Heheee, ... ini nenek jadi seperti anjing galak yang bisanya menggongong dan sudah atidak lagi mampu menggigit! Bisanya hanya memaki REMO, anti-Lenin, Anti-Mao, ... dengan kutipan-kutipan saja, tanpa bisa menjelaskan dan membuktikan perjuangan pemikiran dalam melihat situasi objektif masyarakat ketika itu yang terjadi. Bukankah setiap perbedaan pikiran yang terjadi itu dasarnya atau hakekatnya adalah perbedaan dalam menilai/melihat kekutan musuh dan kekuatan diri sendiri? Begitulah orang HARUS menjawab pertanyaan tepatkah dimulai Revolusi Sosialis? Sekalipun sebelumnya tentu harus ada kesepakatan lebih dahulu apa dan bagaimana Revolusi Sosialis itu. Dan, ... hendaknya kita bisa berpikir dengan KEPALA DINGIN yang jernih, TIDAK asal tuduh dan maki lawan pendapat adalah anti-Lenin, anti-Mao dsb., ...! Tak guna itu semua, karena KEBENARAN tetap harus dibuktikan dalam PRAKTEK! Bukan siapa yang mengatakan! Itulah sikap saya, ...!
Ketua Mao sejak awal sudah TEGAS mengatakan untuk masyarakat Tiongkok yang masih 1/2 jajahan, 1/2 feodal, dan masih sangat terbelakang dan miskin, dengan berani menyatakan BELUM BISA melancarkan Revolusi Sosialis, masih ndalam tingkat Revolusi Borjuasi Nasional dan karena sekarang dibawah pimpinan PKT jadi Revolusi Demokrasi Baru. Dan, ... ingat, karena ketika itu pimpinan PKT banyak dipengaruhi Komintern yg menentukan, pemikiran GEMILANG ketua Mao ini baru berhasil dimenangkan didalam Partai Komunis Tiongkok ditahun 1945. Sejak itulah daerah basis-revolusioner yang dibentuk tidak lagi dinamakan daerah basis negara Sovyet, tapi daerah bais revolusioner dan negara yang dibentuk dan diproklamasikan pada 1 Oktober 1949, bukan Negara Sovyet tapi Republik Rakyat Tiongkok yang masih memperkenankan kapitalis hidup dan berkembang! Saya yakin begitu juga sebenarnya pertentangan perbedaan pendapat yang terjadi antara Bolsyewiek dan Mensyewiek, ... perbedaan dalam menilai situasi dan menemukan jalan keluar pemecahannya saja! Orang boleh saja menuduh hakekat perbedaan pembelaan klas, tapi dalam kenyataan kedua belah pihak berjuang dengan pemikirannya yang tentu masing-masing anggap paling benar untuk memperbaiki kehidupan klas Buruh/Pekerja. Diawal 50 tahun dengan kemenangan Rev. Oktober Lenin menunjukkan KEUNGGULAN, hanya saja sayang akhirnya harus diakui akibat dari KESALAHAN yg terjadi USSR terjungkel dengan sendirinya, dengan sangat tragis PKUS dicampakkan Rakyat! Sebaliknya kelompok Mensyewiek yang jalankan Sosial-Demokrat itu masih bertahan sampai sekarang, dan dengan kekurangan/kesalahan yang ada, dalam batas-batas tertentu tetap bisa dikatakan yang berhasil meningkatkan kesejahteraan Buruh/Pekerja di Eropah barat-utara! Kehidupan rakyat yang jauh lebih makmur ketimbang negara-negara yang dinamakan sosialis dimasa Lenin-Stalin itu, ... Tapi itulah menurut saya, setiap pemikiran ada salah juga ada benarnya, tidak bisa dimutlakkan Lenin/Bolsyewiek BENAR seluruhnya dan tidak ada salahnya, sebaliknya Mensyewiek salah sepenuhnya! Dalam kenyataan baik Lenin, Stalin, Mao maupun Deng dengan segala kegenialan yang ada, TETAP adalah manusia-manusia NORMAL yang bisa berbuat KESALAHAN! BUKAN DEWA2 yang tidak bisa berbuat KESALAHAN dan boleh dikritik! Atau kalau mengkritik dituduh anti-Lenin, anti-Stalin dan anti-Mao, ... Berbicara masalah hak-milik, ... kapan dan sebatas mana hak-milik perseorangan harus dibasmi menurut ajaran komunis? Sebagaimana dalam Manifes Komunis yang bisa dinyatakan dengan tandas dalam satu kalimat: “TUJUAN KOMUNIS membasmi Hak-milik Perseorangan!”, banyak diperbincangkan di Tiongkok dengan berbagai penafsiran. Sebenarnya apa yang dimaksudkan Marx hak-milik perseorangan dalam Manifes Komunis itu? Apakah bisa dan mungkin hak-milik perseorangan dibasmi begitu