Wah kalau jadi…..kayaknya kas ne…. akan tersisa ampasnya saja

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Tuesday, February 20, 2018 10:30 PM
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Rommy: Jokowi Tanya, Kalau Gandeng Prabowo 
di Pilpres Bagaimana?





Mereka itu-itu saja menduduki kursi empuk pemberi rejeki nomplok. Untuk melihat 
video, click situs :



http://news.liputan6.com/read/3304056/rommy-jokowi-tanya-kalau-gandeng-prabowo-di-pilpres-bagaimana

Rommy: Jokowi Tanya, Kalau Gandeng Prabowo di Pilpres Bagaimana?



Felek Wahyu<http://www.liputan6.com/me/felek.wahyudi>

20 Feb 2018, 14:09 WIB



[romy]<http://news.liputan6.com/read/3304056/rommy-jokowi-tanya-kalau-gandeng-prabowo-di-pilpres-bagaimana>Ketua
 Umum DPP PPP Romahurmuziy saat membekali kadernya agar memenangkan pasangan 
Ganjar Pranowo-Yasin. (foto: Liputan6.com / felek wahyu)

Liputan6.com, Semarang - Pemilihan Presiden (Pilpres) segera digelar pada 2019. 
Siapa saja yang akan menjadi calon wakil presiden mendampingi Jokowi sudah 
bermunculan. Salah satu yang diwacanakan adalah Ketua Umum Partai Gerindra 
Prabowo Subianto.

Ketua Ketua Umum DPP Partai Persatuan 
Pembangunan<http://pilkada.liputan6.com/read/3223392/ppp-sumut-belum-satu-suara-dukung-pasangan-djarot-sihar>
 
(PPP<http://pilkada.liputan6.com/read/3223392/ppp-sumut-belum-satu-suara-dukung-pasangan-djarot-sihar>)
 Romahurmuziy menyebutkan bahwa Jokowi maupun Prabowo masih berkeinginan untuk 
maju dalam kontestasi orang nomor satu di Indonesia itu.

Hal itu disampaikan pria yang karib disapa Rommy itu dalam Rakerdasus 
pemenangan Pilgub Jateng 
2018<http://pilkada.liputan6.com/read/3297849/jadi-tim-sukses-ganjar-pranowo-plt-gubernur-jateng-boleh-tak-cuti>
 di Semarang, di Hotel Semesta, Jalan Plampitan, Kota Semarang, Jateng, Senin 
(19/2/2018).

"PPP<http://pilkada.liputan6..com/read/3223392/ppp-sumut-belum-satu-suara-dukung-pasangan-djarot-sihar>
 mendukung dan menyetujui jika Pak Jokowi berdampingan dengan Ketua Umum DPP 
Gerindra Prabowo Subianto," kata Rommy.

Baca Juga

  *   PPP Sumut Belum Satu Suara Dukung Pasangan 
Djarot-Sihar<http://pilkada.liputan6.com/read/3223392/ppp-sumut-belum-satu-suara-dukung-pasangan-djarot-sihar>
  *   Alasan PPP Sepakat Usung Djarot-Sihar di Pilgub 
Sumut<http://pilkada.liputan6.com/read/3222177/alasan-ppp-sepakat-usung-djarot-sihar-di-pilgub-sumut>
  *   Akhirnya PPP Koalisi dengan PDIP Usung Djarot-Sihar 
Sitorus<http://pilkada.liputan6.com/read/3221191/akhirnya-ppp-koalisi-dengan-pdip-usung-djarot-sihar-sitorus>

Usulan Rommy ini disebut tidak asal-asalan. Ada beberapa alasan. Pertama adanya 
hasil survei Indobarometer yang menyebutkan ada peluang Jokowi jika maju dalam 
pilpres bisa didampingi Prabowo.

"Saya sudah menyampaikan kepada Pak Jokowi ketika ditanya. Beliau menanyakan, 
'Mas pandangan Mas Rommy kalau saya menggandeng Prabowo bagaimana?' Sudah saya 
sampaikan tegas, 
PPP<http://pilkada.liputan6.com/read/3223392/ppp-sumut-belum-satu-suara-dukung-pasangan-djarot-sihar>
 setuju," kata Rommy.

Tiga alasan lain menyandingkan Jokowi-Prabowo adalah, pertama, untuk 
meminimalisir gesekan antar kontestan maupun antar kader, pengikut maupun 
simpatisan.

Kedua, mengurangi kemungkinan adanya penebaran kebencian. Dan ketiga, adalah 
Pilpres 2019 akan bersifat aklamasi.

"Pilpres yang bersifat aklamasi secara nasional. Itu yang paling penting," kata 
Rommy.



1 dari 2 halaman

________________________________
Merasa Sangat Dekat Dengan Jokowi

[romy]<http://news.liputan6.com/read/3304056/rommy-jokowi-tanya-kalau-gandeng-prabowo-di-pilpres-bagaimana>Ketua
 Umum DPP PPP Romahurmuziy saat membekali kadernya agar memenangkan pasangan 
Ganjar Pranowo-Yasin. (foto: Liputan6.com / felek wahyu)

Meski menyetujui ide itu, Rommy mengaku berminat menjadi wakil presiden 
mendampingi Jokowi. Ia telah menggelar sosialisasi melalui berbagai media luar 
ruang di tiap daerah.

Rommy merasa percaya diri bersaing dengan kandidat lain seperti Muhaimin 
Iskandar karena secara personal sangat dekat. Sementara Muhaimin Iskandar lebih 
banyak sosialisasi dan membentuk relawan.

"Sebagai Capres yang sudah diusung kembali empat parpol tentunya beliau sudah 
bisa menilai, siapa figur bagus yang dibutuhkan. Kita berbicara dua. Ada dua 
kebutuhan. Kebutuhan elektoral personal beliau untuk terpilih kembali dan yang 
kedua kebutuhan institusional untuk kepentingan bangsa ini. Saya kira itu," 
kata Rommy.

Meski yakin dan percaya diri, namun PPP menyerahkan kepada Jokowi kriteria 
cawapres seperti disampaikan Kyai Maimoen Zubair sebagai Ketua Dewan 
Pertimbangan Syariah DPP PPP.

"Soal personilnya siapa namanya itu sepenuhnya Pak Jokowi memiliki keleluasaan 
dan itu pasti pada saatnya dibahas partai koalisi yang mengusung beliau," kata 
Rommy.

Rommy mengaku tidak ingin menunjukan kedekatanya dengan Presiden Jokowi saat 
ini. Sebagai partai koalisi pendukung ada banyak hal yang dibicarakan antara 
dirinya dengan Jokowi terkait kondisi dan langkah politik Jokowi saat ini.

"Saya sering diajak ngomong. Saya sebenarnya, kalau dibilang sering bersama 
beliau mungkin lebih sering, dibandingkan muncul di depan publik. Kenapa? 
Sebagai pimpinan partai koalisi kita sering diajak rundingan aneka hal. Terkait 
dengan urusan nasional sering berunding. Kalau sering diajak ya silakan 
diartikan sendiri. Begitu," kata Rommy.

Saksikan video pilihan di bawah ini:




Kirim email ke