Bung Jo, ... terimakasih dukungan yang diberikan. Tentu, saya layani dengan santai-santai saja, saat kebetulan cukup waktu untuk menanggapi, baru dikomentari seperlunya. Saya tahu bagi seorang yang sudah FANATIK ya jadinya begitulah, TIDAK lagi bisa gunakan otak untuk berpikir bahkan tidak berani melihat realita kenyataan yang terjadi bagaimana perkembangan nyata di Tiongkok sekarang ini. Padahal jelas, baik Lenin, Stalin, Mao bahkan juga Deng betapapun dibilang genius, tetap adalah manusia normal yang bisa berbuat kesalahan-kesalahan, ... Dan orang boleh saja mengajukan, mengkritik kesalahan mereka tanpa harus jadi ANTI! Hanya orang2 yg jadi FANATIK itu saja menganggap semua ajaran Lenin, Stalin, Mao adalah kebenaran mutlak yang tidak boleh dikritik sedikitpun, ...
Reupanya yahoogroup kemarin terjadi masalah, kiriman tersangkut tidak bisa masuk, ... baru pulih normal kembali siang hari tadi. Bersyukurlah, ... kita semua bisa kembali mengikuti pembicaraan di GELORA45 lagi. Salam, ChanCT From: [email protected] [GELORA45] Sent: Wednesday, January 31, 2018 2:53 PM To: [email protected] Subject: Re: [GELORA45] Kutukan terhadap penahanan seorang pemimpin mahasiswa maois Universitas Peking Bung Chan, setuju, cuma membuang waktu saja berdebat tentang teori ini teori itu. Yang penting adalah hasilnya bagaimana? Harus ada buktinya negara mana yg. telah berhasil dan telah menggunakan teori/idiologi yg. mana? Teori cuma basi-basi saja kalau hasilnya tidak ada atau hasilnya adalah nol besar.. Betul yg. dikatakan dan dipraktekan oleh si "jenius" Deng Xiaoping: tidak masalah apa kucing itu putih atau hitam asal bisa menangkap tikus. Percuma saja kucing berwarna putih atau abu2 kalau tidak bisa menangkap tikus. Salam, BH Jo ---In [email protected], <SADAR@...> wrote : Sudahlah, tak da guna kita teruskan pertengkaran dari teori ke teori lagi, .... CUKUP kita sabar saja melihat dan saksikan sendiri bagaimana kenyataan yang terjadi di Tiongkok saja, khusus mencapai target yg telah ditetapkan Kongres-18 PKT dan dipertegas dalam Kongres-19 yg baru lalu itu, nanti 2020, tinggal 2 tahun kedepan, di Tiongkok TIDAK ADA LAGI KEMISKINAN! Sekarang ini, atau konkritnya ditahun 2017 yl. dinyatakan masih 30 juta rakyatnya yang tersisa hidup dalam garis kemiskinan. Jadi, nanti 2020 Tiongkok memasuki masyarakat sedikit MAKMUR, seorangpun tidak boleh tertinggal dalam kemiskinan! Bukankah tujuan perjuangan KOMUNIS itu membebaskan umat manusia dari penderitaan dan kemiskinan!? Tentu tujuan KOMUNIS juga menghapuskan PENGHISAPAN manusia atas manusia, .... yang menjadi masalah bagaimana dan kapan bisa dilaksanakan! Yang PASTI tidak bisa main GEMPUR saja! Tidak bisa menyalahi HUKUM perkembangan masyarakat itu sendiri! Kalau saja dikatakan masyarakat sosialis adalah kelanjutan masyarakat kapitalis tingkat tinggi, tentu tidak mungkin dicapai dalam masyarakat masih peralihan dari feodal ke kapitalis, dimana masyarakat masih sangat miskin dan tenaga produktif masih sangat terbelakang! Artinya, baik di Rusia masa 1917 maupun Tiongkok tahun 1956, BELUM mencapai masyarakat kapitalis tingkat tinggi, tidak mungkin memasuki masyarakat sosialis! Itulah sebab Ketua Mao diawal mula perjuangannya menentang dilaksanakan Rev. Sosialis di Tiongkok yang masih sangat miskin dan kapitalis baru mulai tumbuh itu. Kenyataan yang terjadi, dengan jalan revolusi membasmi kapitalis untuk mewujudkan tiada penghisapan manusia atas manusia lagi, akhirnya MERUSAK sistim perkembangan masyarakat itu sendiri. Begitu kapitalis-kapitalis dibasmi dan diganti PEJABAT-PEJABAT kader komunis, dipihak lain kehidupan BURUH juga terjadi perubahan, ... tidak lagi dalam kehidupan pemeran kapitalis, tapi didorong bekerja atas KESADARAN klas buruh. Ternyata, KESADARAN manusia dalam masyarakat itu terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang dialami dan dalam perjuangan kerjanya itu sendiri. Bukan terutama hasil propaganda apalagi dengan dicekoki dan dengan menindas, menangkapi orang-orang yang berbeda pendapat saja. Disinilah terjadi kasalahan Stalin dan Mao setelah BERHASIL merebut kekuasaan dan usaha merubah kesadaran manusia normal yang egoistis menjadi kesadaran komunis dengan mencekoki bahkan memaksakan orang berkesadaran sosialis, ... terjadi tidak sedikit pelanggaran HAM, mengakibatkan tidak sedikit pejabat, kader bahkan orang kecil yang tidak berdosa jatuh korban dengan tuduhan segala macam “KANAN”, “Anti-Partai”, “Anti-Sosialis” “Penempuh Jalan Kapitalis” dsb. dsb. , .... dijebloskan dalam kamp konsentrasi kerja utk mencuci otak! Kesadaran dengan dicekoki yang bersandar pada paksaan, kekerasan begitu dalam kenyataan tidak merubah mental manusia sesusungguhnya! Buktinya, begitu dihianati Gobarchove dan bahkan PKUS dibubarkan Jeltsin, kader-kader PKUS yg berkesadaran Bolsyewiek itu TIDAK berkemampuan melawan dan meneruskan perjuangan dengan bangkitkan rakyat Sovyet yg selama masa Lenin-Stalin dicecoki kesadaran Leninisme itu, ... Saya melihat yang dijalankan Tiongkok lebih 30 tahun terakhir ini, ... dengan memperkenankan sementara orang kaya lebih dahulu, kembali memperkenankan kapitalis hidup, tumbuh dan berkembang. Artinya, Tiongkok lebih dahulu berusaha melepaskan diri dari kemiskinan, lebih dahulu mengejar tingkat kemakmuran masyarakat. Jadi mengambil cara terbalik, bukan melorot kapitalis yang sudah kaya, apalagi membasmi kapitalis, tapi mengangkat buruh/tani yang miskin ketaraf hidup yang lebih baik, meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas lebih didahulu. Caranya? Dijalankan dengan proses perlahan-lahan, sesuai perkembangan masyarakat yang ada, dengan reformasi dan berangsur-angsur memperluas demokrasi. Setelah kekuasaan ditangan rakyat tentu tidak harus jalankan REVOLUSI dengan perubahan radikal lagi! Yang diutamakan bisa meningkatkan kesejahteraan 1,3M rakyat Tiongkok! Jadi, TIDAK benar dikatakan BURUH di Tiongkok diperas bekerja lebih 8 jam/hari dengan tidak ada jaminan sosial yang memadai. MAYORITAS MUTLAK Buruh Tiongkok sekarang ini merasakan kehidupan jauh lebih baik, jauh lebih makmur ketimbang kehidupan mereka ditahun sebelum 1978! Kehidupan mayoritas mutlak buruh-tani di TIongkok sudah jauh, jauh lebih sejahtera ketimbang sebelum tahun 1978! Bukan saja hidup berkecukupan, sebagian besar sudah bisa bertamasya keberbagai objek tamasya dalam negeri bahkan TIDAK SEDIKIT yang sudah bisa bertamasya keluarnegeri! Ketentuan UU Perburuhan di TIongkok sudah cukup bagus dalam membela kepentingan buruh/pekerja nya. Sudah tentu, disana-sini bisa saja ada kapitalis-kapitalis nakal yang melanggar dan melakukan penghisapan berlebih yang tidak manusiawi saja. Tentu semua ini bisa terjadi karena perbaikan masih dalam proses dan belum menjadi KESADARAN masyarakat. Pejabat dan kader PKT nya juga masih saja ada yang korup, bejad moral dsb. Itulah kenyataan kwalitas manusia dalam masyarakat yang harus dihadapi dan menemukan cara mengatasinya dengan baik. Jangan terbalik saja dalam menilai, NILA yang setitik itu jadi rusak susu sebelangga! Lalu bagaimana petani didesa-desa? Saya pernah memperhatikan mengapa yang diangkat DESA-TELADAN keberhasilan melepaskan diri dari kemiskinan menjadi deesa makmur adalah Desa Xiao Gang di An Hui, bukan desa Hua Xi yang jauh lebih dahulu makmur? Mungkin, didesa Xiao Gang inilah yang dianggap terjadi proses pengenalan keharusan KERJA-KOLEKTIF dengan mendirikan koperasi-desa secara alamiah, yang dipelopori 18 petani di Da Gang itu, sebagaimana seruan Ketua Mao diawal tahun 1950! Dan BERHASIL dengan baik meningkatkan produksi dan kesejahteraan warga desa Xiao Gang. Bagi yang mengerti bhs. Th, bisa lebih lanjut mengikuti di : http://china.chinadaily.com.cn/2018-01/16/content_35517167.htm Saya ambilkan saja foto pintu-gerbang desa Xiao Gang dan AULA untuk menerima pendatang saling-belajar dalam usaha memperkenalkan pengalaman desa Xiao Gang menjadi makmur! Desa terbelakang dan sangat miskin berhasil menjadi makmur begini, salah satu cara yang diambil, menjadikan setiap petani warga desa PEMILIK SAHAM desa, tergabung dalam SAHAM Koperasi-desa yang mereka bentuk itu! Jadi bukan mengambil cara menghapusw hak milik kapital perseorangan, sebaliknya justru menjadikan setiap petani desa adalah pemilik kapital desa, setiap tahun mendapatkan BONUS dari keuntungan produksi yang didapatkan tahun itu! Hanya saja saya b elum tahu bagaimana rinci pembagian bonus di desa Xiao Gang ini. Tapi itulah kenyataan yang terjadi di Tiongkok dalam usaha mengentaskan kemiskinan yang masih tertinggal. Tidak harus semua dijalankan dengan cara yang sama, karena memang setiap desa miskin ada masalahnya sendiri dan ada kondisi yang mengakibatkan dan berbeda-beda, ... Tapi, dari kisah-kisah pengalaman desa-desa melepaskan diri dari kemiskinan yang bisa saya ikuti, semua mengambil cara merubah PETANI-DESA menjadi PEMILIK SAHAM Desa! Jadi jalan