----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sunny ambon [email protected] [nasional-list] <[email protected]>Terkirim: Jumat, 2 Februari 2018 03.09.45 GMT+1Judul: [nasional-list] Strategi Rizal Ramli Terbukti Naikkan Posisi Tawar Indonesia di Hadapan Amerika dan China
http://www.mimbar-rakyat.com/detail/strategi-rizal-ramli-terbukti-naikkan-posisi-tawar-indonesia-di-hadapan-amerika-dan-china/?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook StrategiRizal Ramli Terbukti Naikkan Posisi Tawar Indonesia di HadapanAmerika dan China January31, 2018 Berita,Featured,Internasional0 MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Keputusan pemerintah Indonesiamengganti nama perairan di utara Pulau Natuna, Kepulauan Riau,terbukti berhasil menaikkan posisi tawar Indonesia di panggungregional dan global. Penamaan Laut Natuna Utara menjadi salah satu topik yangdibicarakan Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis dalamkunjungannya ke Indonesia pekan lalu. Dalam kunjungan itu, Mattisbertemu Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan RyamizardRyacudu. Menurut Mattis perairan di utara Natuna adalah sebuah fulcrumatau titik strategis yang menentukan di kawasan yang mereka sebutIndo-Pasifik. “Bagi Amerika Serikat, keberanian dan keteguhan hati Indonesiamengubah nama di perairan utara Pulau Natuna dari Laut China Selatanmenjadi Laut Natuna Utara dapat mereka gunakan sebagai pintu masukuntuk mengimbangi pengaruh Republik Rakyat China di kawasan ini,”ujar pengamat hubungan internasional dari Universitas Islam Negeri(UIN) Jakarta, Teguh Santosa, dalam keterangan kepada media (Rabu,31/1). Teguh menambahkan, klaim China atas perairan di Laut China Selatanyang dikenal dengan istilah nine dashed lines telah memicuketegangan di kawasan. Upaya China membangun pangkalan militer disebuah pulau di wilayah yang mereka klaim itu pun telah meningkatkankehati-hatian banyak negara, termasuk Amerika Serikat yang tidakingin kehilangan kontrol. “Indonesia kini berada persis di tengah dua kepentingan yangsedang berhadap-hadapan. Terlepas dari siapa yang merasa diuntungkanoleh keputusan Indonesia mengubah nama itu, pemerintah Indonesiaharus tetap mengedepankan kepentingan nasional,” tambah Teguh, yangjuga wakil rektor Universitas Bung Karno (UBK). Perubahan nama Laut China Selatan menjadi Laut Natuna Utara diperairan utara Pulau Natuna diumumkan Indonesia pertengahan tahunlalu bersamaan dengan peluncuran peta baru NKRI. Nama perairan itudiubah mengiringi penyelesaian sengketa batas wilayah antaraIndonesia dengan Malaysia dan Vietnam. Selain mengubah garis biru putus-putus menjadi garis biru utuh,Kemenko Kemaritiman juga menuliskan nama Laut Natuna Utara di utaraPulau Natuna yang masuk dalam wilayah perairan Indonesia. Teguh sebelumnya mengatakan bahwa penggunaan nama Laut NatunaUtara itu merupakan tindakan brilian, yang juga menegasakankedaulatan Indonesia, selain di saat bersamaan memperlihatkanpenghormatan kepada perdamaian dan stabilitas kawasan. Apresiasi juga disampaikan Teguh kepada mantan Menko KemaritimanRizal Ramli dan deputi Menko Kemaritiman Arif Havas Oegroseno yangmenginisiasi pembuatan peta baru NKRI dan penamaan Laut Natuna Utara. “Strategi Pak Rizal Ramli terbukti berhasil menaikkan posisitawar kita di hadapan Amerika Serikat dan China. Setelah ini, kitaharus hati-hati mengelolanya. Jangan terjebak pada kepentingan sempitsalah satu pihak, tetapi harus menjadikan kepentingan nasionalsebagai pedoman,” kata Teguh. Keputusan Indonesia mengubah nama Laut China Selatan menjadi LautNatuna Utara sempat memancing kontroversi dan protes keras dariRepublik rakyat China. Pemerintah Indonesia pun sempat terlihat goyah, sebelum akhirnyamemastikan tetap menggunakan nama baru itu. [an/kb]
