*Apakah menurut ulama-ulama yang melekat pada langit biru berawan hitam
tebal, ditolak LGBT dan Valentine Day karena diciptakan  oleh seythan
iblis, jadi barang siapa yang setuju dengan LGBT dan Valentine akan
dipanggang di neraka seperti sate Madura. *



*Suara malaekat Jibrael bilang ulama-ulaama ini takut kehilangan pengaruh,
karena pengaruh adalah sumber kehidupan mereka, jadi sering
menakut-nakutkan umat dengan neraka. hehehehehe*


http://www.suara-islam.com/read/kabar/nasional/25062/Tabligh-Akbar-GNPF-Ulama-Bogor-Jaga-Ulama-Tolak-LGBT-dan-Valentine-Day


*Tabligh Akbar GNPF Ulama Bogor: Jaga Ulama, Tolak LGBT dan Valentine Day*

11 Februari 19:30 | Dilihat : 64

[image: Tabligh Akbar GNPF Ulama Bogor: Jaga Ulama, Tolak LGBT dan
Valentine Day] Ustaz Dadang Holiyullah, pembawa acara Tabligh Akbar GNPF
Ulama Bogor

*Bogor (SI Online)* - Gerakan Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) Bogor Raya
menggelar Tabligh Akbar mengajak umat Islam bersatu menjaga ulama, menolak
LGBT dan hari Valentine.

Dalam acara yang digelar di Masjid Raya Al Muttaqin, Kota Bogor itu, Ketua
GNPF Ulama Bogor Raya Ustaz Iyus Khaerunnas mengatakan pihaknya akan terus
menguatkan barisan dalam menyikapi berbagai persoalan umat.

“Karena itu, seluruh komponen harus bersama-sama bergandengan tangan
berjuang menjaga agama dan masyarakat dari hal-hal yang merusak,” katanya,
Ahad (11/2/2018).

Sementara itu, dalam ceramahnya, ketua umum Forum Jurnalis Muslim (Forjim)
Dudy Sya’bani Takdir mengungkapkan beberapa data soal pertumbuhan LGBT di
Bogor dan kota sekitarnya.

“Data dari Dinas Kesehatan Bogor, ada 1.330 pria yang homoseksual. Itu
belum termasuk yang lesbian. Jadi kita ini sudah ada di zona merah LGBT,”
kata dia.

Untuk itu, Dudy mengajak masyarakat agar senantiasa waspada dan menjaga
anak-anak dari incaran predator seksual.

Lebih lanjut, dia juga mengajak umat kembali membaca media Islam. Karena
Media Islam lah yang selama ini mengawal dan melakukan pembelaan terhadap
ulama dan agenda umat Islam.

“Kalau serius ingin berjuang menjaga ulama dan menghapuskan LGBT, mari
kembali ke media Islam. Karena rasanya hanya di media Islam lah ada
berita-berita pembelaan terhadap ulama. Mari hijrah dan bersama membesarkan
media Islam,” ajaknya.

Senada dengan ajakan itu, Habib Mahdi Assegaf juga menegaskan agar umat
Islam tidak lagi malu mensyiarkan ajaran dan agenda-agenda keislaman.

“Sudah saatnya kita mendzaharkan syiar-syiar Islam, jangan ngumpet-ngumpet
lagi. Bikin acara yang besar sekalian biar orang tahu kekuatan umat Islam,”
tegasnya.

Habib Mahdi juga menekankan pentingnya persatuan umat untuk kembali meraih
kejayaan Islam dan menjaga NKRI.

“Tinggalkan itu perbedaan *furuiyyah* (cabang), udah gak zaman berdebat
karena perbedaan pendapat. *Ahlussunnah wal jamaah* harus bersatu menjaga
agama dan negeri yang kita cintai ini,” katanya.

Acara yang bertemakan “Umat Bersatu, Jaga Ulama, Hadang LGBT dan Jauhi
Valentine Day” itu dihadiri banyak Ulama dan tokoh masyarakat, antara lain
Habib Mahdi bin Hamzah Assegaf (Pimpinan Majelis Syababul Khair), KH Roudl
Bahar (Pembina GNPF Ulama), Ustaz Asep Syaripudin (Ketua API Jabar), Ustaz
Iyus Khaerunnas (Ketua GNPF Ulama Bogor), Ustaz Abdul Halim (Ketua DDII
Kota Bogor), Ustaz Wilyudin Dhani (Komunitas Pecinta Rukyah), Ustaz Iwan
Januar (Pemerhati Keluarga Muslim), Ustaz Burhan (FPI Bogor), Ustaz Hasri
Harahap (Ketua FUI Bogor), Ustaz Deni Rahmat (HASMI Bogor), DudY Sya’bani
Takdir (Ketua Umum Forjim), Ustaz Amirudin Abu Fikri (Khairu Ummah) dan
lainnya.

Tabligh Akbar yang dipandu Ustaz Dadang Holiyullah itu juga dihadiri Wakil
Wali Kota Bogor Usmar Hariman.

Kirim email ke