yang ditempuh Tiongkok, hakmilik perseorangan atas SD produksi sepenuhnya dihapus menjadi MILIK NEGARA, tapi belum menghapus hak milik perseorangan sebagaimana seruan “Manifes Komunis” yang seharusnya menjadi tujuan komunis, tapi justru merubah setiap warga menjadi kapitalis-kapitalis, pemilik KAPITAL, pemilik saham desa! Yang pasti jalan sosialis adalah jalan BARU yang masih ditempuh dengan meraba-raba, adalah satu usaha dimana setiap bangsa harus berani menemukan jalannya sendiri, sesuai dengan kondisi masyarakat nya, ... TIDAK ADA seorangpun didunia ini yang bisa menujukkan jalan yg dianggap paling BENAR yang harus diikuti. TIDAK ADA! Lalu, kapan dilaksanakan penghapousan hak milik perseorangan itu, kapan penghisapan manusia atas manusia dihapuskan total??? Barangkali masih sangat jauh, biarlah proses menempuh jalan sosialis tingkat pertama yang sedang dijalankan di Tiongkok ini dahulu. Yaitu satu usaha melepaskan diri dari kemiskinan dahulu, usaha mewujudkan 1,3 M rakyatnya sedikit makmur. Lepaskan PENDERITAAAN KEMISKINAN yang sudah berkepanjangan diderita rakyat banyak bisa diakhiri dahulu! Target PKT lebih lanjut, baru nanti 2049, yaitu 100 tahun berdirinya Republik Rakyat Tiongkok mencapai masyarakat adil dan makmur dalam arti sesungguhnya. Menjadi satu negara makmur dan kuat! Hanya saja sayang seribu sayang, kita semua sudah tidak lagi bisa ikut menyaksikan sendiri KEBERHASILAN rakyat Tiongkok mewujudkan impian Tiongkok mereka, ...! Untuk membuktikan dalam praaktek KEBENARAN jalan sosislime bercirikan Tiongkok yang ditempuh sekarang ini, ... Salam, ChanCT From: Tatiana Lukman Sent: Tuesday, January 30, 2018 3:10 AM To: [email protected] ; [email protected] ; DISKUSI FORUM HLD ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Daeng ; Harry Singgih ; Farida Ishaja ; Gol ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; indo1@... ; Ronggo A. ; Billy Gunadi ; Oman Romana ; Harsono Sutedjo ; danar@... ; Sie Tik Tan ; Sahala Silalahi ; Tjoa ; Andreas Sungkono ; Nunu Nugroho ; Chan CT Subject: Re: [GELORA45] Kutukan terhadap penahanan seorang pemimpin mahasiswa maois Universitas Peking Si remo Chan ini betul-betul sombong dan goblok!! Karena dirinya sendiri tidak pernah bisa mengajukan kutipan Mao ataupun guru-guru besar Marxis lainnya untuk mendukung dan membenarkan pendapatnya yang lahir dari pikiran subjektifnya sendiri yang sudah mengkhianati Sosialisme, maka dia hina dan menuduh seenak perutnya sendiri orang yang justru dapat menampilkan ajaran guru-guru besar Marxis yang memperlihatkan dan membelejeti pikirannya yang remo dan anti-Marxis itu. Saya membantah pendapatnya dengan mengajukan kutipan Mao atau Lenin. Karena dia sendiri tidak bisa membantah ajaran yang ada dalam kutipan itu, maka satu-satunya cara adalah menghina kutipan-kutipan. Padahal kutipan-kutipan dan karya para guru Marxis itu adalah analisa dan penyimpulan dari penelitian dan studi mereka terhadap keadaan kongkrit masyarakat (ekonomi, politik dan sosial) ketika itu. Dan si Chan jubir kaum remo Tkk ini betul-betul BUTA dan KURANG AJAR menuduh Lenin seolah-olah apa yang diajarkan itu TIDAK DIBUKTIKAN DALAM PRAKTEK!!! Lho coba toh, sudah demikian dalamnya kebodohan dan penghinaannya terhadap Lenin!! Jadi revolusi Oktober itu apa, kalau bukan penerapan dari teorinya Lenin tentang Rusia bahwa ketika itu sudah waktunya dilancarkan pemberontakan untuk membangun sosialisme???? Dengan Revolusi Oktober Lenin membuktikan kesalahan orang-orang sosdem/revisionis Eropa Barat yang dia kritik dalam kutipan tersebut!!! Si Remo ini tak sepatahpun omong tentang Revolusi Oktober!!! Kemudian bagaimana dengan Sosialisme yang dibangun rakyat Soviet di bawah pimpinan Stalin?? Itu bukan praktek dan pembuktian dari teori Leninis bahwa sosialisme dapat dibangun di satu negeri??? Kalau bukan sosialisme, lalu sistim apa yang dibangun Stalin itu? JAWAB INI!!! Dengan mengatakan bahwa perkembangan masyarakat sekarang belum siap untuk revolusi sosialisme berarti si Chan menghapus semua praktek pembangunan sosialisme di Soviet Uni dan Tkk dibawah Mao!! Apa artinya ini kalau bukan sikap dan pandangan reaksioner anti sosialis, anti-Mao dan anti-Lenin!! Mencak-mencak tiak mengakui sikap yang anti Mao dan anti Lenin, tapi sama sekali tidak ada argumentasinya untuk membantah apa yang dikatakan Lenin. Kutipan dan tulisan para guru Marxis itu juga merupakan bimbingan orang-orang progresif dan komunis