Di Bali saat gerhana bulan orang pada ramai-ramai bunyiin kentongan, kira-kira 
apa masudnya?
Ada mitos yang mengatakan bulan di makan kalerau/kepala raksasa saja tanpa 
badan agar bulan tidak habis maka dibunyikan kentongan.
Apa benar demikian????

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Friday, January 26, 2018 8:44 AM
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Gerhana Bulan Langka Akan Terjadi Pada 31 
Januari



Ibnu Hajar mengatakan, ”Yang sesuai dengan ajaran Nabi shallallahu ’alaihi wa 
sallam adalah mengerjakan shalat gerhana di masjid. Seandainya tidak demikian, 
tentu shalat tersebut lebih tepat dilaksanakan di tanah lapang agar nanti lebih 
mudah melihat berakhirnya gerhana.” (Fathul Bari, 4: 10) 
[https://rumaysho.com/9038-amalan-saat-terjadi-gerhana.html ]

Sumber : https://rumaysho.com/9038-amalan-saat-terjadi-gerhana.html







http://mediaindonesia.com/news/read/142351/gerhana-bulan-langka-akan-terjadi-pada-31-januari/2018-01-25

Gerhana Bulan Langka Akan Terjadi Pada 31 Januari

Kamis, 25 January 2018 17:49 WIB Penulis: RO/Micom

[http://mediaindonesia.com/thumbs/600x400c/news/2018/01/frer.jpg]<http://mediaindonesia.com/files/news/2018/01/frer.jpg>

ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin

GERHANA Bulan total akan berlangsung pada 31 Januari 2018. Peristiwa ini cukup 
langka karena gerhana ini terjadi saat Bulan berada dalam konfigurasi supermoon 
dan bluemoon.

Dijelaskan Kepala LAPAN Thomas Djamalludin, fenomena supermoon terjadi ketika 
saat purnama Bulan berada dalam jarak terdekatnya dengan Bumi sehingga ukuran 
Bulan ini menjadi 14% lebih besar dan 30% lebih terang daripada biasanya. Blue 
moon adalah Bulan purnama yang terjadi dua kali dalam satu bulan kalender.

"Ketiga fenomena yang terjadi pada saat bersamaan, yaitu blue moon, super moon, 
dan gerhana Bulan adalah peristiwa yang cukup langka terjadinya. Hal ini 
disebabkan, peristiwa ini terakhir diamati pada 31 Maret 1866 atau 152 tahun 
yang lalu," ujarnya dalam siaran persnya di Jakarta, hari ini.

Ia menjelaskan, gerhana bulan terjadi ketika saat Bulan purnama Bumi menutupi 
Bulan sehingga Bulan tertutupi oleh bayangan Bumi. Orbit Bulan mengelilingi 
Bumi berbentuk elips sehingga jarak Bumi dengan Bulan selalu berubah, dan saat 
Bulan berada di titik terdekat (perigee) dengan Bumi bertepatan dengan Bulan 
purnama terjadilah supermoon.

Fenomena yang berlangsung pada tanggal 31 Januari 2018 diawali dengan gerhana 
sebagian, diikuti dengan gerhana total, gerhana parsial lagi, dan Bulan 
sepenuhnya terlepas dari bayangan Bumi. Tidak seperti gerhana Matahari yang 
hanya bisa diamati di daerah yang sangat terbatas, gerhana Bulan ini bisa 
diamati dari sebagian besar permukaan Bumi, yaitu dari daerah Amerika Utara, 
Samudera Pasifik, Siberia Timur dan Asia. Namun, gerhana ini tidak akan 
terlihat dari sebagian besar Amerika Selatan dan Afrika.

"Proses gerhana Bulan ini terbagi menjadi beberapa tahap, yaitu tahap gerhana 
parsial, gerhana total, dan gerhana parsial. Proses gerhana berlangsung sekitar 
empat jam," ujar Thomas.

Di daerah Indonesia waktu Indonesia bagian barat tahap-tahap gerhana Bulan ini 
bisa dilihat seperti berikut, Awal gerhana parsial terjadi pada 18:48 WIB, Awal 
gerhana total terjadi pada 19:52 WIB, Puncak gerhana terjadi pada 20:30 WIB, 
Akhir totalitas terjadi pada 21:08 WIB, Akhir gerhana terjadi pada parsial 
22:11 WIB. (OL-7)



Kirim email ke