Cerita dibawah mengindikasikan Kerajaan Johor, artinya Malaysia.Wah tambah rumet. --- Siapa Penguni Pertama di Kepulauan Natuna? Ini Ceritanya
| | | | | | | | | | | Netralnews.com - Siapa Penguni Pertama di Kepulauan Natuna? Ini Ceritanya Netralnews.Com Kisah legenda Demang Megat yang disebut-sebut sebagai penghuni pertama Pulau Natuna Besar. | | | Selasa, 16 Januari 2018 | 12:03 WIB BintangtimurPeta Kepulauan Natuna. JAKARTA, NNC - Menelusuri keindahan Nusantara yang tak ada habisnya. Kepulauan Natuna adalah salah satu kepulauan milik Indonesia yang indah alamnya dan kaya sumber dayanya. Kepulauan yang sempat terancam diklaim kepemilikannya oleh Tiongkok ini memiliki keindahan yang belum banyak tereksplorasi. Pertanyaan, siapa atau suku mana yang lebih dulu mendiami Kepulauan Natuna ini? Sejumlah literatur masih sulit dilacak untuk mendapatkan data yang pasti tentang siapa penghuni pertama kepulauan Natuna ini. Menurut legenda, penghuni pertama Pulau Natuna Besar adalah Demang Megat. Alkisah, ada seorang anak yang terbawa hanyut sebatang kayu. Anak itu, menurut kisah, berasal dari Siam (Thailand). Kala itu pulau tersebut belum bernama. Air laut yang menghanyutkan kayu itu kemudian mendamparkannya di sebuah pulau. Entah atas kekuatan dari mana, tiba-tiba anak itu berubah besar dan berbulu. Dialah yang kemudian disebut Demang Megat yang juga memiliki kekuatan dan kesaktian. Demang Megat, yang menjadi penghuni pertama Pulau Natuna Besaritu, kemudian menikah dengan seorang putri Kerajaan Johor bernama Engku Fatimah. Kala itu Engku Fatimah sedang berlayar menuju gugusan Kepulauan Natuna dan kemudian mendarat di pantai Pulau Natuna Besar. Di bawah sebuah pohon besar bernama bungur, di tempat itulah Engku Fatimah bertemu dengan Demang Megat. Karena saling terpikat, mereka kemudian menikah dan tinggal di pulau itu. Dari nama pohon tempat pertemuan antara Engku Fatimah dan Demang Megat itulah tanah atau pulau itu kemudian disebut Bunguran. Pernikahan itu berjalan langgeng dan menjadi berkah bagi Engku Fatimah. Sebelumnya, Engku Fatimah telah 40 kali menikah, tetapi tak berapa lama setelah menikah suaminya selalu meninggal. Hanya bersama Demang Megat, pernikahan Engku Fatimah bisa langgeng. Oleh Kerajaan Johor, Demang Megat kemudian digelari Datuk Kaya. Gelar itu diberikan untuk yang pertama kalinya dan merupakan gelar tertinggi. Natuna pun semakin menjadi makin kaya. Tidak hanya karena sumber daya alam yang dimilikinya dan segala potensi kelautan yang menjadi anugerahnya, tetapi juga kekayaan latar belakang warga yang mendiaminya. Reporter : Thomas KotenEditor : Y.C Kurniantoro