yang masih terus berjuang untuk sosialisme!! Nah, supaya orang semakin melihat bagaimana oportunisnya orang-orang remo dan pengkhianat seperti Chan, perhatikan apa yang saya katakan di bawah ini. Sekarang Chan menghina dan meremehkan kutipan Lenin, karena tidak berdaya melawan argumentasi Lenin tentang Rusia ketika itu yang sudah siap untuk melancarkan revolusi sosialis. Tapi, tahun lalu, Tkk remo (untuk menyelubungi terus pengkhianatannya terhadap Lenin dan lipservice) ikut-ikut memperingati 100 tahun Revolusi Oktober dan menerbitkan beberapa karya Lenin. Nah, anjing jaga Remo Tkk, si Chan, ikut-ikut juga menulis dan memuiji karya Lenin. Waktu itu saya tantang, nah sudah diterbitkan lagi karya Lenin, baca dan pelajarilah!!! Diam seribu bahasa!! Mana mau si Chan baca dan mempelajari karya Lenin. Di samping malas untuk baca karya Lenin, si Chan tidak mau baca karena di situ dia akan menemukan banyak sekali ajaran Lenin yang bertentangan dengan pikiran revisionisnya!!! Sebetulnya perdebatan ini sudah terjadi beberapa tahun yang lalu. Dan otak si Chan yang sudah bulukan dan karatan dengan revisionisme tidak mengalami kemajuan apapun. Nih, saya tampilkan kembali perdebatan itu Setelah teori diadu dengan teori, menurut saya benar-tidak TEORI itu tetap harus di BUKTIKAN dalam PRAKTEK! Tidak hanya karena apa yang dijalankan Deng dan RRT sekarang ini berbeda dengan yang ditunjukkan Marx, Lenin, lalu boleh saja dinyatakan sudah menempuh jalan KAPITALISME bahkan IMPERIALISME! TIDAK! Saya kembali pada beberapa PERTANYAAN yang pernah saya ajukan sebelumnya dan menurut saya patut dicermati lebih lanjut. Karena apa yang diajukan Bung Sie Tik, dalam catatan dibawah, sepenuhnya juga BENAR disaat revolusi Sosialisme dijalankan, dimana klas kapitalis dijadikan musuh yang harus dimusnahkan! Sedang sekarang, tingkat perjuangan yang sedang dihadapi klas proletariat sedunia sekarang ini, belum sampai ketingkat revolusi sosialisme, BELUM TIBA saatnya melancarkan revolusi sosialisme dan bisa menjadikan klas kapitalis menjadi musuh yang HARUS DIBASMI! TIDAK ADA satu NEGARA pun didunia ini yang sudah bisa dan mempunyai syarat melancarkan revolusi sosialisme itu! Mengapa? Jelas teori harus dibuktikan oleh praktek. Dalam jawaban yang saya kirim kemarin saya jelaskan mengapa saya melihat Tkk dibawa KEMBALI KE KAPITALISME melalui reform-reformnya Deng. PRAKTEK juga memperlihatkan bagaimana Deng membongkar dulu sistim ekonomi yang sudah dibangun oleh Mao. Tanpa menghapus undang-undang dan peraturan perburuhan yang sudah dibuat pemerintahan jaman Mao, tidak bisa Deng memasukkan undang-undang yang sepenuhnya merugikan kaum buruh dan menguntungkan kaum majikan. Betul tidak bahwa sekarang buruh Tkk bekerja lebih dari 8 jam sehari, 6 sampai 7 hari seminggu tanpa tunjangan social apa-apa, tidak ada lagi hak untuk mogok, status pekerja tetap digantikan dengan sistim kontrak di mana buruh dapat dengan begitu saja dipecat oleh majikan, upah sering ditangguhkan bahkan tidak dibayar? Semua ini adalah hasil reform perburuhan kapitalis Deng!!! Jadi kalau saya katakan Tkk menempuh jalan kapitalisme, itu bukannya tanpa alasan, tanpa berdasar kepada kenyataan dan fakta. Dan bukan hanya karena ia berbeda dengan yang ditunjukkan Marx, Lenin dan Mao, tapi DALAM KENYATAAN DAN PRAKTEK YANG KELIHATAN DI DEPAN MATA KITA DENGAN JELAS, DI TKK KITA BERHADAPAN DENGAN KAPITALISME BRUTAL!!! KAUM KAPITALIS TKK DAN ASING MELAKUKAN PENGHISAPAN DAN MENDAPATKAN KEUNTUNGAN (NILAI LEBIH) DARI TENAGA KERJA BURUH. Apa namanya sebuah masyarakat yang berdasarkan pada penghisapan manusia atas manusia??? Bukan kapitalisme? Modal Tkk yang sudah membeli property dan perusahaan di AS dan Eropa, Australia, multibilyuner yang terus dilahirkan, apakah itu hasil dari Sosialisme, bukan Kapitalisme? Profesor Wertheim juga menyatakan dengan gamblang bahwa ide mendorong sebagain orang untuk jadi kaya sama dengan mengundang kapitalisme masuk dari pintu depan!!! Apakah ia mengatakan itu dengan seenak perutnya sendiri, tanpa penelitian dan pengetahuan yang membuatnya mampu untuk membedakan Sosialisme dari Kapitalisme? Masalahnya adalah Anda dan Suar Suroso sudah mem-buat teori sendiri, yaitu dalam membangun sosialisme, penghisapan itu diperlukan. Sedangkan guru-guru tentang sosialisme memberi pengertian bahwa Sosialisme adalah satu sistim yang bertujuan akhirnya menghapus peng-hisapan. Di satu pihak, anda membenarkan Tan Sie Tik