Satu pernyataan nenek dalam tempurung yang mempertegas dirinya TIDAK MAMPU melihat dengan jernih bahwa tingkat perkembangan masyarakat didunia sekarang ini, BELUM BISA melancarkan REVOLUSI SOSIALIS yang menyasar dan menjadikan kapitalis MUSUH yang harus dibasmi! Tingkat perjuangan didunia sekarang ini, dimanapun kita berada masih HARUS melalui masyarakat KAPITALIS, ... Bersatu dan BERJUANG menghadapi kapitalis dalam KESATUAN dari segi-segi yang bertentangan, dan belum bisa membasmi kapitalis! Dan itulah sebab, Ketua Mao sendiri bisa menerima kehadiran dan bersalaman dengan Pres. Nixon di Beijing tahun 1972 itu. Artinya, bentuk perjuangan yang dijalankan juga berubah sebagaimana perubahan sikap kapitalis/imperialis itu, ... KONTRADIKSI itu tidak mesti selalu diantagoniskan, dibenturkan baku-hantam dan saling BUNUH lagi, tapi BERUBAH menjadi berjuang dalam satuKESATUAN , bersatu dan berjuang untuk merebut KESEMPATAN memperkuat diri sendiri, memperkuat kekuatan RAKYAT! Dan, ... itulah yang terjadi di Tiongkok, dan selama lebih 30 tahun ini membuktikan KEBERHASILAN dalam perjuangan menghadapi kapitalis dalam negeri bahkan juga dalam menghadapi dedengkot kapitalis dunia, AS, ... RRT yang BERHASIL mengalahkan berbagai bentuk usaha AS untuk mencekik mati RRT! RRT bukan melemah bahkan mati tercekik AS, sebaliknya sekarang nampak AS yang terpojok bahkan Trump harus lebih dahulu meengutamakan kepentingan AS sendiri, makin terdesak oleh KEMAJUAN RRT! Hanya kamu saja yang BUTA atau TIDAK BERANI melihat kenyataan objektif ini, ... atau hanya mempercayai propaganda HITAM pihak barat bahkan Falungong saja!
Kamu tidak berhasil melihat bagaimana puluhan-juta petani miskin di DESA-DESA terbelakang berubah menjadi desa-desa MAKMUR, dimana warga desa menjadi PEMILIK desa itu sendiri, setelah menggabungkan KAPITAL perseorangan mereka dalam KOPERASI-DESA yang dibentuk! Jadi Tiongkok sekarang menjalankan sistem TIDAK membasmi kapital perseorangan seperti sebelumnya, sebaliknya TETAP mempertahankan kapital perseorangan itu didalam KAPITAL DESA! Kapital koperasi-desa itu merupakan gabungan dari kapital-perseorangan warga desa itu sendiri, yang HARUS DIPERHITUNGKAN dengan mendapatkan BONUS dari keuntungan produksi yang didapatkan! Pemikiran demikian inilah yang menurut saya lebih TEPAT ketimbang MEMBASMI kapital-perseorangan dimasa lalu, atau bisa juga dikatakan disinilah KESALAHAN ajaran komunis yl itu! Bukankah hak-milik kolektif itu merupakan gabungan dari hak-milik perseorangan, kalau hak-milik perseorangan dibasmi, ditiadakan, ... dimanalagi ada hak-milik kolektif itu? Petani desa itu BEKERJA lebih giat, lebih KERAS, ... sepenuhnya untuk mereka sendiri, bukan untuk kapitalisme! Mereka-mereka itu, PETANI-PETANI sendirilah menjadi kapitalis-kapitalis didesa itu! Dan mereka merasakan hasil kerja keras mereka setiap tahun itu dengan ketambahan BONUS yg didapat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri! Koperasi-desa itulah yang mengurusi dan menanggung pendidikan anak-anak dan kesehatan setiap warga desa, ... Itulah yg terjadi sekarang di Tiongkok! Tentu usaha macam ini bukan soal mudah, sangat BERAT! Bagaimanpunh juga harus ada resort Partai Komunis yang kuat didesa itu, harus ada kader-kader yang bisa berjuang dan bekerja untuk kepentingan rakyat, bisa mengorganisasi masa tani dalam pembagian kerja produksi dengan sebaik-baiknya dan mengerti teknologi pertanian, perkebunan, peternakan yang dijalankan, ... Jadi, nampak terakhir ini PKT juga berusaha menggerakkan sarjana muda bersedia turun kedesa-desa terbelakang membantu mengentaskan kemiskinan, mendorong kader-kader Partai, termasuk TPRT pensiunan bisa menyumbangkan sisa-hidupnya untuk ikut membantu mengentaskan kemiskinan didesa-desa terbelakang itu, ... Juga nampak beberapa tahun terakhir ini pemerintah Tk mengajak konglomerat-konglomerat bersedia investasi menanamkan modal membuka usaha didesa-desa trerbelakang itu, ... Menyelesaikan TUGAS MULIA membebaskan lebih 30 juta rakyat yang masih terbelenggu kemiskinan, yang masih tersisa itu! Mudah-mudahan saja target membebaskan kemiskinan, bahkan Xi berani bilang tidak seorangpun boleh tertinggal melarat bisa selesai