saja??? Jelas masalah hak-milik atas sumberdaya produksi yang menentukan perbedaan Sosialisme dan Kapitalisme, khususnya hak-milik atas TANAH! Begitu perjuangan selama lebih 150 tahun ini, berkutat pada masalah hak-milik atas TANAH dan kekayaan bumi-alam. Lalu bagaimjana dengan kapital? Dimana salahnya kapital jadi milik perseorangan dan kenapa harus dibasmi dan dirampas jadi milik negara? Disinilah menurut saya kesalahan Lenin yg kemudian segera dikoreksi ditahun 1921 dengan NEP, kembali memperkenankan kapitalis hidup/berkembang, dengan jalankan prinsip kapitalisme Negara. Dimana Negara Sovyet yang telah berkuasa mengendalikan pertumbuhan kapitalis. Hanya saja sayang, Stalin segera mengembalikan basmi kapitalis perseorangan tidak lama setelah Lenin meninggal. Dan ternyata KESALAHAN ini diikuti Mao yg terburu nafsu berkeinginan membawa masyarakat Tiongkok memasuki sosialis ditahun 1956, mulai membasmi kapitalis perseorangan dan membentuk komune-rakyat didesa-desa. Kesalahan inilah yang oleh Deng dikoreksi ditahun 1980, kembali memperkenankan kapitalis hidup/berkembang dgn kebijakan Reformasi dan Keterbukaan. Dan, sekalipun juga terjadi kesalahan-kesalahan, kebablasan disana sini, namun kenyataan yang bisa kita saksikan bersama, dalam waktu 30 tahun lebih pertumbuhan ekonomi nasional Tiongkok sangat dahsyat, ... Artinya, RRT dengan kembali memperkenankan kapitalis perseorangan tumbuh/berkembang, disamping itu TETAP mempertahankan BUMN sebagai yg utama dan menentukan ekonomi nasional, juga mengembangkan hak-milik kolektif tumbuh berkembang lebih baik, khususnya didesa-desa, ... bukankah ini membuktikan hak milik KAPITAL perseorangan tidak seharusnya dibasmi, setidaknya ditingkat perjuangan dimana kita baru memasuki tahap pertama Revolusi Sosialis. Kalau itu hendak dikatakan revolusi, karena dalam kenyataan yang dijalankan hanyalah reformasi saja. Memperkenankan sementara orang kaya lebih dahulu, ... Dan, sekarang RRT menjadi ancaman terbesar bagi AS, begitu akhirnya Trump harus dgn tegas mengambil posisi “MENDAHULUKAN” AS melindungi kapitalis domestik yg nyaris kalah saing dengan Tiongkok! Salam, ChanCT From: Tatiana Lukman Sent: Sunday, January 28, 2018 9:19 PM To: Chan CT ; [email protected] ; DISKUSI FORUM HLD ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Daeng ; Harry Singgih ; Farida Ishaja ; Gol ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; [email protected] ; Ronggo A. ; Billy Gunadi ; Oman Romana ; Harsono Sutedjo ; [email protected] ; Sie Tik Tan ; Sahala Silalahi ; Tjoa ; Andreas Sungkono ; GELORA_In ; Nunu Nugroho Subject: Re: [temu_eropa] Re: [GELORA45] Kutukan terhadap penahanan seorang pemimpin mahasiswa maois Universitas Peking Ha..ha ngatain orang lain dalam tempurung. Padahal justru dirinya sendirilah yang terus terkungkung dalam pengkhianatan revisionis Tiongkok. Bayangkan, masih berkoar-koar belum tiba waktunya untuk revolusi sosialis. Sedangkan Lenin tahun 1917 sudah berhasil menang dengan revolusi sosialisnya!! Stalin dan Mao juga sudah membuktikan keberhasilan dan keunggulan sistim sosialisme. Jadi si remo Chan ini ingin mundur ke jaman feodalisme Eropa!!! Sikap remo Chan PERSIS seperti orang-orang sosdem-revisionis eropa barat, yang menganggap ketika itu di Rusia belum ada syarat untuk revolusi sosialis. Simak sendiri kata-kata Lenin di bawah: Infinitely stereotyped, for instance, is the argument they learned by rote during the development of West-European Social-Democracy, namely, that we are not yet ripe for socialism, but as certain "learned" gentleman among them put it, the objective economic premises for socialism do not exist in our country. Does it not occur to any of them to ask: what about the people that found itself in a revolutionary