From: Noroyono 1963 [email protected] [GELORA45] Sent: Monday, March 5, 2018 6:01 AM
Pejuang Wanita (Memperingati Hari Wanita Internasional 8 Maret) Clara Zetkin, berjuang bukan demi hak-hak kaum wanita semata melainkan juga dengan tegar menentang perang antara negara negara adidaya memperebutkan tanah jajahan kawasan perampokan sumber daya alam lautan tenaga kerja murah dan hasil paksaan. Gustina Fučíková, berjuang menentang penyerbuan Nazi Jerman terhadap negerinya -- Cekoslovakia tak bertekuk lutut ketika ditangkap dan dihajar habis-habisan oleh Gestapo gerombolan makhluk berbadan orang, berjiwa binatang. Harriet Beecher Stowe, penentangannya terhadap perbudakan lewat buku "Pondok Paman Tom" telah memicu Perang Utara-Selatan yang berujung dengan pelarangan perbudakan di antero Negeri Paman Sam. Kartini, dengan menggunakan penanya demi persamaan hak kaum wanita dan laki-laki dibabatnya berbagai adat-istiadat feodal yang telah memasung kebebasan kaum wanita untuk berkiprah secara selayaknya. Soong Ching-ling, santun perilaku, halus tutur sapanya tapi di balik itu, seorang pekerja bawah tanah dengan berani dan cerdas menyelundupkan senjata dan obat-obatan demi perjuangan mengusir kaum agresor Jepang keluar dari Tiongkok, tanah air yang dicintainya. Nama nama ini hanyalah beberapa nama di antara tak terbilang banyaknya pejuang wanita yang telah berjuang di masa silam berdampingan dengan pejuang pria yang tak terhitung jumlahnya demi suatu dunia yang cerah ceria di mana kebebasan dan keadilan secara konsisten ditegakkan. Noroyono 04-03-2018
