----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Jonathan Goeij
[email protected] [GELORA45] <[email protected]>Kepada:
Yahoogroups <[email protected]>Terkirim: Senin, 22 Januari 2018 21.50.19
GMT+1Judul: [GELORA45] Siapa Penguni Pertama di Kepulauan Natuna? Ini Ceritanya
Cerita dibawah mengindikasikan Kerajaan Johor, artinya Malaysia.Wah tambah
rumet.
---
Siapa Penguni Pertama di Kepulauan Natuna? Ini Ceritanya
|
|
|
| | |
|
|
|
| |
Netralnews.com - Siapa Penguni Pertama di Kepulauan Natuna? Ini Ceritanya
Netralnews.Com
Kisah legenda Demang Megat yang disebut-sebut sebagai penghuni pertama Pulau
Natuna Besar.
|
|
|
Selasa, 16 Januari 2018 | 12:03 WIB
BintangtimurPeta Kepulauan Natuna.
JAKARTA, NNC - Menelusuri keindahan Nusantara yang tak ada habisnya. Kepulauan
Natuna adalah salah satu kepulauan milik Indonesia yang indah alamnya dan kaya
sumber dayanya. Kepulauan yang sempat terancam diklaim kepemilikannya oleh
Tiongkok ini memiliki keindahan yang belum banyak tereksplorasi.
Pertanyaan, siapa atau suku mana yang lebih dulu mendiami Kepulauan Natuna ini?
Sejumlah literatur masih sulit dilacak untuk mendapatkan data yang pasti
tentang siapa penghuni pertama kepulauan Natuna ini.
Menurut legenda, penghuni pertama Pulau Natuna Besar adalah Demang Megat.
Alkisah, ada seorang anak yang terbawa hanyut sebatang kayu. Anak itu, menurut
kisah, berasal dari Siam (Thailand). Kala itu pulau tersebut belum bernama.
Air laut yang menghanyutkan kayu itu kemudian mendamparkannya di sebuah pulau.
Entah atas kekuatan dari mana, tiba-tiba anak itu berubah besar dan berbulu.
Dialah yang kemudian disebut Demang Megat yang juga memiliki kekuatan dan
kesaktian.
Demang Megat, yang menjadi penghuni pertama Pulau Natuna Besaritu, kemudian
menikah dengan seorang putri Kerajaan Johor bernama Engku Fatimah. Kala itu
Engku Fatimah sedang berlayar menuju gugusan Kepulauan Natuna dan kemudian
mendarat di pantai Pulau Natuna Besar.
Di bawah sebuah pohon besar bernama bungur, di tempat itulah Engku Fatimah
bertemu dengan Demang Megat. Karena saling terpikat, mereka kemudian menikah
dan tinggal di pulau itu.
Dari nama pohon tempat pertemuan antara Engku Fatimah dan Demang Megat itulah
tanah atau pulau itu kemudian disebut Bunguran. Pernikahan itu berjalan
langgeng dan menjadi berkah bagi Engku Fatimah.
Sebelumnya, Engku Fatimah telah 40 kali menikah, tetapi tak berapa lama setelah
menikah suaminya selalu meninggal. Hanya bersama Demang Megat, pernikahan Engku
Fatimah bisa langgeng. Oleh Kerajaan Johor, Demang Megat kemudian digelari
Datuk Kaya. Gelar itu diberikan untuk yang pertama kalinya dan merupakan gelar
tertinggi.
Natuna pun semakin menjadi makin kaya. Tidak hanya karena sumber daya alam yang
dimilikinya dan segala potensi kelautan yang menjadi anugerahnya, tetapi juga
kekayaan latar belakang warga yang mendiaminya.
Reporter : Thomas KotenEditor : Y.C Kurniantoro