----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected]
[nasional-list] <[email protected]>Kepada: GELORA_In
<[email protected]>Terkirim: Senin, 5 Maret 2018 03.39.20 GMT+1Judul:
[nasional-list] Kisah Ganjar Pranowo menginap di rumah nenek Patonah di Tegal
Kisah Ganjar Pranowo menginap di rumah nenek Patonah di Tegal
Senin, 5 Maret 2018 08:57 WIB
Calon Gubernur Jateng nomor urut satu Ganjar Pranowo (kedua kiri) berinteraksi
dengan anak korban banjir saat kampanye ke lokasi banjir akibat luapan Sungai
Dombo di Sayung, Demak, Jawa Tengah, Kamis (22/2/2018). Dalam kampanye tersebut
Ganjar membagikan 200 paket sembako kepada korban banjir dan menyetujui usulan
warga tentang pengadaan pompa air penyedot banjir untuk mengatasi banjir di
wilayah itu yang akan dikoordinasikan ke pihak Balai Besar Wilayah Sungai
Pemali-Juana. (ANTARA FOTO/Aji Styawan) ()
Tegal - (ANTARA News) - Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginap di
rumah sederhana milik seorang nenek bernama Patonah (80) yang menderita
penyakit stroke di Desa Balapulang Wetan, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal.
Cagub yang berpasangan dengan Calon Wagub Taj Yasin Maimoen itu tiba di rumah
Patonah pada Minggu (4/3) pukul 22.00 WIB setelah seharian melakukan kunjungan
ke Kabupaten Tegal.
Saat tiba, Ganjar ditemui oleh dua menantu Patonah yakni Atik Arni (38) dan
Tasunah (53) di depan rumah.
Keduanya mengaku tidak percaya ketika mengetahui gubernur nonaktif Ganjar
Pranowo mau menginap di rumah Patonah.
Rumah yang ditinggali Patonah dan anak-anaknya hanya berdinding papan dengan
ruang tamu berlantai tanah, sedangkan jendela-jendela serta dinding rumah
banyak yang berlubang.
Kamar yang ditempati Patonah tergolong sempit dan hanya terdapat tempat tidur
dari kayu yang diatasnya terdapat kasur tipis serta beberapa perkakas dapur
seperti seperti ember dan panci.
"Ibu menderita stroke sudah tujuh tahun terakhir ini dan tidak bisa beranjak
dari tempat tidurnya. Kalau mandi pun terpaksa dibopong ke kamar mandi, makanya
di kasur ada ember dan panci karena untuk wudhu ketika ibu melaksanakan salat
di tempat tidur," terang Tasunah.
Ganjar kemudian masuk ke kamar Patonah dan cukup lama keduanya berbincang soal
kesehatan serta kehidupan sehari-hari.
Awalnya Patonah nampak biasa saja menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Ganjar
Pranowo
Rupanya Patonah tidak mengenali siapa pria berbaju putih yang ada didepannya
itu, baru setelah anaknya memberitahu dengan berbisik, Patonahpun menangis.
"Ya Allah, Pak Gubernur," isak Patonah tidak terbendung.
Baca juga: Ganjar kunjungi daerah banjir di Demak
Kamar mandi milik Patonah yang juga dipakai oleh Ganjar pun kondisinya sangat
minimalis, terletak di bagian dapur yang dipakai sebagai tempat penyimpanan
berbagai perkakas, termasuk kurungan ayam.
Dari seluruh lantai rumah itu, hanya sebagian kecil di ruang tengah yang
berlapis plesteran semen tipis.
Keesokan paginya, banyak warga yang datang ke rumah Patonah untuk menemani
Ganjar sarapan dan mengobrol sebelum melanjutkan perjalanan.
Saat berpamitan kepada Patonah dan keluarga, Ganjar meminta izin untuk membantu
memperbaiki rumah.
Mendengar hal tersebut, Patonah hanya tersedu sembari memeluk erat pria
berambut putih itu.
Baca juga: Ganjar Pranowo ingin segera ke Brebes tapi khawatir pencitraan
Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Ida Nurcahyani