Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ditanggung Asuransi JasindoReporter:  
Bisnis.comEditor:  Dewi Rina CahyaniSenin, 5 Maret 2018 09:25 WIB 
Kereta peluru Fuxing berangkat menuju Shanghai dari Stasiun Kereta Api Beijing 
Selatan, Cina, 21 September 2017. Dengan kecepatannya yang luar biasa, jika 
digunakan di Indonesia, maka jarak Jakarta-Surabaya bisa ditempuh hanya dengan 
waktu sekitar 2 jam saja. REUTERS/Stringer

TEMPO.CO, Jakarta -PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) menjadi salah satu 
perusahaan asuransi umum yang memberikan perlindungan risiko kerugian dalam 
proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Proyek ini dijamin oleh polis CAR 
(Construction All Risks). Jaminan pertanggungan mencakup kerusakan material 
akibat bencana alam dan lain lain, serta kerugian pihak ketiga yang timbul 
akibat pekerjaan proyek tersebut.

Sekretaris Perusahaan Jasindo Yuko Gunawan mengatakan, Jasindo tercatat sebagai 
ketua dalam skema ko-asuransi proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. 
Ada 6 anggota dalam koasuransi tersebut, yang terdiri dari perusahaan asuransi 
kerugian BUMN dan swasta.

"Salah satunya, Askrindo. Perusahaan asuransi swasta yang besar juga sudah 
masuk di dalamnya," tuturnya, Senin, 5 Maret 2018.

Sebagai ketua ko-asuransi, Jasindo memperoleh porsi dominan dengan porsi kurang 
dari 50 persen. Adapun, 6 perusahaan asuransi lainnya memperoleh porsi yang 
bervariasi sekitar kurang dari 10 persen hingga belasan persen.

Yuko mengatakan, penetapan Jasindo sebagai ketua ko-asuransi setelah melalui 
proses tender pada Oktober-November. Meski tidak dapat menyebutkan nilai 
pertanggungan dan potensi preminya, menurutnya, rata-rata premi dalam proyek 
konstruksi onshore sekitar kurang dari 0,5 persen dari nilai proyek.

"Kami masih diuntungkan dengan status BUMN. Selain, kekuatan finansial 
perusahaan yang baik. Dari sisi tertanggung tentu butuh kenyamanan dari sisi 
risiko. Mereka ingin dicover oleh perusahaan yang memiliki kemampuan finansial 
yang baik," imbuhnya.

Diketahui sebelumnya, biaya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung disebutkan 
bertambah dari sekitar Rp80,3 triliun menjadi sekitar Rp 82,7 triliun. 
Penambahan sekitar Rp2 triliun untuk membiayai asuransi selama pengerjaannya. 
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan proyek tersebut dapat dimulai 
pada bulan ini.

Kirim email ke