Heheee, ... ini nenek jadi seperti anjing galak yang bisanya menggongong dan 
sudah atidak lagi mampu menggigit! Bisanya hanya memaki REMO, anti-Lenin, 
Anti-Mao, ... dengan kutipan-kutipan saja, tanpa bisa menjelaskan dan 
membuktikan perjuangan pemikiran dalam melihat situasi objektif masyarakat 
ketika itu yang terjadi. Bukankah setiap perbedaan pikiran yang terjadi itu 
dasarnya atau hakekatnya adalah perbedaan dalam menilai/melihat kekutan musuh 
dan kekuatan diri sendiri? Begitulah orang HARUS menjawab pertanyaan tepatkah 
dimulai Revolusi Sosialis? Sekalipun sebelumnya tentu harus ada kesepakatan 
lebih dahulu apa dan bagaimana Revolusi Sosialis itu. Dan, ... hendaknya kita 
bisa berpikir dengan KEPALA DINGIN yang jernih, TIDAK asal tuduh dan maki lawan 
pendapat adalah anti-Lenin, anti-Mao dsb., ...! Tak guna itu semua, karena 
KEBENARAN tetap harus dibuktikan dalam PRAKTEK! Bukan siapa yang mengatakan! 
Itulah sikap saya, ...!

Ketua Mao sejak awal sudah TEGAS mengatakan untuk masyarakat Tiongkok yang 
masih 1/2 jajahan, 1/2 feodal, dan masih sangat terbelakang dan miskin, dengan 
berani menyatakan BELUM BISA melancarkan Revolusi Sosialis, masih ndalam 
tingkat Revolusi Borjuasi Nasional dan karena sekarang dibawah pimpinan PKT 
jadi Revolusi Demokrasi Baru. Dan, ... ingat, karena ketika itu pimpinan PKT 
banyak dipengaruhi Komintern yg menentukan, pemikiran GEMILANG ketua Mao ini 
baru berhasil dimenangkan didalam Partai Komunis Tiongkok ditahun 1945. Sejak 
itulah daerah basis-revolusioner yang dibentuk tidak lagi dinamakan daerah 
basis negara Sovyet, tapi daerah bais revolusioner dan negara yang dibentuk dan 
diproklamasikan pada 1 Oktober 1949, bukan Negara Sovyet tapi Republik Rakyat 
Tiongkok yang masih memperkenankan kapitalis hidup dan berkembang!

Saya yakin begitu juga sebenarnya pertentangan perbedaan pendapat yang terjadi 
antara Bolsyewiek dan Mensyewiek, ... perbedaan dalam menilai situasi dan 
menemukan jalan keluar pemecahannya saja! Orang boleh saja menuduh hakekat 
perbedaan pembelaan klas, tapi dalam kenyataan kedua belah pihak berjuang 
dengan pemikirannya yang tentu masing-masing anggap paling benar untuk 
memperbaiki kehidupan klas Buruh/Pekerja. Diawal 50 tahun dengan kemenangan 
Rev. Oktober Lenin menunjukkan KEUNGGULAN, hanya saja sayang akhirnya harus 
diakui akibat dari KESALAHAN yg terjadi USSR terjungkel dengan sendirinya, 
dengan sangat tragis PKUS dicampakkan Rakyat! Sebaliknya kelompok Mensyewiek 
yang jalankan Sosial-Demokrat itu masih bertahan sampai sekarang, dan dengan 
kekurangan/kesalahan yang ada, dalam batas-batas tertentu tetap bisa dikatakan 
yang berhasil meningkatkan kesejahteraan Buruh/Pekerja di Eropah barat-utara! 
Kehidupan rakyat yang jauh lebih makmur ketimbang negara-negara yang dinamakan 
sosialis dimasa Lenin-Stalin itu, ...