tentang revolusi sosialis yang harus memusnahkan kelas kapitalis. Di lain pihak anda bilang tidak ada satupun negeri di dunia ini yang sudah punya syarat untuk melancarkan revolusi sosialis. Lenin dulu juga harus menghadapi kaum Revisionis-Sosdem dari Internasional Kedua yang mengatakan Rusia belum ada syarat untuk melancarkan revolusi sosialis. Lenin secara teori dan juga dalam praktek telah membuktikan salahnya kaum Revisionis dan Sosdem. Simak kata-kata Lenin: 16 Januari, 1923, dalam “Our Revolution”, Lenin menulis: “Infinitely stereotyped, is the argument they learned by rote during the development of West-European Social-Democracy, namely, that we are not yet ripe for socialism, but as certain "learned" gentleman among them put it, the objective economic premises for socialism do not exist in our country. Does it not occur to any of them to ask: what about the people that found itself in a revolutionary situation such as that created during the first imperialist war? Might it not, influenced by the hopelessness of its situation, fling itself into a struggle that would offer it at least some chance of securing conditions for the further development of civilization that were somewhat unusual? "If a definite level of culture is required for the building of socialism (although nobody can say just what that definite 'level of culture' is), why cannot we begin by first achieving the prerequisites for the definite level of culture in a revolutionary way, and then on the basis of the workers' and peasants' government and the Soviet system, proceed to overtake the other nations? . . Lenin sudah menjawab/membantah pernyataan anda itu pada abad yang lalu. Lenin menentang orang-orang revisionis dan sosdem yang menganggap di Rusia tidak ada syarat-syarat ekonomi untuk Sosialisme, bahwa kondisinya belum matang untuk Sosialisme. Lenin bicara soal situasi yang tercipta sebagai akibat dari perang imperialis (PD Pertama) dan menghimbau kaum proletar sertai partainya untuk tidak mendukung Perang imperialis, tapi mengubah perang itu menjadi perang dalam negeri melawan kaum borjuasi di negerinya masing-masing dan merebut kekuasaan. Tapi politik ini ditolak oleh Internasional Kedua yang sudah merosot menjadi revisionis dan bersedia berkolaborasi dengan kaum borjuasi negerinya masing-masing. Rusia ketika itu adalah negeri kapitalis dengan keterbelakangan ekonomi dan teknologi dan dengan penduduk mayoritasnya kaum tani yang masih hidup dalam hubungan produksi pra-kapitalis. Itulah yang membuat kaum sosdem/revisionis menganggap belum matang syaratnya untuk Sosialisme. Karena memang hanya Leninlah yang mampu melihat tentang perkembangan tak seimbang dan tak merata dari kapitalisme yang juga sudah berkembang dan mencapai tingkat tertinggi, yaitu imperialisme. Salah satu ciri dari imperialism adalah semakin meningkatnya kontradiksi antara kekuatan imperialis yang berusaha untuk membagi kembali dunia guna mendapatkan daerah pengaruh, dan SDA serta pasar bagi modal dan barang dagangannya. Gejala itu terus kita lihat dengan gamblang sampai sekarang. Kondisi internasional inilah yang memungkinkan rakyat revolusioner di bawah pimpinan partai kelas buruh untuk menjebol di tempat-tempat di mana mata rantai imperialis paling lemah. Timbullah teori yang terkenal itu: mata rantai terlemah. Jadi “teori” yang anda ciptakan, bahwa Sosialisme baru bisa dilancarkan kalau masyarakat/rakyat sudah kaya, adalah absurd dan tidak pernah dibuktikan dalam PRAKTEK. On Monday, January 29, 2018 4:28 AM, "'Chan CT' SADAR@... [GELORA45]" <[email protected]> wrote: Heheee, ... ini nenek jadi seperti anjing galak yang bisanya menggongong dan sudah atidak lagi mampu menggigit! Bisanya hanya memaki REMO, anti-Lenin, Anti-Mao, ... dengan kutipan-kutipan saja, tanpa bisa menjelaskan dan membuktikan perjuangan pemikiran dalam melihat situasi objektif masyarakat ketika itu yang terjadi. Bukankah setiap perbedaan pikiran yang terjadi itu dasarnya atau hakekatnya adalah perbedaan dalam menilai/melihat kekutan musuh dan kekuatan diri sendiri? Begitulah orang HARUS menjawab pertanyaan tepatkah dimulai Revolusi Sosialis? Sekalipun sebelumnya tentu harus ada kesepakatan lebih dahulu apa dan bagaimana Revolusi Sosialis itu. Dan, ... hendaknya kita bisa berpikir dengan KEPALA DINGIN yang jernih, TIDAK asal tuduh dan maki lawan pendapat adalah anti-Lenin, anti-Mao dsb., ...! Tak guna itu semua, karena KEBENARAN