ditahun 2020 nanti! RRT memasuki masyarakat sedikiit makmur, ... Salam, ChanCT From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] Sent: Sunday, January 28, 2018 3:19 AM To: [email protected] ; DISKUSI FORUM HLD ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Daeng ; Harry Singgih ; Farida Ishaja ; Gol ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; [email protected] ; Ronggo A. ; Billy Gunadi ; Oman Romana ; Harsono Sutedjo ; [email protected] ; Sie Tik Tan ; Sahala Silalahi ; Tjoa ; Andreas Sungkono ; GELORA_In ; Nunu Nugroho Subject: Re: [temu_eropa] Re: [GELORA45] Kutukan terhadap penahanan seorang pemimpin mahasiswa maois Universitas Peking Sudah tentu orang remo pro-kapitalis seperti kamu tidak akan mengerti apa yang diperjuangan kaum Maois di Tiongkok!!! Buat kalian penghisapan dan penindasan adalah hal yang NORMAL dan harus DITERIMA!! Kesenjangan yang begitu menganga besar antara para bilyuner dan kaum buruh dan tani yang ada di jenjang paling bawah piramid sosial adalah kenyataan yang bersifat "kriminal"!!! Oxfam saya, yang bukan orang-orang komunis, dapat merasakan "horror" nya kesenjangan yang begitu jahat!! Di negara-negara welfare Eropa Barat yang penghisapannya begitu "lembut" saja, tetap ada orang-orang dan kaum pemuda dan organisasi komunis dan Maois yang berjuang untuk Sosialisme... Karena mereka mengerti kemakmuran material yang mereka nikmati berasal dari penghisapan dan penindasan terutama rakyat negeri Dunia Ketiga dan juga rakyatnya sendiri. Memang tidak ada orang kelaparan, tapi banyak sekali kaum pemuda yang bekerja sekarang, mereka bekerja dengan gajih jauh lebih rendah dan yang penting lagi mereka hidup dengan INSECURITY. Kamu tidak akan pernah mengerti bagaimana orang Tkk dulu di jaman Mao , walaupun secara material masih belum kecukupan seluruhnya, tapi mereka hidup dengan SECURITY, mereka merasa 'AMAN", mereka tahu tidak akan diperlakukan secara sewenang-wenang, tidak akan dipukuli atau disiksa. Yang paling penting mereka tahu para pemimpin komunisnya yang bersama Mao bekerja sepenuhnya buat kepentingan mereka. Mereka merasa dilindungi negara!! Orang remo seperti kamu tidak mengerti arti hidup dengan 'security', bekerja sepenuh hati untuk tanah air sosialis, orang rela mengorbankan dirinya untuk sosialisme. Tapi orang remo seperti kamu, memandangnya sama seperti penghisapan!!! Bayangin!! Kamu sudah tidak mampu membedakan kerja keras membangun sosailisme dengan TERPAKSA KERJA KERAS untuk hidup di kapitalisme!!! Orang hanya bisa menggeleng-geleng kepala saja, ketika membaca pendapatmu yang menyamakan kerja keras di sosailisme jaman Mao dengan kerja keras di kapitalisme!!! On Saturday, January 27, 2018 3:56 AM, "'Chan CT' [email protected] [temu_eropa]" <[email protected]> wrote: Lalu, ... APA yg sedang DIPERJUANGKAN tokoh dibilang Maois, Zhang Yunfan dengan ngumpukan massa demonstrasi ini sampai ditangkap dan PANTAS dibela??? From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] Sent: Saturday, January 27, 2018 3:36 AM To: Yahoogroups ; DISKUSI FORUM HLD ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Daeng ; Harry Singgih ; Farida Ishaja ; Gol ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; [email protected] ; Ronggo A. ; Billy Gunadi ; Oman Romana ; Harsono Sutedjo ; [email protected] ; Sie Tik Tan ; Sahala Silalahi ; Tjoa ; Andreas Sungkono ; GELORA_In ; Nunu Nugroho Subject: [GELORA45] Kutukan terhadap penahanan seorang pemimpin mahasiswa maois Universitas Peking Sayang beritanya dalam bahasa Spanyol. Pada pokoknya memberitakan tentang surat dari sebuah grup intelektual yang mengutuk persekusi terhadap pengikut Maoisme di Tkk dan menuntut dibebaskannya seorang tamatan Universitas Peking (Beida, universitas di mana bung Burhan belajar ekonomi politik dan Marxisme ) Maois, Zhang Yunfan, umur 24 tahun. Zhang dituduh "mengumpulkan orang-orang untuk mengganggu ketertiban umum". Masih mau berkaok-kaok pimpinan PKT dan RRT revisionis-kapitalis menghormati Mao dan mengikuti ajarannya???? Potret dan patungnya masih belum ditum bangkan, tapi sudah sejak lama dikhianati ajaran dan karya besarnya yang dibangun bersama rakyat Tkk, yaitu Sosialisme