Tapi itulah menurut saya, setiap pemikiran ada salah juga ada benarnya, tidak 
bisa dimutlakkan Lenin/Bolsyewiek BENAR seluruhnya dan tidak ada salahnya, 
sebaliknya Mensyewiek salah sepenuhnya! Dalam kenyataan baik Lenin, Stalin, Mao 
maupun Deng dengan segala kegenialan yang ada, TETAP adalah manusia-manusia 
NORMAL yang bisa berbuat KESALAHAN! BUKAN DEWA2 yang tidak bisa berbuat 
KESALAHAN dan boleh dikritik! Atau kalau mengkritik dituduh anti-Lenin, 
anti-Stalin dan anti-Mao, ... 

Berbicara masalah hak-milik, ... kapan dan sebatas mana hak-milik perseorangan 
harus dibasmi menurut ajaran komunis? Sebagaimana dalam Manifes Komunis yang 
bisa dinyatakan dengan tandas dalam satu kalimat: “TUJUAN KOMUNIS membasmi 
Hak-milik Perseorangan!”, banyak diperbincangkan di Tiongkok dengan berbagai 
penafsiran. Sebenarnya apa yang dimaksudkan Marx hak-milik perseorangan dalam 
Manifes Komunis itu? Apakah bisa dan mungkin hak-milik perseorangan dibasmi 
begitu saja???

Jelas masalah hak-milik atas sumberdaya produksi yang menentukan perbedaan 
Sosialisme dan Kapitalisme, khususnya hak-milik atas TANAH! Begitu perjuangan 
selama lebih 150 tahun ini, berkutat pada masalah hak-milik atas TANAH dan 
kekayaan bumi-alam. Lalu bagaimjana dengan kapital? Dimana salahnya kapital 
jadi milik perseorangan dan kenapa harus dibasmi dan dirampas jadi milik 
negara? Disinilah menurut saya kesalahan Lenin yg kemudian segera dikoreksi 
ditahun 1921 dengan NEP, kembali memperkenankan kapitalis hidup/berkembang, 
dengan jalankan prinsip kapitalisme Negara. Dimana Negara Sovyet yang telah 
berkuasa mengendalikan pertumbuhan kapitalis. Hanya saja sayang, Stalin segera 
mengembalikan basmi kapitalis perseorangan tidak lama setelah Lenin meninggal. 
Dan ternyata KESALAHAN ini diikuti Mao yg terburu nafsu berkeinginan membawa 
masyarakat Tiongkok memasuki sosialis ditahun 1956, mulai membasmi kapitalis 
perseorangan dan membentuk komune-rakyat didesa-desa.

Kesalahan inilah yang oleh Deng dikoreksi ditahun 1980, kembali memperkenankan 
kapitalis hidup/berkembang dgn kebijakan Reformasi dan Keterbukaan. Dan, 
sekalipun juga terjadi kesalahan-kesalahan, kebablasan disana sini, namun 
kenyataan yang bisa kita saksikan bersama, dalam waktu 30 tahun lebih 
pertumbuhan ekonomi nasional Tiongkok sangat dahsyat, ... Artinya, RRT dengan 
kembali memperkenankan kapitalis perseorangan tumbuh/berkembang, disamping itu 
TETAP mempertahankan BUMN sebagai yg utama dan menentukan ekonomi nasional, 
juga mengembangkan hak-milik kolektif tumbuh berkembang lebih baik, khususnya 
didesa-desa, ... bukankah ini membuktikan hak milik KAPITAL perseorangan tidak 
seharusnya dibasmi, setidaknya ditingkat perjuangan dimana kita baru memasuki 
tahap pertama Revolusi Sosialis. Kalau itu hendak dikatakan revolusi, karena 
dalam kenyataan yang dijalankan hanyalah reformasi saja. Memperkenankan 
sementara orang kaya lebih dahulu, ... Dan, sekarang RRT menjadi ancaman 
terbesar bagi AS, begitu akhirnya Trump harus dgn tegas mengambil posisi 
“MENDAHULUKAN” AS melindungi kapitalis domestik yg nyaris kalah saing dengan 
Tiongkok!

