Kalau memang mampu, kan sudah dibantah oleh BUMN tertentu, Aneka Tambang adan pekerja Free Port ? Apa ada skema keharusan peralihan jabatan2 ke tenaga professionil Indonesia ?
2018-01-31 18:31 GMT+01:00 Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] <[email protected]>: > > > Ucapan "belum ada yang mampu" itu ya artinya tetap Freeport-lah. Jangan > mimpi diambil alih. > > Padahal Freeport sudah beroperasi sejak 60-an dan sampai sekarang belum > ada yang mampu. > > Kata2 "Kalau diserahkan ke Antam, saya yakin tidak bisa karena *expertise*-nya > tidak pernah ada" benar juga tidak ada expertise-nya karena memang belum > pernah diserahkan. Dus kata2 "belum ada expertise" itu akan selalu jadi > alasan untuk tetap dikelola Freeport. > > > ---In [email protected], <ilmesengero@...> wrote : > > > *Kalau belum atau tak ada yang mampu lantas siapa yang akan mengolahnya > jika dinasionalisasikan? Ataukah untuk kepentingan kampanye Pemilu sengaja > diisukan hiruk pikuk dan nanti seandainya berhasil diambil alih akan > disewakan oleh rezim kaum neo-Mojopahit kepada konco bin sahabat mereka. > Dengan rejeki nomplok atas nama nasionalisasi. Adakah sesuatu lain dibalik > ucapan belum ada yang mampu?* > > > https://www.jawapos.com/read/2018/01/26/184079/menteri- > jonan-belum-ada-bumn-yang-mampu-kelola-tambang-freeport > > > > Menteri Jonan: Belum Ada BUMN yang Mampu Kelola Tambang Freeport > > Jumat, 26 Jan 2018 11:16 | editor : Saugi Riyandi > > > <https://www.jawapos.com/uploads/news/2018/01/26/menteri-jonan-belum-ada-bumn-yang-mampu-kelola-tambang-freeport_m_184079.jpeg> > > konferensi pers pemerintah RI dengan Freeport Mc Moran *(Dok. > JawaPos.com)* > > Berita Terkait > > - > > Dua Tahun Digenjot, Program Listrik Jokowi-JK Baru Tercapai 1.358 MW > > <https://www.jawapos.com/read/2018/01/30/184855/dua-tahun-digenjot-program-listrik-jokowi-jk-baru-tercapai-1358-mw> > - > > Minyak Bumi Mau Habis, Gus Falah Dorong Penggunaan Energi Terbarukan > > <https://www.jawapos.com/read/2018/01/26/184074/minyak-bumi-mau-habis-gus-falah-dorong-penggunaan-energi-terbarukan> > - > > ESDM Ingin Harga Batubara Acuan Masuk Penetapan Tarif Listrik > > <https://www.jawapos.com/read/2018/01/26/184038/esdm-ingin-harga-batubara-acuan-masuk-penetapan-tarif-listrik> > > *JawaPos.com* - Kontrak PT Freeport Indonesia akan berakhir pada 2021. > Namun, pemerintah diminta untuk menunggu kontrak habis dan menguasai 100 > persen sahamnya ketimbang 51 persen perusahaan tambang asal Amerika Serikat > ini. > > Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengatakan > pemerintah harus menunjuk kontraktor asing atau perusahaan nasional jika > ingin mengambil alih pengelolaan tambang bawah tanah milik Freeport dengan > menyetop perpanjangan kontrak. > > "Kalau tidak diperpanjang (kontrak), ada yang berpandangan bisa diserahkan > ke kontraktor asing lain untuk mengelola. Tapi ada yang berpandangan > diserahkan ke PT Aneka Tambang (Antam) Tbk," ujar Jonan di Jakarta, Kamis > (25/1) malam. > > Freeport *(Dok. Jawapos.com)* > > Namun, dia pesimistis dengan kemampuan Antam mengelola tambang bawah tanah > Freeport. Sebab, belum ada pengalaman dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) > maupun perusahaan nasional mengelola tambang yang dinilai sangat kompleks > tersebut. > > "Kalau diserahkan ke Antam, saya yakin tidak bisa karena *expertise*-nya > tidak pernah ada. Karena ini adalah tambang tembaga bawah tanah yang > panjang terowongannya 700 km dan kita tidak pernah mengelola tambang > sekompleks ini. Di dunia pun, ini *one of the most complex engineering > design* yang pernah dibikin untuk tambang bawah tanah," tegas Jonan. > > Dia mengatakan, saat ini upaya pemerintah adalah menguasai 51 persen saham > Freeport Indonesia dengan harga paling wajar. Salah satu caranya dengan > membeli hak partisipasi perusahaan asal Australia, Rio Tinto di tambang > Freeport Indonesia sebesar 40 persen. > > "Sebesar 40 persen hak partisipasi ini bisa dikonversi menjadi saham pada > 2021 seiring dengan perpanjangan hak partisipasi antara Rio Tinto dan > Freeport McMoran pada periode yang sama," kata Jonan. > > > > >
