----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected]
[nasional-list] <[email protected]>Kepada: GELORA_In
<[email protected]>Terkirim: Senin, 5 Maret 2018 04.04.20 GMT+1Judul:
[nasional-list] Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ditanggung Asuransi Jasindo
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ditanggung Asuransi Jasindo
Reporter:
Bisnis.com
Editor:
Dewi Rina Cahyani
Senin, 5 Maret 2018 09:25 WIB
Kereta peluru Fuxing berangkat menuju Shanghai dari Stasiun Kereta Api Beijing
Selatan, Cina, 21 September 2017. Dengan kecepatannya yang luar biasa, jika
digunakan di Indonesia, maka jarak Jakarta-Surabaya bisa ditempuh hanya dengan
waktu sekitar 2 jam saja. REUTERS/Stringer
TEMPO.CO, Jakarta -PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) menjadi salah satu
perusahaan asuransi umum yang memberikan perlindungan risiko kerugian dalam
proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Proyek ini dijamin oleh polis CAR
(Construction All Risks). Jaminan pertanggungan mencakup kerusakan material
akibat bencana alam dan lain lain, serta kerugian pihak ketiga yang timbul
akibat pekerjaan proyek tersebut.
Sekretaris Perusahaan Jasindo Yuko Gunawan mengatakan, Jasindo tercatat sebagai
ketua dalam skema ko-asuransi proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.
Ada 6 anggota dalam koasuransi tersebut, yang terdiri dari perusahaan asuransi
kerugian BUMN dan swasta.
"Salah satunya, Askrindo. Perusahaan asuransi swasta yang besar juga sudah
masuk di dalamnya," tuturnya, Senin, 5 Maret 2018.
Sebagai ketua ko-asuransi, Jasindo memperoleh porsi dominan dengan porsi kurang
dari 50 persen. Adapun, 6 perusahaan asuransi lainnya memperoleh porsi yang
bervariasi sekitar kurang dari 10 persen hingga belasan persen.
Yuko mengatakan, penetapan Jasindo sebagai ketua ko-asuransi setelah melalui
proses tender pada Oktober-November. Meski tidak dapat menyebutkan nilai
pertanggungan dan potensi preminya, menurutnya, rata-rata premi dalam proyek
konstruksi onshore sekitar kurang dari 0,5 persen dari nilai proyek.
"Kami masih diuntungkan dengan status BUMN. Selain, kekuatan finansial
perusahaan yang baik. Dari sisi tertanggung tentu butuh kenyamanan dari sisi
risiko. Mereka ingin dicover oleh perusahaan yang memiliki kemampuan finansial
yang baik," imbuhnya.
Diketahui sebelumnya, biaya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung disebutkan
bertambah dari sekitar Rp80,3 triliun menjadi sekitar Rp 82,7 triliun.
Penambahan sekitar Rp2 triliun untuk membiayai asuransi selama pengerjaannya.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan proyek tersebut dapat dimulai
pada bulan ini.