Salam,
ChanCT





From: Tatiana Lukman 
Sent: Sunday, January 28, 2018 9:19 PM
To: Chan CT ; [email protected] ; DISKUSI FORUM HLD ; Rachmat 
Hadi-Soetjipto ; Daeng ; Harry Singgih ; Farida Ishaja ; Gol ; Mitri ; Lingkar 
Sitompul ; [email protected] ; Ronggo A. ; Billy Gunadi ; Oman Romana ; 
Harsono Sutedjo ; [email protected] ; Sie Tik Tan ; Sahala Silalahi ; Tjoa ; 
Andreas Sungkono ; GELORA_In ; Nunu Nugroho 
Subject: Re: [temu_eropa] Re: [GELORA45] Kutukan terhadap penahanan seorang 
pemimpin mahasiswa maois Universitas Peking

Ha..ha ngatain orang lain dalam tempurung. Padahal justru dirinya sendirilah 
yang terus terkungkung dalam pengkhianatan revisionis Tiongkok. Bayangkan, 
masih berkoar-koar belum tiba waktunya untuk revolusi sosialis. Sedangkan Lenin 
tahun 1917 sudah berhasil menang dengan revolusi sosialisnya!! Stalin dan Mao 
juga sudah membuktikan keberhasilan dan keunggulan sistim sosialisme. Jadi si 
remo Chan ini ingin mundur ke jaman feodalisme Eropa!!! Sikap remo Chan PERSIS 
seperti orang-orang sosdem-revisionis eropa barat, yang menganggap ketika itu 
di Rusia belum ada syarat untuk revolusi sosialis. Simak sendiri kata-kata 
Lenin di bawah:
Infinitely stereotyped, for instance, is the argument they learned by rote 
during the development of West-European Social-Democracy, namely, that we are 
not yet ripe for socialism, but as certain "learned" gentleman among them put 
it, the objective economic premises for socialism do not exist in our country. 
Does it not occur to any of them to ask: what about the people that found 
itself in a revolutionary situation such as that created during the first 
imperialist war? Might it not, influenced by the hopelessness of its situation, 
fling itself into a struggle that would offer it at least some chance of 
securing conditions for the further development of civilization that were 
somewhat unusual?
"The development of the productive forces of Russia has not yet attained the 
level that makes socialism possible." All the heroes of the Second 
International, including, of course, Sukhanov, beat the drums about this 
proposition. They keep harping on this incontrovertible proposition in a 
thousand different keys, and think that it is decisive criterion of our 
revolution.


Cukup dengan kata-kata Lenin ini untuk menunjukkan SEKALI LAGI watak 
revisionis, pengkhianat sosialisme dari si Chan. Bukan saja si Chan anti-Mao 
(walaupun dia tidak mau mengakuinya, tapi semua pandangan yang ditulis di 
internet ini sudah lebih dari cukup membuktikan sifat anti-Maonya), tapi juga 
anti-Lenin. Ya dimana salahnya saya bilang dia anti Lenin, wong sudah 
berkali-kali dia bilang Lenin dan juga Mao terburu-buru membabat kaum 
kapitalis!!!Pertanyaan saya belum pernah dijawab. Kalau dia anggap Lenin 
terburu-buru membabat kaum kapitalis, lalu revolusi Oktober itu revolusi apa? 
Dan apa bedanya dengan revolusi borjuis 1789 Perancis!???


Memang dasar otak udang si chan ini. Mao bersalaman dengan Nixon dianggap 
seolah-olah Mao lupa akan watak kelas kaum imperialis!!! gobloknya si Chan ini. 
Waktu perang melawan Jepang, Mao juga berfront dengan Chiang kai shek!! apakah 
itu berarti Mao melupakan watak kelas rezim chiang kai shek!!! Chan ngomong 
soal "perubahan sikap kapitalis/imperialis"... Ha...ha... ha itulah yang 
dikatakan Khrustjov, gembong remo Soviet!! Uh , dasar remo, di semua 
pernyataannya dan tulisan selalu tercermin KESAMAAN PANDANGAN DAN IDEOLOGINYA 
DENGAN REMO SOVIET DAN REMO TIONGKOK!!!