tanpa embel-embel!!! Qian Liqun (ahli kritik sastra dan kebudayaan post-Mao dan mantan prof. di Univ. Peking), Kong qingdong, juga mengajar di universitas dan Fan Jinggang, pendiri toko buku Wuyou, termasuk yang menandatangani surat tsb. Lambat laun kelas buruh akan meningkatkan kesadarannya.... Dan saya yakin seyakin-yakinnya, begitu kelas buruh mencengkam senjata ideologinya, yaitu fikiran Mao Tsedong/Maoisme, semua kaum kapitalis komprador dan birokrat dan pengkhianat revisionis akan mereka hancurkan!!!! Itu adalah hukum perkembangan masyarakat!!! Dalam hal ini Mao dan guru-guru M-L tidak pernah salah!!!! Dimana ada penghisapan dan penindasan, di situ pasti timbul perlawanan!!! Tak ada pengorbanan yang sia-sia!! 25 DE ENERO DE 2018 Denuncian la detención de un líder estudiantil maoísta de la Universidad de Pekín por las autoridades chinas. Una carta de un grupo de universitarios e intelectuales de la Universidad de Pekin denuncia la persecución del maoísmo en China y pide la liberación del estudiante maoísta, Zhang Yunfan. El graduado de la Universidad de Pekín, Zhang Yunfan, de 24 años, fue arrestado en una sesión de lectura maoísta el pasado 15 de noviembre, como se explica en la carta publicada en el periódicoSouth China Morning Post. El líder estudiantil fue acusado de "reunir a una multitud para alterar el orden público", después de expresar su opinión sobre "ciertos acontecimientos históricos", según la explicación de las autoridades, agregando que había sido encerrado en un lugar no especificado y que permanecerá detenido durante seis meses. Los citados "acontecimietnos" se refieren a la galopante precarización de las condiciones del proletariado chino frente al creciente aumento de los beneficios de los, también crecientes en número, capitalistas chinos. Uno de los signatarios de la carta es Qian Liqun, un experto en crítica literaria y cultural post-Mao, y un profesor jubilado de la Universidad de Pekín.. Otros de los intelectuales maoístas firmantes son Kong Qingdong, quien también enseña en la universidad, y Fan Jinggang, el fundador de la librería Wuyou, muy popular entre los maoístas chinos. Se sabe que Zhang, como muestran algunas fuentes de internet, lidero a un grupo de estudiantes de la Universidad de Pekín en una visita al lugar de nacimiento de Mao Zedong, y que allí rindieron homenaje al fundador de la República Popular China, y se sospecha que esto pudo desencadenar su arresto. Un testimonio, que hizo declaraciones bajo condición de anonimato por temor a represalias, contó que a Zhang le preocupaban mucho las malas condiciones de los trabajadores inmigrantes en China y que en el pasado se había ofrecido voluntario para enseñar a niños en áreas desfavorecidas. Parece estar vinculado a movimientos maoistas. Zhang Yunfan, líder estudiantil maoista Uno de los movimientos maoistas más conocidos en Occidente es el Partido Comunista Maoísta de China- Se trata de un partido comunista clandestino antirrevisionista de la República Popular de China que sigue el marxismo-leninismo-maoísmo . El PCMCh buscaba sustituir al " bloque gobernante revisionista dentro del Partido Comunista Chino " (PCCh), cuyas reformas desde la muerte de Mao han "restaurado las condiciones sociales capitalistas ". Siguiendo este objetivo, PCMCh pretende iniciar una "segunda revolución socialista " para restablecer la dictadura del proletariado. El PCMCh fue fundado el 28 de noviembre de 2008 y ha reunido miembros y seguidores, en un estado no confirmado, que se extiende por miles en las tierras rurales de China, entre los trabajadores y campesinos descontentos con la precarización de las condiciones laborales y el auge de las grandes empresas capitalistas en el país, creciendo el porcentaje de medios de producción en manos privadas año a año. Surgió desde dentro del propio PCCh. En 2007, diecisiete miembros del PCCh, desde oficiales retirados, oficiales militares y académicos, emitieron una carta pública al PCCh instando al final de las reformas procapitalistas y para volver al " Pensamiento Mao Zedong ". Esto se convirtió en una conmoción significativa para las mentes de la clase obrera china, ya que mostraba que