situation such as that created during the first imperialist war? Might it not, influenced by the hopelessness of its situation, fling itself into a struggle that would offer it at least some chance of securing conditions for the further development of civilization that were somewhat unusual? "The development of the productive forces of Russia has not yet attained the level that makes socialism possible." All the heroes of the Second International, including, of course, Sukhanov, beat the drums about this proposition. They keep harping on this incontrovertible proposition in a thousand different keys, and think that it is decisive criterion of our revolution. Cukup dengan kata-kata Lenin ini untuk menunjukkan SEKALI LAGI watak revisionis, pengkhianat sosialisme dari si Chan. Bukan saja si Chan anti-Mao (walaupun dia tidak mau mengakuinya, tapi semua pandangan yang ditulis di internet ini sudah lebih dari cukup membuktikan sifat anti-Maonya), tapi juga anti-Lenin. Ya dimana salahnya saya bilang dia anti Lenin, wong sudah berkali-kali dia bilang Lenin dan juga Mao terburu-buru membabat kaum kapitalis!!!Pertanyaan saya belum pernah dijawab. Kalau dia anggap Lenin terburu-buru membabat kaum kapitalis, lalu revolusi Oktober itu revolusi apa? Dan apa bedanya dengan revolusi borjuis 1789 Perancis!??? Memang dasar otak udang si chan ini. Mao bersalaman dengan Nixon dianggap seolah-olah Mao lupa akan watak kelas kaum imperialis!!! gobloknya si Chan ini. Waktu perang melawan Jepang, Mao juga berfront dengan Chiang kai shek!! apakah itu berarti Mao melupakan watak kelas rezim chiang kai shek!!! Chan ngomong soal "perubahan sikap kapitalis/imperialis"... Ha...ha... ha itulah yang dikatakan Khrustjov, gembong remo Soviet!! Uh , dasar remo, di semua pernyataannya dan tulisan selalu tercermin KESAMAAN PANDANGAN DAN IDEOLOGINYA DENGAN REMO SOVIET DAN REMO TIONGKOK!!! Udah sana, peluklah imperailisme AS dan wakilnya, si Trump itu, kawan seideologi kamu!!! On Sunday, January 28, 2018 2:01 AM, Chan CT <[email protected]> wrote: Satu pernyataan nenek dalam tempurung yang mempertegas dirinya TIDAK MAMPU melihat dengan jernih bahwa tingkat perkembangan masyarakat didunia sekarang ini, BELUM BISA melancarkan REVOLUSI SOSIALIS yang menyasar dan menjadikan kapitalis MUSUH yang harus dibasmi! Tingkat perjuangan didunia sekarang ini, dimanapun kita berada masih HARUS melalui masyarakat KAPITALIS, ... Bersatu dan BERJUANG menghadapi kapitalis dalam KESATUAN dari segi-segi yang bertentangan, dan belum bisa membasmi kapitalis! Dan itulah sebab, Ketua Mao sendiri bisa menerima kehadiran dan bersalaman dengan Pres. Nixon di Beijing tahun 1972 itu. Artinya, bentuk perjuangan yang dijalankan juga berubah sebagaimana perubahan sikap kapitalis/imperialis itu, ... KONTRADIKSI itu tidak mesti selalu diantagoniskan, dibenturkan baku-hantam dan saling BUNUH lagi, tapi BERUBAH menjadi berjuang dalam satuKESATUAN , bersatu dan berjuang untuk merebut KESEMPATAN memperkuat diri sendiri, memperkuat kekuatan RAKYAT! Dan, ... itulah yang terjadi di Tiongkok, dan selama lebih 30 tahun ini membuktikan KEBERHASILAN dalam perjuangan menghadapi kapitalis dalam negeri bahkan juga dalam menghadapi dedengkot kapitalis dunia, AS, ... RRT yang BERHASIL mengalahkan berbagai bentuk usaha AS untuk mencekik mati RRT! RRT bukan melemah bahkan mati tercekik AS, sebaliknya sekarang nampak AS yang terpojok bahkan Trump harus lebih dahulu meengutamakan kepentingan AS sendiri, makin terdesak oleh KEMAJUAN RRT! Hanya kamu saja yang BUTA atau TIDAK BERANI melihat kenyataan objektif ini, ... atau hanya mempercayai propaganda HITAM pihak barat bahkan Falungong saja! Kamu tidak berhasil melihat bagaimana puluhan-juta petani miskin di DESA-DESA terbelakang