Udah sana, peluklah imperailisme AS dan wakilnya, si Trump itu, kawan 
seideologi kamu!!! 



On Sunday, January 28, 2018 2:01 AM, Chan CT <[email protected]> wrote:




Satu pernyataan nenek dalam tempurung yang mempertegas dirinya TIDAK MAMPU 
melihat dengan jernih bahwa tingkat perkembangan masyarakat didunia sekarang 
ini, BELUM BISA melancarkan REVOLUSI SOSIALIS yang menyasar dan menjadikan 
kapitalis MUSUH yang harus dibasmi! Tingkat perjuangan didunia sekarang ini, 
dimanapun kita berada masih HARUS melalui masyarakat KAPITALIS, ... Bersatu dan 
BERJUANG menghadapi kapitalis dalam KESATUAN dari segi-segi yang bertentangan, 
dan belum bisa membasmi kapitalis! Dan itulah sebab, Ketua Mao sendiri bisa 
menerima kehadiran dan bersalaman dengan Pres. Nixon di Beijing tahun 1972 itu. 
Artinya, bentuk perjuangan yang dijalankan juga berubah sebagaimana perubahan 
sikap kapitalis/imperialis itu, ... KONTRADIKSI itu tidak mesti selalu 
diantagoniskan, dibenturkan baku-hantam dan saling BUNUH lagi, tapi BERUBAH 
menjadi berjuang dalam satuKESATUAN , bersatu dan berjuang untuk merebut 
KESEMPATAN memperkuat diri sendiri, memperkuat kekuatan RAKYAT! Dan, ... itulah 
yang terjadi di Tiongkok, dan selama lebih 30 tahun ini membuktikan 
KEBERHASILAN dalam perjuangan menghadapi kapitalis dalam negeri bahkan juga 
dalam menghadapi dedengkot kapitalis dunia, AS, ... RRT yang BERHASIL 
mengalahkan berbagai bentuk usaha AS untuk mencekik mati RRT! RRT bukan melemah 
bahkan mati tercekik AS, sebaliknya sekarang nampak AS yang terpojok bahkan 
Trump harus lebih dahulu meengutamakan kepentingan AS sendiri, makin terdesak 
oleh KEMAJUAN RRT! Hanya kamu saja yang BUTA atau TIDAK BERANI melihat 
kenyataan objektif ini, ... atau hanya mempercayai propaganda HITAM pihak barat 
bahkan Falungong saja! 

Kamu tidak berhasil melihat bagaimana puluhan-juta petani miskin di DESA-DESA 
terbelakang berubah menjadi desa-desa MAKMUR, dimana warga desa menjadi PEMILIK 
desa itu sendiri, setelah menggabungkan KAPITAL perseorangan mereka dalam 
KOPERASI-DESA yang dibentuk! Jadi Tiongkok sekarang menjalankan sistem TIDAK 
membasmi kapital perseorangan seperti sebelumnya, sebaliknya TETAP 
mempertahankan kapital perseorangan itu didalam KAPITAL DESA! Kapital 
koperasi-desa itu merupakan gabungan dari kapital-perseorangan warga desa itu 
sendiri, yang HARUS DIPERHITUNGKAN dengan mendapatkan BONUS dari keuntungan 
produksi yang didapatkan! Pemikiran demikian inilah yang menurut saya lebih 
TEPAT ketimbang MEMBASMI kapital-perseorangan dimasa lalu, atau bisa juga 
dikatakan disinilah KESALAHAN ajaran komunis yl itu! Bukankah hak-milik 
kolektif itu merupakan gabungan dari hak-milik perseorangan, kalau hak-milik 
perseorangan dibasmi, ditiadakan, ... dimanalagi ada hak-milik kolektif itu?