tetap harus dibuktikan dalam PRAKTEK! Bukan siapa yang mengatakan! Itulah sikap saya, ...! Ketua Mao sejak awal sudah TEGAS mengatakan untuk masyarakat Tiongkok yang masih 1/2 jajahan, 1/2 feodal, dan masih sangat terbelakang dan miskin, dengan berani menyatakan BELUM BISA melancarkan Revolusi Sosialis, masih ndalam tingkat Revolusi Borjuasi Nasional dan karena sekarang dibawah pimpinan PKT jadi Revolusi Demokrasi Baru. Dan, ... ingat, karena ketika itu pimpinan PKT banyak dipengaruhi Komintern yg menentukan, pemikiran GEMILANG ketua Mao ini baru berhasil dimenangkan didalam Partai Komunis Tiongkok ditahun 1945. Sejak itulah daerah basis-revolusioner yang dibentuk tidak lagi dinamakan daerah basis negara Sovyet, tapi daerah bais revolusioner dan negara yang dibentuk dan diproklamasikan pada 1 Oktober 1949, bukan Negara Sovyet tapi Republik Rakyat Tiongkok yang masih memperkenankan kapitalis hidup dan berkembang! Saya yakin begitu juga sebenarnya pertentangan perbedaan pendapat yang terjadi antara Bolsyewiek dan Mensyewiek, ... perbedaan dalam menilai situasi dan menemukan jalan keluar pemecahannya saja! Orang boleh saja menuduh hakekat perbedaan pembelaan klas, tapi dalam kenyataan kedua belah pihak berjuang dengan pemikirannya yang tentu masing-masing anggap paling benar untuk memperbaiki kehidupan klas Buruh/Pekerja. Diawal 50 tahun dengan kemenangan Rev. Oktober Lenin menunjukkan KEUNGGULAN, hanya saja sayang akhirnya harus diakui akibat dari KESALAHAN yg terjadi USSR terjungkel dengan sendirinya, dengan sangat tragis PKUS dicampakkan Rakyat! Sebaliknya kelompok Mensyewiek yang jalankan Sosial-Demokrat itu masih bertahan sampai sekarang, dan dengan kekurangan/kesalahan yang ada, dalam batas-batas tertentu tetap bisa dikatakan yang berhasil meningkatkan kesejahteraan Buruh/Pekerja di Eropah barat-utara! Kehidupan rakyat yang jauh lebih makmur ketimbang negara-negara yang dinamakan sosialis dimasa Lenin-Stalin itu, ... Tapi itulah menurut saya, setiap pemikiran ada salah juga ada benarnya, tidak bisa dimutlakkan Lenin/Bolsyewiek BENAR seluruhnya dan tidak ada salahnya, sebaliknya Mensyewiek salah sepenuhnya! Dalam kenyataan baik Lenin, Stalin, Mao maupun Deng dengan segala kegenialan yang ada, TETAP adalah manusia-manusia NORMAL yang bisa berbuat KESALAHAN! BUKAN DEWA2 yang tidak bisa berbuat KESALAHAN dan boleh dikritik! Atau kalau mengkritik dituduh anti-Lenin, anti-Stalin dan anti-Mao, ... Berbicara masalah hak-milik, ... kapan dan sebatas mana hak-milik perseorangan harus dibasmi menurut ajaran komunis? Sebagaimana dalam Manifes Komunis yang bisa dinyatakan dengan tandas dalam satu kalimat: “TUJUAN KOMUNIS membasmi Hak-milik Perseorangan!”, banyak diperbincangkan di Tiongkok dengan berbagai penafsiran. Sebenarnya apa yang dimaksudkan Marx hak-milik perseorangan dalam Manifes Komunis itu? Apakah bisa dan mungkin hak-milik perseorangan dibasmi begitu saja??? Jelas masalah hak-milik atas sumberdaya produksi yang menentukan perbedaan Sosialisme dan Kapitalisme, khususnya hak-milik atas TANAH! Begitu perjuangan selama lebih 150 tahun ini, berkutat pada masalah hak-milik atas TANAH dan kekayaan bumi-alam. Lalu bagaimjana dengan kapital? Dimana salahnya kapital jadi milik perseorangan dan kenapa harus dibasmi dan dirampas jadi milik negara? Disinilah menurut saya kesalahan Lenin yg kemudian segera dikoreksi ditahun 1921 dengan NEP, kembali memperkenankan kapitalis hidup/berkembang, dengan jalankan prinsip kapitalisme Negara. Dimana Negara Sovyet yang telah berkuasa mengendalikan pertumbuhan kapitalis. Hanya saja sayang, Stalin segera mengembalikan basmi kapitalis perseorangan tidak lama setelah Lenin meninggal. Dan ternyata KESALAHAN ini diikuti Mao yg terburu nafsu berkeinginan membawa masyarakat Tiongkok memasuki sosialis ditahun 1956, mulai membasmi kapitalis perseorangan dan membentuk komune-rakyat didesa-desa. Kesalahan inilah yang oleh Deng dikoreksi ditahun 1980, kembali memperkenankan kapitalis hidup/berkembang dgn kebijakan Reformasi dan Keterbukaan. Dan, sekalipun juga terjadi kesalahan-kesalahan, kebablasan disana sini, namun kenyataan yang bisa kita saksikan bersama, dalam waktu 30 tahun lebih pertumbuhan ekonomi nasional Tiongkok sangat dahsyat, ... Artinya, RRT dengan kembali memperkenankan kapitalis perseorangan tumbuh/berkembang, disamping itu TETAP mempertahankan BUMN sebagai yg utama dan menentukan ekonomi nasional, juga mengembangkan