berubah menjadi desa-desa MAKMUR, dimana warga desa menjadi PEMILIK desa itu sendiri, setelah menggabungkan KAPITAL perseorangan mereka dalam KOPERASI-DESA yang dibentuk! Jadi Tiongkok sekarang menjalankan sistem TIDAK membasmi kapital perseorangan seperti sebelumnya, sebaliknya TETAP mempertahankan kapital perseorangan itu didalam KAPITAL DESA! Kapital koperasi-desa itu merupakan gabungan dari kapital-perseorangan warga desa itu sendiri, yang HARUS DIPERHITUNGKAN dengan mendapatkan BONUS dari keuntungan produksi yang didapatkan! Pemikiran demikian inilah yang menurut saya lebih TEPAT ketimbang MEMBASMI kapital-perseorangan dimasa lalu, atau bisa juga dikatakan disinilah KESALAHAN ajaran komunis yl itu! Bukankah hak-milik kolektif itu merupakan gabungan dari hak-milik perseorangan, kalau hak-milik perseorangan dibasmi, ditiadakan, ... dimanalagi ada hak-milik kolektif itu? Petani desa itu BEKERJA lebih giat, lebih KERAS, ... sepenuhnya untuk mereka sendiri, bukan untuk kapitalisme! Mereka-mereka itu, PETANI-PETANI sendirilah menjadi kapitalis-kapitalis didesa itu! Dan mereka merasakan hasil kerja keras mereka setiap tahun itu dengan ketambahan BONUS yg didapat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri! Koperasi-desa itulah yang mengurusi dan menanggung pendidikan anak-anak dan kesehatan setiap warga desa, ... Itulah yg terjadi sekarang di Tiongkok! Tentu usaha macam ini bukan soal mudah, sangat BERAT! Bagaimanpunh juga harus ada resort Partai Komunis yang kuat didesa itu, harus ada kader-kader yang bisa berjuang dan bekerja untuk kepentingan rakyat, bisa mengorganisasi masa tani dalam pembagian kerja produksi dengan sebaik-baiknya dan mengerti teknologi pertanian, perkebunan, peternakan yang dijalankan, ... Jadi, nampak terakhir ini PKT juga berusaha menggerakkan sarjana muda bersedia turun kedesa-desa terbelakang membantu mengentaskan kemiskinan, mendorong kader-kader Partai, termasuk TPRT pensiunan bisa menyumbangkan sisa-hidupnya untuk ikut membantu mengentaskan kemiskinan didesa-desa terbelakang itu, ... Juga nampak beberapa tahun terakhir ini pemerintah Tk mengajak konglomerat-konglomerat bersedia investasi menanamkan modal membuka usaha didesa-desa trerbelakang itu, ... Menyelesaikan TUGAS MULIA membebaskan lebih 30 juta rakyat yang masih terbelenggu kemiskinan, yang masih tersisa itu! Mudah-mudahan saja target membebaskan kemiskinan, bahkan Xi berani bilang tidak seorangpun boleh tertinggal melarat bisa selesai ditahun 2020 nanti! RRT memasuki masyarakat sedikiit makmur, ... Salam, ChanCT From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] Sent: Sunday, January 28, 2018 3:19 AM To: [email protected] ; DISKUSI FORUM HLD ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Daeng ; Harry Singgih ; Farida Ishaja ; Gol ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; [email protected] ; Ronggo A. ; Billy Gunadi ; Oman Romana ; Harsono Sutedjo ; [email protected] ; Sie Tik Tan ; Sahala Silalahi ; Tjoa ; Andreas Sungkono ; GELORA_In ; Nunu Nugroho Subject: Re: [temu_eropa] Re: [GELORA45] Kutukan terhadap penahanan seorang pemimpin mahasiswa maois Universitas Peking Sudah tentu orang remo pro-kapitalis seperti kamu tidak akan mengerti apa yang diperjuangan kaum Maois di Tiongkok!!! Buat kalian penghisapan dan penindasan adalah hal yang NORMAL dan harus DITERIMA!! Kesenjangan yang begitu menganga besar antara para bilyuner dan kaum buruh dan tani yang ada di jenjang paling bawah piramid sosial adalah kenyataan yang bersifat "kriminal"!!! Oxfam saya, yang bukan orang-orang komunis, dapat merasakan "horror" nya kesenjangan yang begitu jahat!! Di negara-negara welfare Eropa Barat yang penghisapannya begitu "lembut" saja, tetap ada orang-orang dan kaum pemuda dan