Petani desa itu BEKERJA lebih giat, lebih KERAS, ... sepenuhnya untuk mereka 
sendiri, bukan untuk kapitalisme! Mereka-mereka itu, PETANI-PETANI sendirilah 
menjadi kapitalis-kapitalis didesa itu! Dan mereka merasakan hasil kerja keras 
mereka setiap tahun itu dengan ketambahan BONUS yg didapat untuk meningkatkan 
kesejahteraan mereka sendiri! Koperasi-desa itulah yang mengurusi dan 
menanggung pendidikan anak-anak dan kesehatan setiap warga desa, ... Itulah yg 
terjadi sekarang di Tiongkok! Tentu usaha macam ini bukan soal mudah, sangat 
BERAT! Bagaimanpunh juga harus ada resort Partai Komunis yang kuat didesa itu, 
harus ada kader-kader yang bisa berjuang dan bekerja untuk kepentingan rakyat, 
bisa mengorganisasi masa tani dalam pembagian kerja produksi dengan 
sebaik-baiknya dan mengerti teknologi pertanian, perkebunan, peternakan yang 
dijalankan, ... Jadi, nampak terakhir ini PKT juga berusaha menggerakkan 
sarjana muda bersedia turun kedesa-desa terbelakang membantu mengentaskan 
kemiskinan, mendorong kader-kader Partai, termasuk TPRT pensiunan bisa 
menyumbangkan sisa-hidupnya untuk ikut membantu mengentaskan kemiskinan 
didesa-desa terbelakang itu, ... Juga nampak beberapa tahun terakhir ini 
pemerintah Tk mengajak konglomerat-konglomerat bersedia investasi menanamkan 
modal membuka usaha didesa-desa trerbelakang itu, ... Menyelesaikan TUGAS MULIA 
membebaskan lebih 30 juta rakyat yang masih terbelenggu kemiskinan, yang masih 
tersisa itu! Mudah-mudahan saja target membebaskan kemiskinan, bahkan Xi berani 
bilang tidak seorangpun boleh tertinggal melarat bisa selesai ditahun 2020 
nanti! RRT memasuki masyarakat sedikiit makmur, ...

Salam,
ChanCT


From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 
Sent: Sunday, January 28, 2018 3:19 AM
To: [email protected] ; DISKUSI FORUM HLD ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; 
Daeng ; Harry Singgih ; Farida Ishaja ; Gol ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; 
[email protected] ; Ronggo A. ; Billy Gunadi ; Oman Romana ; Harsono Sutedjo 
; [email protected] ; Sie Tik Tan ; Sahala Silalahi ; Tjoa ; Andreas Sungkono ; 
GELORA_In ; Nunu Nugroho 
Subject: Re: [temu_eropa] Re: [GELORA45] Kutukan terhadap penahanan seorang 
pemimpin mahasiswa maois Universitas Peking

  
Sudah tentu orang remo pro-kapitalis seperti kamu tidak akan mengerti apa yang 
diperjuangan kaum Maois di Tiongkok!!! Buat kalian penghisapan dan penindasan 
adalah hal yang NORMAL dan harus DITERIMA!!   Kesenjangan yang begitu menganga 
besar antara para bilyuner dan kaum buruh dan tani yang ada di jenjang paling 
bawah piramid sosial adalah kenyataan yang bersifat "kriminal"!!! Oxfam saya, 
yang bukan orang-orang komunis, dapat merasakan "horror" nya kesenjangan yang 
begitu jahat!!  Di negara-negara welfare Eropa Barat yang penghisapannya begitu 
"lembut" saja, tetap ada orang-orang dan kaum pemuda dan organisasi komunis dan 
Maois  yang berjuang untuk Sosialisme... Karena mereka mengerti kemakmuran 
material yang mereka nikmati berasal dari penghisapan dan penindasan terutama 
rakyat negeri Dunia Ketiga dan juga rakyatnya sendiri. Memang tidak ada orang 
kelaparan, tapi banyak sekali kaum pemuda yang bekerja sekarang, mereka bekerja 
dengan gajih jauh lebih rendah dan yang penting lagi mereka hidup dengan 
INSECURITY. Kamu tidak akan pernah mengerti bagaimana orang Tkk dulu di jaman 
Mao , walaupun secara material masih belum kecukupan seluruhnya, tapi mereka 
hidup dengan SECURITY, mereka merasa 'AMAN", mereka tahu tidak akan 
diperlakukan secara sewenang-wenang, tidak akan dipukuli atau disiksa. Yang 
paling penting mereka tahu para pemimpin komunisnya yang bersama Mao bekerja 
sepenuhnya buat kepentingan mereka. Mereka merasa dilindungi negara!! Orang 
remo seperti kamu tidak mengerti arti hidup dengan 'security', bekerja sepenuh 
hati untuk tanah air sosialis, orang rela mengorbankan dirinya untuk 
sosialisme. Tapi orang remo seperti kamu, memandangnya sama seperti 
penghisapan!!! Bayangin!! Kamu sudah tidak mampu membedakan kerja keras 
membangun sosailisme dengan TERPAKSA KERJA KERAS untuk hidup di kapitalisme!!! 
Orang hanya bisa menggeleng-geleng kepala saja, ketika membaca pendapatmu yang 
menyamakan kerja keras di sosailisme jaman Mao dengan kerja keras di 
kapitalisme!!!