hak-milik kolektif tumbuh berkembang lebih baik, khususnya didesa-desa, ... bukankah ini membuktikan hak milik KAPITAL perseorangan tidak seharusnya dibasmi, setidaknya ditingkat perjuangan dimana kita baru memasuki tahap pertama Revolusi Sosialis. Kalau itu hendak dikatakan revolusi, karena dalam kenyataan yang dijalankan hanyalah reformasi saja. Memperkenankan sementara orang kaya lebih dahulu, ... Dan, sekarang RRT menjadi ancaman terbesar bagi AS, begitu akhirnya Trump harus dgn tegas mengambil posisi “MENDAHULUKAN” AS melindungi kapitalis domestik yg nyaris kalah saing dengan Tiongkok! Salam, ChanCT From: Tatiana Lukman Sent: Sunday, January 28, 2018 9:19 PM To: Chan CT ; [email protected] ; DISKUSI FORUM HLD ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Daeng ; Harry Singgih ; Farida Ishaja ; Gol ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; indo1@... ; Ronggo A. ; Billy Gunadi ; Oman Romana ; Harsono Sutedjo ; danar@... ; Sie Tik Tan ; Sahala Silalahi ; Tjoa ; Andreas Sungkono ; GELORA_In ; Nunu Nugroho Subject: Re: [temu_eropa] Re: [GELORA45] Kutukan terhadap penahanan seorang pemimpin mahasiswa maois Universitas Peking Ha..ha ngatain orang lain dalam tempurung. Padahal justru dirinya sendirilah yang terus terkungkung dalam pengkhianatan revisionis Tiongkok. Bayangkan, masih berkoar-koar belum tiba waktunya untuk revolusi sosialis. Sedangkan Lenin tahun 1917 sudah berhasil menang dengan revolusi sosialisnya!! Stalin dan Mao juga sudah membuktikan keberhasilan dan keunggulan sistim sosialisme. Jadi si remo Chan ini ingin mundur ke jaman feodalisme Eropa!!! Sikap remo Chan PERSIS seperti orang-orang sosdem-revisionis eropa barat, yang menganggap ketika itu di Rusia belum ada syarat untuk revolusi sosialis. Simak sendiri kata-kata Lenin di bawah: Infinitely stereotyped, for instance, is the argument they learned by rote during the development of West-European Social-Democracy, namely, that we are not yet ripe for socialism, but as certain "learned" gentleman among them put it, the objective economic premises for socialism do not exist in our country. Does it not occur to any of them to ask: what about the people that found itself in a revolutionary situation such as that created during the first imperialist war? Might it not, influenced by the hopelessness of its situation, fling itself into a struggle that would offer it at least some chance of securing conditions for the further development of civilization that were somewhat unusual? "The development of the productive forces of Russia has not yet attained the level that makes socialism possible." All the heroes of the Second International, including, of course, Sukhanov, beat the drums about this proposition. They keep harping on this incontrovertible proposition in a thousand different keys, and think that it is decisive criterion of our revolution. Cukup dengan kata-kata Lenin ini untuk menunjukkan SEKALI LAGI watak revisionis, pengkhianat sosialisme dari si Chan. Bukan saja si Chan anti-Mao (walaupun dia tidak mau mengakuinya, tapi semua pandangan yang ditulis di internet ini sudah lebih dari cukup membuktikan sifat anti-Maonya), tapi juga anti-Lenin. Ya dimana salahnya saya bilang dia anti Lenin, wong sudah berkali-kali dia bilang Lenin dan juga Mao terburu-buru membabat kaum kapitalis!!!Pertanyaan saya belum pernah dijawab. Kalau dia anggap Lenin terburu-buru membabat kaum kapitalis, lalu revolusi Oktober itu revolusi apa? Dan apa bedanya dengan revolusi borjuis 1789 Perancis!??? Memang dasar otak udang si chan ini. Mao bersalaman dengan Nixon dianggap seolah-olah Mao lupa akan watak kelas kaum imperialis!!! gobloknya si Chan ini. Waktu perang melawan Jepang, Mao juga berfront dengan Chiang kai shek!! apakah itu berarti Mao melupakan watak kelas rezim chiang kai shek!!! Chan ngomong soal "perubahan sikap kapitalis/imperialis"... Ha...ha... ha itulah yang dikatakan Khrustjov, gembong remo Soviet!! Uh , dasar remo, di semua pernyataannya dan tulisan selalu tercermin KESAMAAN PANDANGAN DAN IDEOLOGINYA DENGAN REMO SOVIET DAN REMO TIONGKOK!!! Udah sana, peluklah imperailisme AS dan wakilnya, si Trump itu, kawan seideologi kamu!!! On Sunday, January 28, 2018 2:01 AM, Chan CT <sadar@...