Kisah Ganjar Pranowo menginap di rumah nenek Patonah di Tegal
 Senin, 5 Maret 2018 08:57 WIB
 
Calon Gubernur Jateng nomor urut satu Ganjar Pranowo (kedua kiri) berinteraksi 
dengan anak korban banjir saat kampanye ke lokasi banjir akibat luapan Sungai 
Dombo di Sayung, Demak, Jawa Tengah, Kamis (22/2/2018). Dalam kampanye tersebut 
Ganjar membagikan 200 paket sembako kepada korban banjir dan menyetujui usulan 
warga tentang pengadaan pompa air penyedot banjir untuk mengatasi banjir di 
wilayah itu yang akan dikoordinasikan ke pihak Balai Besar Wilayah Sungai 
Pemali-Juana. (ANTARA FOTO/Aji Styawan) ()

Tegal - (ANTARA News) - Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginap di 
rumah sederhana milik seorang nenek bernama Patonah (80) yang menderita 
penyakit stroke di Desa Balapulang Wetan, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal.

Cagub yang berpasangan dengan Calon Wagub Taj Yasin Maimoen itu tiba di rumah 
Patonah pada Minggu (4/3) pukul 22.00 WIB setelah seharian melakukan kunjungan 
ke Kabupaten Tegal.

Saat tiba, Ganjar ditemui oleh dua menantu Patonah yakni Atik Arni (38) dan 
Tasunah (53) di depan rumah.

Keduanya mengaku tidak percaya ketika mengetahui gubernur nonaktif Ganjar 
Pranowo mau menginap di rumah Patonah.

Rumah yang ditinggali Patonah dan anak-anaknya hanya berdinding papan dengan 
ruang tamu berlantai tanah, sedangkan jendela-jendela serta dinding rumah 
banyak yang berlubang.

Kamar yang ditempati Patonah tergolong sempit dan hanya terdapat tempat tidur 
dari kayu yang diatasnya terdapat kasur tipis serta beberapa perkakas dapur 
seperti seperti ember dan panci.

"Ibu menderita stroke sudah tujuh tahun terakhir ini dan tidak bisa beranjak 
dari tempat tidurnya. Kalau mandi pun terpaksa dibopong ke kamar mandi, makanya 
di kasur ada ember dan panci karena untuk wudhu ketika ibu melaksanakan salat 
di tempat tidur," terang Tasunah.

Ganjar kemudian masuk ke kamar Patonah dan cukup lama keduanya berbincang soal 
kesehatan serta kehidupan sehari-hari.

Awalnya Patonah nampak biasa saja menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Ganjar 
Pranowo

Rupanya Patonah tidak mengenali siapa pria berbaju putih yang ada didepannya 
itu, baru setelah anaknya memberitahu dengan berbisik, Patonahpun menangis.

"Ya Allah, Pak Gubernur," isak Patonah tidak terbendung.

Baca juga: Ganjar kunjungi daerah banjir di Demak

Kamar mandi milik Patonah yang juga dipakai oleh Ganjar pun kondisinya sangat 
minimalis, terletak di bagian dapur yang dipakai sebagai tempat penyimpanan 
berbagai perkakas, termasuk kurungan ayam.

Dari seluruh lantai rumah itu, hanya sebagian kecil di ruang tengah yang 
berlapis plesteran semen tipis.

Keesokan paginya, banyak warga yang datang ke rumah Patonah untuk menemani 
Ganjar sarapan dan mengobrol sebelum melanjutkan perjalanan.

Saat berpamitan kepada Patonah dan keluarga, Ganjar meminta izin untuk membantu 
memperbaiki rumah.

Mendengar hal tersebut, Patonah hanya tersedu sembari memeluk erat pria 
berambut putih itu.

Baca juga: Ganjar Pranowo ingin segera ke Brebes tapi khawatir pencitraan 
Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Ida Nurcahyani

Kirim email ke