On Saturday, January 27, 2018 3:56 AM, "'Chan CT' [email protected] 
[temu_eropa]" <[email protected]> wrote:




  
Lalu, ... APA yg sedang DIPERJUANGKAN tokoh dibilang Maois, Zhang Yunfan dengan 
ngumpukan massa demonstrasi ini sampai ditangkap dan PANTAS dibela??? 


From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 
Sent: Saturday, January 27, 2018 3:36 AM
To: Yahoogroups ; DISKUSI FORUM HLD ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Daeng ; Harry 
Singgih ; Farida Ishaja ; Gol ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; [email protected] 
; Ronggo A. ; Billy Gunadi ; Oman Romana ; Harsono Sutedjo ; [email protected] ; 
Sie Tik Tan ; Sahala Silalahi ; Tjoa ; Andreas Sungkono ; GELORA_In ; Nunu 
Nugroho 
Subject: [GELORA45] Kutukan terhadap penahanan seorang pemimpin mahasiswa maois 
Universitas Peking

  
Sayang beritanya dalam bahasa Spanyol. Pada pokoknya memberitakan tentang surat 
dari sebuah grup intelektual  yang mengutuk persekusi terhadap pengikut Maoisme 
di Tkk dan menuntut dibebaskannya seorang tamatan Universitas Peking (Beida, 
universitas di mana bung Burhan belajar ekonomi politik dan Marxisme ) Maois, 
Zhang Yunfan, umur 24 tahun. Zhang dituduh "mengumpulkan orang-orang untuk 
mengganggu ketertiban umum". Masih mau berkaok-kaok pimpinan PKT dan RRT 
revisionis-kapitalis menghormati Mao dan mengikuti ajarannya???? Potret dan 
patungnya masih belum ditum bangkan, tapi sudah sejak lama dikhianati ajaran 
dan karya besarnya yang dibangun bersama rakyat Tkk, yaitu Sosialisme tanpa 
embel-embel!!! Qian Liqun (ahli kritik sastra dan kebudayaan post-Mao dan 
mantan prof. di Univ. Peking), Kong qingdong, juga mengajar di universitas dan 
Fan Jinggang, pendiri toko buku Wuyou, termasuk yang menandatangani surat tsb.
Lambat laun kelas buruh akan meningkatkan kesadarannya.... Dan saya yakin 
seyakin-yakinnya, begitu kelas buruh mencengkam senjata ideologinya, yaitu 
fikiran Mao Tsedong/Maoisme, semua kaum kapitalis komprador dan birokrat dan 
pengkhianat revisionis akan mereka hancurkan!!!! Itu adalah hukum perkembangan 
masyarakat!!! Dalam hal ini Mao dan guru-guru M-L tidak pernah salah!!!! Dimana 
ada penghisapan dan penindasan, di situ pasti timbul perlawanan!!! Tak ada 
pengorbanan yang sia-sia!!


