Tiongkok mengakui Natuna milik Indonesia :
https://international.sindonews.com/read/1094629/40/setelah-diprotes-keras-china-akui-natuna-milik-indonesia-1458552774
Mestinya perlu diperjelas batas perairannya yang masih termasuk Indonesia .
Dan di luar itu termasuk Tiongkok atau masih termasuk perairan yang
dituntut berbagai
pihak ?

2018-01-22 21:58 GMT+01:00 Jonathan Goeij [email protected]
[GELORA45] <[email protected]>:

>
>
>
> Ini alasan China rebutan Natuna dengan Indonesia
> <https://www.merdeka.com/dunia/ini-alasan-china-rebutan-natuna-dengan-indonesia.html>
>
> Ini alasan China rebutan Natuna dengan Indonesia | merdeka.com
>
> Ardyan Mohamad
>
> Klaim 1947 sebut 90 persen Laut China Selatan wilayah RRC. Ada juga isu
> warga Natuna minta dukungan Deng Xiaoping
>
> <https://www.merdeka.com/dunia/ini-alasan-china-rebutan-natuna-dengan-indonesia.html>
>
>
>
>
> Rabu, 25 Maret 2015 08:19Reporter : Ardyan Mohamad
> <https://www.merdeka.com/reporter/ardyan-mohamad/>
>
> Kepulauan Natuna. ©REUTERS/Tim Wimborne
>
> *Merdeka.com - *Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau yang terletak
> di tengah Laut China Selatan menjadi sumber konflik kedaulatan Republik
> Indonesia. Isu tersebut muncul setelah awal pekan ini Presiden *Joko
> Widodo <https://www.merdeka.com/joko-widodo/>* mengkritik peta Republik
> Rakyat China yang memasukkan daerah kaya gas alam itu dalam wilayahnya.
>
> Natuna terdiri dari tujuh pulau, dengan Ibu Kota di Ranai. Pada 1597,
> kepulauan Natuna sebetulnya masuk dalam wilayah Kerajaan Pattani dan
> Kerajaan Johor di Malaysia.
>
> Namun pada abad 19, Kesultanan Riau menjadi penguasa pulau yang berada di
> jalur strategis pelayaran internasional tersebut.
>
> Setelah Indonesia merdeka, delegasi dari Riau ikut menyerahkan kedaulatan
> pada republik yang berpusat di Jawa. Pada 18 Mei 1956, Indonesia resmi
> mendaftarkan kepulauan itu sebagai wilayahnya ke PBB.
>
> Sempat ada kajian dari akademisi Malaysia, bahwa Natuna secara sah
> seharusnya milik Negeri Jiran. Namun, untuk menghindari konflik lebih
> panjang setelah era konfrontasi pada 1962-1966, maka Malaysia tidak
> menggugat status Natuna.
>
> Lepas dari klaim sejarah tersebut, Indonesia sudah membangun pelbagai
> infrastruktur di kepulauan seluas 3.420 kilometer persegi ini. Etnis Melayu
> jadi penduduk mayoritas, mencapai 85 persen, disusul Jawa 6,34 persen, lalu
> Tionghoa 2,52 persen.
>
> Jurnal the Diplomat pada 2 Oktober 2014 sudah meramalkan konflik terbuka
> antara China-Indonesia akan muncul cepat atau lambat.
>
> Analis politik Victor Robert Lee mengatakan, Natuna pada awal abad 20
> cukup banyak dihuni warga Tionghoa. Namun, seiring waktu, terutama setelah
> dikuasai resmi oleh Indonesia, warga Melayu dan Jawa jadi dominan.
>
> Victor mengaku punya bukti, bahwa ada permintaan resmi warga keturunan
> Tionghoa di Natuna agar RRC menganeksasi pulau itu.
>
> "Setelah konfrontasi Malaysia-Indonesia, disusul sentimen anti-Tionghoa di
> kawasan itu, jumlah warga keturunan China di Natuna turun dari kisaran
> 5.000-6.000 menjadi tinggal 1.000 orang," tulisnya.
>
> Muncul selentingan, warga Tionghoa yang masih bertahan menghubungi
> Presiden China Deng Xiaoping pada dekade 80-an. "Ada permintaan kepada Deng
> agar China mendukung *[ard]*
>
>
> *Merdeka.com - *kemerdekaan wilayah Natuna yang dihuni mayoritas
> Tionghoa, atau paling tidak memasukkan kepulauan itu di wilayah
> administrasi China," kata Victor.
>
> Negosiasi ini tidak bisa dibuktikan sampai sekarang. Yang jelas, China
> secara sepihak pada 2009 menggambar sembilan titik ditarik dari Pulau
> Spratly di tengah Laut China Selatan, lalu diklaim sebagai wilayah Zona
> Ekonomi Eksklusifnya.
>
> Pemerintah Indonesia di era Presiden *Susilo Bambang Yudhoyono
> <https://www.merdeka.com/susilo-bambang-yudhoyono/>* sudah memprotes
> lewat Komisi Landas Kontinen PBB.
>
> Garis putus-putus yang diklaim pembaruan atas peta 1947 itu membuat
> Indonesia berang. Padahal RI sebenarnya berencana menjadi penengah
> negara-negara yang berkonflik akibat Laut China Selatan.
>
> Usut punya usut, klaim yang bikin repot enam negara ini dipicu kebijakan
> pemerintahan Partai Kuomintang (kini berkuasa di Taiwan). Mazhab politik
> Kuomintang menafsirkan wilayah China mencapai 90 persen Laut China Selatan.
>
> China sejauh ini telah bersengketa sengit dengan Vietnam dan Filipina
> akibat klaim mereka di Kepulauan Spratly. Lima tahun terakhir, PBB belum
> bersikap atas protes dari pemerintah Indonesia. China juga tidak pernah
> menyinggung isu itu, sehingga hubungan Beijing- *Jakarta
> <http://www.merdeka.com/tag/j/jakarta/>* relatif adem ayem.
>
> Tapi, sejak jauh-jauh hari TNI sudah menyadari potensi konflik melibatkan
> Natuna. Lebih dari 20 ribu personil TNI dikerahkan menjaga perairan dengan
> cadangan gas terbesar di Asia mulai 1996.
>
> Setelah berkuasa, Presiden Jokowi hendak menegaskan sikap terhadap Natuna,
> lebih keras dari sikap SBY.
>
> "Sembilan titik garis yang selama ini diklaim Tiongkok dan menandakan
> perbatasan maritimnya tidak memiliki dasar hukum internasional apapun,"
> ujarnya saat diwawancarai Koran Yomiuri Shimbun.
>
> Poros Jakarta-Beijing belum akan bergandengan erat sebelum konflik ini
> selesai. *[ard]*
>
> 
>

Kirim email ke