organisasi komunis dan Maois yang berjuang untuk Sosialisme... Karena mereka mengerti kemakmuran material yang mereka nikmati berasal dari penghisapan dan penindasan terutama rakyat negeri Dunia Ketiga dan juga rakyatnya sendiri. Memang tidak ada orang kelaparan, tapi banyak sekali kaum pemuda yang bekerja sekarang, mereka bekerja dengan gajih jauh lebih rendah dan yang penting lagi mereka hidup dengan INSECURITY. Kamu tidak akan pernah mengerti bagaimana orang Tkk dulu di jaman Mao , walaupun secara material masih belum kecukupan seluruhnya, tapi mereka hidup dengan SECURITY, mereka merasa 'AMAN", mereka tahu tidak akan diperlakukan secara sewenang-wenang, tidak akan dipukuli atau disiksa. Yang paling penting mereka tahu para pemimpin komunisnya yang bersama Mao bekerja sepenuhnya buat kepentingan mereka. Mereka merasa dilindungi negara!! Orang remo seperti kamu tidak mengerti arti hidup dengan 'security', bekerja sepenuh hati untuk tanah air sosialis, orang rela mengorbankan dirinya untuk sosialisme. Tapi orang remo seperti kamu, memandangnya sama seperti penghisapan!!! Bayangin!! Kamu sudah tidak mampu membedakan kerja keras membangun sosailisme dengan TERPAKSA KERJA KERAS untuk hidup di kapitalisme!!! Orang hanya bisa menggeleng-geleng kepala saja, ketika membaca pendapatmu yang menyamakan kerja keras di sosailisme jaman Mao dengan kerja keras di kapitalisme!!! On Saturday, January 27, 2018 3:56 AM, "'Chan CT' [email protected] [temu_eropa]" <[email protected]> wrote: Lalu, ... APA yg sedang DIPERJUANGKAN tokoh dibilang Maois, Zhang Yunfan dengan ngumpukan massa demonstrasi ini sampai ditangkap dan PANTAS dibela??? From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] Sent: Saturday, January 27, 2018 3:36 AM To: Yahoogroups ; DISKUSI FORUM HLD ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Daeng ; Harry Singgih ; Farida Ishaja ; Gol ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; [email protected] ; Ronggo A. ; Billy Gunadi ; Oman Romana ; Harsono Sutedjo ; [email protected] ; Sie Tik Tan ; Sahala Silalahi ; Tjoa ; Andreas Sungkono ; GELORA_In ; Nunu Nugroho Subject: [GELORA45] Kutukan terhadap penahanan seorang pemimpin mahasiswa maois Universitas Peking Sayang beritanya dalam bahasa Spanyol. Pada pokoknya memberitakan tentang surat dari sebuah grup intelektual yang mengutuk persekusi terhadap pengikut Maoisme di Tkk dan menuntut dibebaskannya seorang tamatan Universitas Peking (Beida, universitas di mana bung Burhan belajar ekonomi politik dan Marxisme ) Maois, Zhang Yunfan, umur 24 tahun. Zhang dituduh "mengumpulkan orang-orang untuk mengganggu ketertiban umum". Masih mau berkaok-kaok pimpinan PKT dan RRT revisionis-kapitalis menghormati Mao dan mengikuti ajarannya???? Potret dan patungnya masih belum ditum bangkan, tapi sudah sejak lama dikhianati ajaran dan karya besarnya yang dibangun bersama rakyat Tkk, yaitu Sosialisme tanpa embel-embel!!! Qian Liqun (ahli kritik sastra dan kebudayaan post-Mao dan mantan prof. di Univ. Peking), Kong qingdong, juga mengajar di universitas dan Fan Jinggang, pendiri toko buku Wuyou, termasuk yang menandatangani surat tsb. Lambat laun kelas buruh akan meningkatkan kesadarannya.... Dan saya yakin seyakin-yakinnya, begitu kelas buruh mencengkam senjata ideologinya, yaitu fikiran Mao Tsedong/Maoisme, semua kaum kapitalis komprador dan birokrat dan pengkhianat revisionis akan mereka hancurkan!!!! Itu adalah hukum perkembangan masyarakat!!! Dalam hal ini Mao dan guru-guru M-L tidak pernah salah!!!! Dimana ada penghisapan dan penindasan, di situ pasti timbul perlawanan!!! Tak ada pengorbanan yang sia-sia!! 25 DE ENERO DE 2018 Denuncian la detención de un líder estudiantil maoísta de la Universidad de Pekín por las autoridades chinas. Una