25 DE ENERO DE 2018
Denuncian la detención de un líder estudiantil maoísta de la Universidad de 
Pekín por las autoridades chinas.
Una carta de un grupo de universitarios e intelectuales de la Universidad de 
Pekin denuncia la persecución del maoísmo en China y pide la liberación del 
estudiante maoísta, Zhang Yunfan. 


El graduado de la Universidad de Pekín, Zhang Yunfan, de 24 años, fue arrestado 
en una sesión de lectura maoísta el pasado 15 de noviembre, como se explica en 
la carta publicada en el periódicoSouth China Morning Post. 


El líder estudiantil fue acusado de "reunir a una multitud para alterar el 
orden público", después de expresar su opinión sobre "ciertos acontecimientos 
históricos", según la explicación de las autoridades, agregando que había sido 
encerrado en un lugar no especificado y que permanecerá detenido durante seis 
meses. Los citados "acontecimietnos" se refieren a la galopante precarización 
de las condiciones del proletariado chino frente al creciente aumento de los 
beneficios de los, también crecientes en número, capitalistas chinos.

Uno de los signatarios de la carta es Qian Liqun, un experto en crítica 
literaria y cultural post-Mao, y un profesor jubilado de la Universidad de 
Pekín.. Otros de los intelectuales maoístas firmantes son Kong Qingdong, quien 
también enseña en la universidad, y Fan Jinggang, el fundador de la librería 
Wuyou, muy popular entre los maoístas chinos. 

Se sabe que Zhang, como muestran algunas fuentes de internet, lidero a un grupo 
de estudiantes de la Universidad de Pekín en una visita al lugar de nacimiento 
de Mao Zedong, y que allí rindieron homenaje al fundador de la República 
Popular China, y se sospecha que esto pudo desencadenar su arresto.

Un testimonio, que hizo declaraciones bajo condición de anonimato por temor a 
represalias, contó que a Zhang le preocupaban mucho las malas condiciones de 
los trabajadores inmigrantes en China y que en el pasado se había ofrecido 
voluntario para enseñar a niños en áreas desfavorecidas. Parece estar vinculado 
a movimientos maoistas.
     
      Zhang Yunfan, líder estudiantil maoista

     

Uno de los movimientos maoistas más conocidos en Occidente es el Partido 
Comunista Maoísta de China- Se trata de un partido comunista clandestino 
antirrevisionista de la República Popular de China que sigue el 
marxismo-leninismo-maoísmo . El PCMCh buscaba sustituir al " bloque gobernante 
revisionista dentro del Partido Comunista Chino " (PCCh), cuyas reformas desde 
la muerte de Mao han "restaurado las condiciones sociales capitalistas ". 
Siguiendo este objetivo, PCMCh pretende iniciar una "segunda revolución 
socialista " para restablecer la dictadura del proletariado. 

El PCMCh fue fundado el 28 de noviembre de 2008 y ha reunido miembros y 
seguidores, en un estado no confirmado, que se extiende por miles en las 
tierras rurales de China, entre los trabajadores y campesinos descontentos con 
la precarización de las condiciones laborales y el auge de las grandes empresas 
capitalistas en el país, creciendo el porcentaje de medios de producción en 
manos privadas año a año. 

Surgió desde dentro del propio PCCh. En 2007, diecisiete miembros del PCCh, 
desde oficiales retirados, oficiales militares y académicos, emitieron una 
carta pública al PCCh instando al final de las reformas procapitalistas y para 
volver al " Pensamiento Mao Zedong ". Esto se convirtió en una conmoción 
significativa para las mentes de la clase obrera china, ya que mostraba que el 
creciente descontento dentro del PCCh no era solo por los que vivían en las 
calles y tierras rurales de China, sino también por aquellos que habían 
trabajado estrechamente con los del PCCh. 

Finalmente, el PCMCh, debido a las persecuciones, no se desarrolló como 
partido, aunque movimientos maoístas similares se extienden por China conforme 
el capitalismo se va desarrollando en el país y empeoran las condiciones 
sociales y laborales de los trabajadores y campesinos.


