https://nasional.tempo.co/read/1055349/survei-wahid-foundation-komunis-dan-lgbt-paling-tak-disukai?
BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_1
Survei Wahid Foundation: Komunis dan LGBT
Paling Tak Disukai
Reporter:
Arkhelaus Wisnu Triyogo
Editor:
Kodrat Setiawan
Senin, 29 Januari 2018 20:44 WIB
1 komentar
<https://nasional.tempo.co/read/1055349/survei-wahid-foundation-komunis-dan-lgbt-paling-tak-disukai?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_1#comments>
21015
# Font:
# Ukuran Font: -
<https://nasional.tempo.co/read/1055349/survei-wahid-foundation-komunis-dan-lgbt-paling-tak-disukai?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_1#font-decrease>
+
<https://nasional.tempo.co/read/1055349/survei-wahid-foundation-komunis-dan-lgbt-paling-tak-disukai?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_1#font-increase>
#
#
Survei Wahid Foundation: Komunis dan LGBT Paling Tak Disukai
<https://nasional.tempo.co/read/1055349/survei-wahid-foundation-komunis-dan-lgbt-paling-tak-disukai?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_1>
Zannuba Arifah Chafsoh atau Yenny Wahid. Dok. TEMPO/Rizki Putra
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Survei Wahid Foundation tentang tren toleransi
sosial keagamaan di kalangan perempuan muslim Indonesia menyebut
kelompok komunis <https://www.tempo.co/tag/komunisme> serta lesbian,
gay, biseksual, dan transgender (LGBT) sebagai kelompok yang paling
tidak disukai. Survei tersebut dilakukan di 34 provinsi dengan sekitar
1.500 responden pada Oktober 2017.
Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid mengatakan fenomena ini
menunjukkan adanya peningkatan retorika tentang anti-komunisme. “Ini
hubungannya isu yang dipakai untuk menyerang Presiden Jokowi (Joko
Widodo). Intinya, ini politik sekali,” ujarnya saat mempresentasikan
hasil survei di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 29
Januari 2018.
*Baca juga: Dianggap Sebarkan Komunisme, Aktivis Lingkungan Divonis 10 Bulan
<https://nasional.tempo.co/read/1053301/dianggap-sebarkan-komunisme-aktivis-lingkungan-divonis-10-bulan>*
Menurut Yenny, hasil survei ini menarik lantaran kelompok komunisme
menjadi kelompok yang terimajinasikan. Sebab, kata dia, kelompok yang
disebut komunis ini tidak termanifestasi dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini yang terimajinasikan dan tidak kelihatan, tetapi langsung
diterima,” ucapnya.
Berdasarkan survei pada Oktober 2017, kelompok komunis menjadi kelompok
paling tidak disukai dengan persentase 21,9 persen. Kelompok LGBT
mengikuti di posisi kedua dengan 17,8 persen dan kelompok Yahudi 7,1
persen. Ketiganya diikuti kelompok Kristen (3 persen), Ateis (2,5
persen), Syiah (1,2 persen), Cina (0,7 persen), Wahabi (0,6 persen),
Katolik (0,5 persen), dan Budha (0,5 persen).
Ketidaksukaan responden terhadap kelompok komunisme ini meningkat sejak
2016. Pada 2016, kelompok komunis <https://www.tempo.co/tag/komunisme>
tidak disukai dengan persentase 16,7 persen, di bawah kelompok LGBT
dengan persentase 26,1 persen.
Menurut Yenny, hasil survei ini penting karena menjadi standar mengukur
intoleransi di sebuah kelompok masyarakat. Ukurannya, kata dia, makin
banyak kelompok yang tidak disukai, makin tinggi intoleransi. “Standar
intoleransi itu diukur apakah ketika kita punya kelompok yang tidak kita
suka kita akan memberikan haknya,” tuturnya.
Yenny pun menilai perlunya mengatur ruang dialog dan komunikasi
antarkelompok tersebut. Alasannya, kata dia, untuk mengukur potensi
apakah kelompok-kelompok tersebut menjadi ancaman atau tidak. “Itu
berdasarkan variabel nyata, bukan konsep abstrak,” katanya.
------------------------------------------------------------------------
# Komunisme <https://www.tempo.co/tag/komunisme>