap tahunnya.
"Pola tanam yang nyaris terus menerus tanpa jeda 3-4 kali setahun akan
memberikan tekanan pada lingkungan, juga membuka peluang munculnya hama
dan penyakit tanaman," kata Direktur KSKP IPB Prof Dodik Ridho
Nurrochmat, kepada media di Kota Bogor, Jawa Barat, Senin.
Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan tim IPB tahun 2017, ada sekitar
30 kabupaten di pulau Bali, Jawa, Lampung dan Sumatera Selatan yang
terserang wereng coklat dan virus kerdil hampa.
Menurutnya, jika pola tanam tanpa jeda ini tidak dievaluasi,
diperkirakan akan terjadi serangan hama dan penyakit pada areal
persawahan yang lebih luas sehingga mengancam ketahanan pangan nasional.
"Kebijakan pemerintah yang terus mendorong petani menanam padi terus
menerus akan menjadi jembatan bagi hama penyakit untuk menyerang
tanaman," katanya.
Pola tanam tanpa jeda 3-4 kali dalam setahun membuka peluang munculnya
hama penyakit. Tapi jika pola tanam tanpa jeda dievaluasi akan
memberikan dampak luas.
"Kalau tidak persoalan hama dan penyakit akan terjadi terus menerus,"
katanya.
Dodik menambahkan kebijakan pola tanam yang terus menerus tanpa jeda ini
ditujukan supaya bisa memproduksi lebih banyak beras, mewujudkan
swasembada beras.
Oleh karena itu perlu juga direkomendasikan untuk menurunkan secara
bertahap swasembadaya atau target produksi beras dalam negeri mendekati
angka yang lebih realistis.
Sementara itu Kasubdit Bidang Proteksi Tanaman KSKP IPB Dr Abjad Asih
Nawangsih menambahkan pola tanam yang terus menerus tanpa jeda akan
memberikan kesempatan kepada patogen atau hama untuk berkamulasi di
lapangan.
Misalnya hama yang tadinya hanya 10, kemudian mendapat makan bertambah
menjadi 20. Dari 20 dapat makan lagi, akan terus bertambah, karena di
lapangan makanan terus tersedia.
"Lain halnya kalau misalnya ada jeda waktu tanam, jeraminya di
kembalikan, atau ditanami dengan tanaman yang lainnya padi atau kedelai,
patogen-patogen padi akan terhambat pertumbuhannya.
Pewarta: Laily Rahmawati
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018