Los maoístas critican el actual sistema económico y político de China, que 
traiciona la visión de Mao Zedong y de la clase obrera china de una economía 
socialista. También denuncian las reformas proclives a la economía de mercado 
del país, causante de una creciente brecha de riqueza y de una creciente 
corrupción.

El apoyo al movimiento maoísta ha crecido en los últimos años y, como 
resultado, sus reuniones son vigiladas de cerca por las autoridades. Sin 
embargo, la persecución del maoísmo en China no puede hacerse tan abiertamente 
como el gobierno y sus , porque, en contra de la élite del PCCh y de la 
creciente burguesía china (recordemos que hoy China es el segundo país en 
número de multimillonarios), un gran número de trabajadores y campesinos se 
sigue considerando maoista y rechazan las reformas hacia el capitalismo de la 
aburguesada dirigencia comunista dirigida por Deng Xiaoping y Xi Jimping.

Tal y como se afirma en el artículo de B.N. Turner, Capital financiero en 
China, "Todo este desarrollo del capitalismo chino, hoy primera potencia 
mundial también financiera, se ha desarrollado desde que Den Xiaoping y sus 
acólitos, a los que ya Mao había desenmascarado como los “defensores del camino 
capitalista”, lanzaron la “buena nueva” de que “hacerse rico es glorioso”, 
comenzando a llenarse el Partido de los seguidores de lo que se conoce como 
xiahai (que se podría traducir como “zambullirse en el mar de la empresa 
privada“), también conocidos como “capitalistas rojos“".

Recordamos también que recientemente un grupo de estudiantes chinos en Berlín 
denunciaban, en una entrevista traducida por este blog y Victoria de los 
Oprimidos y Explotados, que " En China hay una enorme explotación y un gran 
desarrollo del capitalismo / imperialismo. Pocos chinos saben que una gran 
cantidad de capital chino está en el extranjero. Hay muchas protestas y 
huelgas. Las masas a menudo luchan espontáneamente y sin un liderazgo claro 
contra los capitalistas. Los verdaderos comunistas participan junto a ellos en 
su esfuerzo. Muchos capitalistas no llaman a la policía, sino que llaman a la 
mafia, simplemente porque es más barato. Existe una alta tasa de personas sin 
hogar; muchos duermen en estaciones de ferrocarril o edificios vacíos (...) Sin 
embargo, no podemos ni debemos ser demasiado abiertos con muchas de nuestras 
posiciones... La represión hoy es enorme en China. Tenemos reuniones de 
formación de forma clandestina y además, organizamos una escuela nocturna para 
trabajadores universitarios y empleados".
Dalam wawancara dengan sebuah grup siswa Tiongkok di Berlin, mereka mengemukakan
Di Tiongkok  penghisapan terjadi besar-besaran dan kapitalisme / imperialisme 
berkembang pesat. Hanya sedikit orang Tkk yang tahu banyak modal Tkk ditanam di 
luar negeri. Terjadi banyak protes dan pemogokan. Massa sering berjuang secara 
spontan melawan kaum kapitalis  tanpa pimpinan yang jelas. Kaum komunis sejati 
ikut serta dalam perjuangan mereka. Banyak kapitalis tidak memanggil polisi, 
tapi memanggil mafia, karena lebih murah. Banyak sekali orang yang tak punya 
tempat tinggal ; banyak tidur di stasiun kereta api atau bangunan kosong (...) 
Namun, kita tidak bisa dan tidak boleh terlalu membuka posisi kita. Penindasan 
dewasa ini sangat besar di Tiongkok. Kami mengadakan pertemuan pelatihan di 
bawah tanah dan kami juga menyelenggarakan sekolah malam untuk para pekerja 
universitas dan pegawai ".


Las diferencias, pues, son cada vez menos entra la República Popular China y 
los países tradicionalmente capitalistas, situación que sufren cada vez más los 
trabajadores y campesinos y los defensores del socialismo y de un Partido 
Comunista al servicio de la clase obrera y no al del mercado






Kirim email ke