> wrote: Satu pernyataan nenek dalam tempurung yang mempertegas dirinya TIDAK MAMPU melihat dengan jernih bahwa tingkat perkembangan masyarakat didunia sekarang ini, BELUM BISA melancarkan REVOLUSI SOSIALIS yang menyasar dan menjadikan kapitalis MUSUH yang harus dibasmi! Tingkat perjuangan didunia sekarang ini, dimanapun kita berada masih HARUS melalui masyarakat KAPITALIS, .... Bersatu dan BERJUANG menghadapi kapitalis dalam KESATUAN dari segi-segi yang bertentangan, dan belum bisa membasmi kapitalis! Dan itulah sebab, Ketua Mao sendiri bisa menerima kehadiran dan bersalaman dengan Pres. Nixon di Beijing tahun 1972 itu. Artinya, bentuk perjuangan yang dijalankan juga berubah sebagaimana perubahan sikap kapitalis/imperialis itu, ... KONTRADIKSI itu tidak mesti selalu diantagoniskan, dibenturkan baku-hantam dan saling BUNUH lagi, tapi BERUBAH menjadi berjuang dalam satuKESATUAN , bersatu dan berjuang untuk merebut KESEMPATAN memperkuat diri sendiri, memperkuat kekuatan RAKYAT! Dan, ... itulah yang terjadi di Tiongkok, dan selama lebih 30 tahun ini membuktikan KEBERHASILAN dalam perjuangan menghadapi kapitalis dalam negeri bahkan juga dalam menghadapi dedengkot kapitalis dunia, AS, ... RRT yang BERHASIL mengalahkan berbagai bentuk usaha AS untuk mencekik mati RRT! RRT bukan melemah bahkan mati tercekik AS, sebaliknya sekarang nampak AS yang terpojok bahkan Trump harus lebih dahulu meengutamakan kepentingan AS sendiri, makin terdesak oleh KEMAJUAN RRT! Hanya kamu saja yang BUTA atau TIDAK BERANI melihat kenyataan objektif ini, ... atau hanya mempercayai propaganda HITAM pihak barat bahkan Falungong saja! Kamu tidak berhasil melihat bagaimana puluhan-juta petani miskin di DESA-DESA terbelakang berubah menjadi desa-desa MAKMUR, dimana warga desa menjadi PEMILIK desa itu sendiri, setelah menggabungkan KAPITAL perseorangan mereka dalam KOPERASI-DESA yang dibentuk! Jadi Tiongkok sekarang menjalankan sistem TIDAK membasmi kapital perseorangan seperti sebelumnya, sebaliknya TETAP mempertahankan kapital perseorangan itu didalam KAPITAL DESA! Kapital koperasi-desa itu merupakan gabungan dari kapital-perseorangan warga desa itu sendiri, yang HARUS DIPERHITUNGKAN dengan mendapatkan BONUS dari keuntungan produksi yang didapatkan! Pemikiran demikian inilah yang menurut saya lebih TEPAT ketimbang MEMBASMI kapital-perseorangan dimasa lalu, atau bisa juga dikatakan disinilah KESALAHAN ajaran komunis yl itu! Bukankah hak-milik kolektif itu merupakan gabungan dari hak-milik perseorangan, kalau hak-milik perseorangan dibasmi, ditiadakan, ... dimanalagi ada hak-milik kolektif itu? Petani desa itu BEKERJA lebih giat, lebih KERAS, ... sepenuhnya untuk mereka sendiri, bukan untuk kapitalisme! Mereka-mereka itu, PETANI-PETANI sendirilah menjadi kapitalis-kapitalis didesa itu! Dan mereka merasakan hasil kerja keras mereka setiap tahun itu dengan ketambahan BONUS yg didapat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri! Koperasi-desa itulah yang mengurusi dan menanggung pendidikan anak-anak dan kesehatan setiap warga desa, ... Itulah yg terjadi sekarang di Tiongkok! Tentu usaha macam ini bukan soal mudah, sangat BERAT! Bagaimanpunh juga harus ada resort Partai Komunis yang kuat didesa itu, harus ada kader-kader yang bisa berjuang dan bekerja untuk kepentingan rakyat, bisa mengorganisasi masa tani dalam pembagian kerja produksi dengan sebaik-baiknya dan mengerti teknologi pertanian, perkebunan, peternakan yang dijalankan, .... Jadi, nampak terakhir ini PKT juga berusaha menggerakkan sarjana muda bersedia turun kedesa-desa terbelakang membantu mengentaskan kemiskinan, mendorong kader-kader Partai, termasuk TPRT pensiunan bisa menyumbangkan sisa-hidupnya untuk ikut membantu mengentaskan kemiskinan didesa-desa terbelakang itu, ... Juga nampak beberapa tahun terakhir ini pemerintah Tk mengajak konglomerat-konglomerat bersedia investasi menanamkan modal membuka usaha didesa-desa trerbelakang itu, ... Menyelesaikan TUGAS MULIA membebaskan lebih 30 juta rakyat yang masih terbelenggu kemiskinan, yang masih tersisa itu! Mudah-mudahan saja target membebaskan kemiskinan, bahkan Xi berani bilang tidak seorangpun boleh tertinggal melarat bisa selesai ditahun 2020 nanti! RRT memasuki masyarakat sedikiit makmur, ... Salam, ChanCT From: Tatiana Lukman jetaimemucho1@... [GELORA45] Sent: Sunday, January 28, 2018 3:19 AM To: [email protected] ; DISKUSI FORUM HLD ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Daeng ; Harry Singgih ; Farida Ishaja ; Gol ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; indo1@... ; Ronggo A. ; (Message over 64 KB, truncated)