carta de un grupo de universitarios e intelectuales de la Universidad de Pekin denuncia la persecución del maoísmo en China y pide la liberación del estudiante maoísta, Zhang Yunfan. El graduado de la Universidad de Pekín, Zhang Yunfan, de 24 años, fue arrestado en una sesión de lectura maoísta el pasado 15 de noviembre, como se explica en la carta publicada en el periódicoSouth China Morning Post. El líder estudiantil fue acusado de "reunir a una multitud para alterar el orden público", después de expresar su opinión sobre "ciertos acontecimientos históricos", según la explicación de las autoridades, agregando que había sido encerrado en un lugar no especificado y que permanecerá detenido durante seis meses. Los citados "acontecimietnos" se refieren a la galopante precarización de las condiciones del proletariado chino frente al creciente aumento de los beneficios de los, también crecientes en número, capitalistas chinos. Uno de los signatarios de la carta es Qian Liqun, un experto en crítica literaria y cultural post-Mao, y un profesor jubilado de la Universidad de Pekín.. Otros de los intelectuales maoístas firmantes son Kong Qingdong, quien también enseña en la universidad, y Fan Jinggang, el fundador de la librería Wuyou, muy popular entre los maoístas chinos. Se sabe que Zhang, como muestran algunas fuentes de internet, lidero a un grupo de estudiantes de la Universidad de Pekín en una visita al lugar de nacimiento de Mao Zedong, y que allí rindieron homenaje al fundador de la República Popular China, y se sospecha que esto pudo desencadenar su arresto. Un testimonio, que hizo declaraciones bajo condición de anonimato por temor a represalias, contó que a Zhang le preocupaban mucho las malas condiciones de los trabajadores inmigrantes en China y que en el pasado se había ofrecido voluntario para enseñar a niños en áreas desfavorecidas. Parece estar vinculado a movimientos maoistas. Zhang Yunfan, líder estudiantil maoista Uno de los movimientos maoistas más conocidos en Occidente es el Partido Comunista Maoísta de China- Se trata de un partido comunista clandestino antirrevisionista de la República Popular de China que sigue el marxismo-leninismo-maoísmo . El PCMCh buscaba sustituir al " bloque gobernante revisionista dentro del Partido Comunista Chino " (PCCh), cuyas reformas desde la muerte de Mao han "restaurado las condiciones sociales capitalistas ". Siguiendo este objetivo, PCMCh pretende iniciar una "segunda revolución socialista " para restablecer la dictadura del proletariado. El PCMCh fue fundado el 28 de noviembre de 2008 y ha reunido miembros y seguidores, en un estado no confirmado, que se extiende por miles en las tierras rurales de China, entre los trabajadores y campesinos descontentos con la precarización de las condiciones laborales y el auge de las grandes empresas capitalistas en el país, creciendo el porcentaje de medios de producción en manos privadas año a año. Surgió desde dentro del propio PCCh. En 2007, diecisiete miembros del PCCh, desde oficiales retirados, oficiales militares y académicos, emitieron una carta pública al PCCh instando al final de las reformas procapitalistas y para volver al " Pensamiento Mao Zedong ". Esto se convirtió en una conmoción significativa para las mentes de la clase obrera china, ya que mostraba que el creciente descontento dentro del PCCh no era solo por los que vivían en las calles y tierras rurales de China, sino también por aquellos que habían trabajado estrechamente con los del PCCh. Finalmente, el PCMCh, debido a las persecuciones, no se desarrolló como partido, aunque movimientos maoístas similares se extienden por China conforme el capitalismo se va desarrollando en el país y empeoran las condiciones sociales y