----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: [email protected] [GELORA45] <[email protected]>Kepada: "[email protected]" <[email protected]>Terkirim: Minggu, 28 Januari 2018 20.00.17 GMT+1Judul: [GELORA45] Re: Jokowi tegaskan janjinya tak mau utang
mungkin maksud beliau itu dirinya yg tak mau utang, utang2nya (kalau ada) lunas, perkara utang negara sih mungkin salah menangkap maksud beliau saja. ---In [email protected], <ilmesengero@...> wrote : Jokowijanji tak mau utang, tetapi bagaimana dengan penjualan obligasinegara yang ramai dilakukan? Apakah juga dijanjikan APBN tidak akankekurangan anggaran?hehehehehehe https://www.merdeka.com/uang/jokowi-tegaskan-janjinya-tak-mau-utang.html Jokowi tegaskan janjinya tak mau utang Rabu, 20 Agustus 2014 21:13 Reporter :FikriFaqih Jokowi terima penghargaan Soegeng Sarjadi School of Goverment. ©2014merdeka.com/muhammad lutfhi rahman Merdeka.com - Presiden terpilih periode 2014-2019 JokoWidodo (Jokowi)kembali berjanji tidak akan menambah utang untuk memenuhi kebutuhanbelanja negara.. Caranya dengan melakukan pembekuan anggaran. "Ya penggunaan APBN itu secara efisien dan tepat sasaran.Tidak perlu ngutang," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta,Rabu (20/8). Sedangkan untuk pembayaran utang yang semakin menumpuk, Jokowimenjawab dengan enteng. "Kalau utang ya dibayar,"singkatnya. Dalam postur RAPBN 2015, pemerintahan SusiloBambang Yudhoyono masih mengandalkan pinjaman aliasutang untuk memenuhi kebutuhan anggaran yang mencatat defisit 2,32persen atau Rp 257 triliun Dalam RAPBN 2015 ada ruang untuk utang dalam negeri sebesar Rp1.621 triliun.. Sementara untuk utang luar negeri tahun depan,pemerintah bakal mencari utang baru sebesar Rp 47 triliun. Utanguntuk pinjaman program sebesar Rp 7,1 triliun dan pinjaman proyeksebesar Rp 39,8 triliun Untuk komposisi utang Indonesia saat ini, data terakhir dilansirBankIndonesia (BI), posisi utang luar negeri Indonesia padaakhir Juni 2014 sebesar USD 284,9 miliar, meningkat USD 8,6 miliaratau 3,1 persen dibandingkan akhir triwulan I-2014 sebesar USD 276,3miliar. Peningkatan posisi ULN tersebut terutama dipengaruhi olehmeningkatnya kepemilikan nonresiden atas surat utang yang diterbitkanbaik oleh sektor swasta (USD 4,2 miliar) dan sektor publik (USD 1,2miliar) serta pinjaman luar negeri sektor swasta (USD 1,6 miliar)yang melampaui turunnya pinjaman luar negeri sektor publik (USD 0,8miliar). "Dengan perkembangan tersebut, rasio ULN terhadap produkdomestik bruto (PDB) meningkat dari 32,33 persen pada triwulan I-2014menjadi 33,86 persen pada Juni 2014," ujar Direktur EksekutifDepartemen Komunikasi BI Tirta Segara, dalam siaran pers, Jakarta,Rabu (20/8). Sementara itu, debt service ratio (DSR), yaitu rasio totalpembayaran pokok dan bunga ULN relatif terhadap total penerimaantransaksi berjalan meningkat dari 46,42 persen pada triwulansebelumnya menjadi 48,28 persen pada Juni 2014. Bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya,posisi ULN meningkat USD 26,9 miliar atau 10,4 persen dari USD258,0miliar. Peningkatan tersebut terutama disumbang oleh kenaikanpinjaman luar negeri sektor swasta (USD 13,6 miliar) serta suratutang sektor publik (USD 9,4 miliar) dan sektor swasta (USD 2,6miliar). Posisi ULN Indonesia pada akhir Juni 2014 terdiri dari ULN sektorpublik sebesar USD131,7 miliar (46,2 persen dari total ULN) dan ULNsektor swasta USD153,2 miliar (53,8 persen dari total ULN). PosisiULN kedua sektor tersebut masing-masing meningkat 0,9 persen dan 5,1persen dibandingkan dengan posisi akhir triwulan I-2014 sebesarUSD130,5 miliar dan USD145,7 miliar. Ditinjau dari sektornya, posisi ULN pada akhir Juni 2014 terutamaterpusat pada sektor keuangan, industri pengolahan, dan pertambangan.Posisi ULN ketiga sektor tersebut masing-masing sebesar USD 42,6miliar (27,8 persen dari total ULN swasta), USD 30,9 miliar (20,2persen dari total ULN swasta), dan USD 27,2 miliar (17,8 persen daritotal ULN swasta). Bila dibandingkan dengan triwulan I-2014, posisiULN ketiga sektor tersebut masing-masing tumbuh 7,9 persen, 3,2persen, dan 6,7 persen. [noe
