Lha kalau e-KTP tidak bermasalah, buat apa bikin sandiwara bakpao ? 2018-02-06 14:33 GMT+01:00 Marco 45665 <[email protected]>:
> *..Koruptor NOVANTO* tak habis2nya main sandiwara ..Pura2 Sakit , Pura2 > Lemah Jantung , *pura2 KAGET..*...... Tapi *jika* Kasus Proyekt E/KTP > tsb Tidak terbongkar ...., maka *Mantan KetUm. DPR R.I* dan *Mantan > KeTum GOLKAR ini dan Pejabat2 yang menjadi Komplotnya * akan sebaliknya > akan merasa TENANG dan PUAS bagaikan TIKUS DILUMBUNG PADI .... > > NOTTE: Orang yang bersalah biasanya terutama para Koruptor psychologis > Jiwanya akan selalu Resah , keget , tidak pasti, gelisah dan Tegang dan > dng segala cara berusaha pura2 Tidak Tahu dan pura2 merasa Heran ...*karena > itu semua ( justru ) adalah **Refleksi/Pancaran yang sulit dibendung > dari dalam Jiwanya yang selalu Gelisah dan Was2 ......karena remorse of > conscience (Rasa bersalah yang terpendam atau dipendam didalam Hati > Nuramninya....)* > > *Maka oleh karenanya > SUATU PENGAKUAN (MENGAKU BERSALAH ) adalah jalan > terbaik bagi PEMBEBASAN JIWA DAN PEMBEBASAN DIRINYA...* > > *Si Badu , *Pembuat Palu Hakim.... > > 2018-02-06 7:57 GMT+01:00 'Chan CT' [email protected] > [sastra-pembebasan] <[email protected]>: > >> >> >> Setya Novanto Kaget Proyek E-KTP Ternyata Bermasalah >> Reporter: Lani Diana Wijaya >> Editor: Ninis Chairunnisa >> Selasa, 6 Februari 2018 11:46 WIB >> [image: Setya Novanto Kaget Proyek E-KTP Ternyata Bermasalah] >> <https://nasional.tempo.co/read/1057857/setya-novanto-kaget-proyek-e-ktp-ternyata-bermasalah> >> >> *Terdakwa kasus korupsi e-ktp Setya Novanto di Pengadilan Tipikor, >> Jakarta, 5 Februari 2018. TEMPO/Maria Fransisca Lahur* >> >> TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa kasus korupsi kartu tanda penduduk >> elektronik atau e-KTP Setya Novanto >> <https://www.tempo.co/tag/setya-novanto> mengatakan dirinya baru >> mengetahui proyek tersebut bermasalah dari keterangan seorang saksi di >> persidangan. Hal tersebut ia ungkapkan saat menjalani sidang di Pengadilan >> Tindak Pidana Korupsi. >> >> Setya mengetahui Kementerian Dalam Negeri melakukan efisiensi anggaran >> proyek e-KTP. Anggaran yang tadinya sebesar Rp 6,6 triliun pada pembahasan >> di 2009, turun menjadi Rp 5,8 triliun. Setya mengklaim tak tahu-menahu >> ihwal teknis proyek itu. >> >> Baca: Setya Novanto Tunjukkan Buku Catatan Tertulis Nama Nazaruddin >> <https://nasional.tempo.co/read/1057507/setya-novanto-tunjukkan-buku-catatan-tertulis-nama-nazaruddin> >> >> Mantan Ketua DPR ini pun baru mengetahui bahwa ada pelanggaran dalam >> pengadaan e-KTP setelah mendengar kesaksian Direktur Penanganan >> Permasalahan Hukum Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah >> (LKPP) Setya Budi Arijanta pada Kamis, 1 Februari 2018. "Justru kita baru >> tahu, kaget juga," ujar Setya pada Senin, 5 Februari 2018. >> >> Sementara itu, pengacara terdakwa Setya Novanto, Firman Wijaya, >> menyatakan sejauh ini tidak ada bukti signifikan yang menunjukkan >> keterlibatan kliennya dalam meloloskan anggaran proyek e-KTP. Sebab, hingga >> saat ini para saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) KPK tak >> membuktikan seperti apa peran Setya. >> >> "Fakta-faktanya beliau sampai saat ini tidak dalam posisi menentukan >> penganggaran atau penetapan, karena itu di wilayah Komisi II DPR dan >> Kementerian Dalam Negeri," kata Firman. >> >> Baca: Setya Tulis Nama Ibas di Catatannya, Demokrat: Serangan Ngawur >> <https://nasional.tempo.co/read/1057819/setya-tulis-nama-ibas-di-catatannya-demokrat-serangan-ngawur> >> >> Hingga saat ini, pemeriksaan saksi untuk Setya telah dilakukan sebanyak 8 >> kali. Sidang pemeriksaan saksi digelar sejak Kamis, 11 Januari 2018. >> >> Pada Kamis pekan lalu, jaksa menghadirkan enam saksi. Tiga di antaranya >> adalah mantan Ketua Komisi Pemerintahan DPR Chairuman Harahap, advokat >> Hotma Sitompul, dan Direktur Penanganan Permasalahan Hukum Lembaga >> Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) Setya Budi Arijanta. >> >> Budi menyatakan, proyek e-KTP sarat pelanggaran sedari awal. Namun, hasil >> rapat antara LKPP, Kementerian Dalam Negeri, dan Staf Wakil Presiden saat >> itu Sofyan Djalil memutuskan proyek e-KTP harus dilanjutkan. >> >> Setya didakwa jaksa penuntut umum KPK berperan dalam meloloskan anggaran >> proyek e-KTP di DPR pada medio 2010-2011 saat dirinya masih menjabat >> sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar. Atas perannya, Setya Novanto >> <https://www.tempo.co/tag/setya-novanto> disebut menerima total fee >> sebesar US$ 7,3 juta. Dia juga diduga menerima jam tangan merek Richard >> Mille seharga US$ 135 ribu. Setya Novanto didakwa melanggar Pasal 2 dan 3 >> Undang-Undang Nomor 31 tentang Tindak Pidana Korupsi. >> >> >> > >