laborales de los trabajadores y campesinos. Los maoístas critican el actual sistema económico y político de China, que traiciona la visión de Mao Zedong y de la clase obrera china de una economía socialista. También denuncian las reformas proclives a la economía de mercado del país, causante de una creciente brecha de riqueza y de una creciente corrupción. El apoyo al movimiento maoísta ha crecido en los últimos años y, como resultado, sus reuniones son vigiladas de cerca por las autoridades. Sin embargo, la persecución del maoísmo en China no puede hacerse tan abiertamente como el gobierno y sus , porque, en contra de la élite del PCCh y de la creciente burguesía china (recordemos que hoy China es el segundo país en número de multimillonarios), un gran número de trabajadores y campesinos se sigue considerando maoista y rechazan las reformas hacia el capitalismo de la aburguesada dirigencia comunista dirigida por Deng Xiaoping y Xi Jimping. Tal y como se afirma en el artículo de B.N. Turner, Capital financiero en China, "Todo este desarrollo del capitalismo chino, hoy primera potencia mundial también financiera, se ha desarrollado desde que Den Xiaoping y sus acólitos, a los que ya Mao había desenmascarado como los “defensores del camino capitalista”, lanzaron la “buena nueva” de que “hacerse rico es glorioso”, comenzando a llenarse el Partido de los seguidores de lo que se conoce como xiahai (que se podría traducir como “zambullirse en el mar de la empresa privada“), también conocidos como “capitalistas rojos“". Recordamos también que recientemente un grupo de estudiantes chinos en Berlín denunciaban, en una entrevista traducida por este blog y Victoria de los Oprimidos y Explotados, que " En China hay una enorme explotación y un gran desarrollo del capitalismo / imperialismo. Pocos chinos saben que una gran cantidad de capital chino está en el extranjero. Hay muchas protestas y huelgas. Las masas a menudo luchan espontáneamente y sin un liderazgo claro contra los capitalistas. Los verdaderos comunistas participan junto a ellos en su esfuerzo. Muchos capitalistas no llaman a la policía, sino que llaman a la mafia, simplemente porque es más barato. Existe una alta tasa de personas sin hogar; muchos duermen en estaciones de ferrocarril o edificios vacíos (...) Sin embargo, no podemos ni debemos ser demasiado abiertos con muchas de nuestras posiciones... La represión hoy es enorme en China. Tenemos reuniones de formación de forma clandestina y además, organizamos una escuela nocturna para trabajadores universitarios y empleados". Dalam wawancara dengan sebuah grup siswa Tiongkok di Berlin, mereka mengemukakan Di Tiongkok penghisapan terjadi besar-besaran dan kapitalisme / imperialisme berkembang pesat. Hanya sedikit orang Tkk yang tahu banyak modal Tkk ditanam di luar negeri. Terjadi banyak protes dan pemogokan. Massa sering berjuang secara spontan melawan kaum kapitalis tanpa pimpinan yang jelas. Kaum komunis sejati ikut serta dalam perjuangan mereka. Banyak kapitalis tidak memanggil polisi, tapi memanggil mafia, karena lebih murah. Banyak sekali orang yang tak punya tempat tinggal ; banyak tidur di stasiun kereta api atau bangunan kosong (...) Namun, kita tidak bisa dan tidak boleh terlalu membuka posisi kita. Penindasan dewasa ini sangat besar di Tiongkok. Kami mengadakan pertemuan pelatihan di bawah tanah dan kami juga menyelenggarakan sekolah malam untuk para pekerja universitas dan pegawai ". Las diferencias, pues, son cada vez menos entra la República Popular China y los países tradicionalmente capitalistas, situación que sufren cada vez más los trabajadores y campesinos y los defensores del socialismo y de un Partido Comunista al servicio de la clase obrera y no al del mercado