el creciente descontento dentro del PCCh no era solo por los que vivían en las calles y tierras rurales de China, sino también por aquellos que habían trabajado estrechamente con los del PCCh. Finalmente, el PCMCh, debido a las persecuciones, no se desarrolló como partido, aunque movimientos maoístas similares se extienden por China conforme el capitalismo se va desarrollando en el país y empeoran las condiciones sociales y laborales de los trabajadores y campesinos. Los maoístas critican el actual sistema económico y político de China, que traiciona la visión de Mao Zedong y de la clase obrera china de una economía socialista. También denuncian las reformas proclives a la economía de mercado del país, causante de una creciente brecha de riqueza y de una creciente corrupción. El apoyo al movimiento maoísta ha crecido en los últimos años y, como resultado, sus reuniones son vigiladas de cerca por las autoridades. Sin embargo, la persecución del maoísmo en China no puede hacerse tan abiertamente como el gobierno y sus , porque, en contra de la élite del PCCh y de la creciente burguesía china (recordemos que hoy China es el segundo país en número de multimillonarios), un gran número de trabajadores y campesinos se sigue considerando maoista y rechazan las reformas hacia el capitalismo de la aburguesada dirigencia comunista dirigida por Deng Xiaoping y Xi Jimping. Tal y como se afirma en el artículo de B.N. Turner, Capital financiero en China, "Todo este desarrollo del capitalismo chino, hoy primera potencia mundial también financiera, se ha desarrollado desde que Den Xiaoping y sus acólitos, a los que ya Mao había desenmascarado como los “defensores del camino capitalista”, lanzaron la “buena nueva” de que “hacerse rico es glorioso”, comenzando a llenarse el Partido de los seguidores de lo que se conoce como xiahai (que se podría traducir como “zambullirse en el mar de la empresa privada“), también conocidos como “capitalistas rojos“". Recordamos también que recientemente un grupo de estudiantes chinos en Berlín denunciaban, en una entrevista traducida por este blog y Victoria de los Oprimidos y Explotados, que " En China hay una enorme explotación y un gran desarrollo del capitalismo / imperialismo. Pocos chinos saben que una gran cantidad de capital chino está en el extranjero. Hay muchas protestas y huelgas. Las masas a menudo luchan espontáneamente y sin un liderazgo claro contra los capitalistas. Los verdaderos comunistas participan junto a ellos en su esfuerzo. Muchos capitalistas no llaman a la policía, sino que llaman a la mafia, simplemente porque es más barato. Existe una alta tasa de personas sin hogar; muchos duermen en estaciones de ferrocarril o edificios vacíos (...) Sin embargo, no podemos ni debemos ser demasiado abiertos con muchas de nuestras posiciones... La represión hoy es enorme en China. Tenemos reuniones de formación de forma clandestina y además, organizamos una escuela nocturna para trabajadores universitarios y empleados". Dalam wawancara dengan sebuah grup siswa Tiongkok di Berlin, mereka mengemukakan Di Tiongkok penghisapan terjadi besar-besaran dan kapitalisme / imperialisme berkembang pesat. Hanya sedikit orang Tkk yang tahu banyak modal Tkk ditanam di luar negeri. Terjadi banyak protes dan pemogokan. Massa sering berjuang secara spontan melawan kaum kapitalis tanpa pimpinan yang jelas. Kaum komunis sejati ikut serta dalam perjuangan mereka. Banyak kapitalis tidak memanggil polisi, tapi memanggil mafia, karena lebih murah. Banyak sekali orang yang tak punya tempat tinggal ; banyak tidur di stasiun kereta api atau bangunan kosong (...) Namun, kita tidak bisa dan tidak boleh terlalu membuka posisi kita. Penindasan dewasa ini sangat besar di Tiongkok. Kami mengadakan pertemuan pelatihan di bawah tanah dan kami juga menyelenggarakan sekolah malam untuk para pekerja universitas dan pegawai ". Las diferencias, pues, son cada vez menos entra la República Popular China y los países tradicionalmente capitalistas, situación que sufren cada vez más los trabajadores y campesinos y los defensores del socialismo y de un Partido Comunista al servicio de la clase obrera y no al del mercado
