China sukses ujicoba kereta maglev berkecepatan 1.000 km/jam
 Senin, 5 Maret 2018 07:23 WIB
 
Kereta super cepat, Shanghai Maglev, di China. (Screenshot video YouTube)

Beijing (ANTARA News) - Kereta api berteknologi levitasi magnetik (maglev) yang 
melaju dengan kecepatan 1.000 kilometer per jam berhasil diujicobakan di China.

Namun, para pakar di negara ekonomi terbesar kedua di dunia itu mengingatkan 
beberapa persoalan teknis masih membutuhkan penanganan serius sebelum kereta 
berjuluk "super maglev" itu dioperasikan.

Purwa rupa kereta di lintasan 45 meter sedang dikembangkan Deng Zigang dan 
timnya di laboratorium Southwest Jiaotong University, Chengdu, Provinsi 
Sichuan, sebagaimana tayangan CCTV, saluran televisi resmi China, Senin.

Kereta tersebut menggabungkan dua teknologi, yakni teknologi maglev yang 
berarti mengurangi gesekan roda dengan rel dan evakuasi tabung gerbong untuk 
mengurangi gesekan dengan udara, demikian tesis Deng dan timnya yang 
dipublikasikan di laman Institute of Electrical and Electronics Engineers, 
asosiasi para profesional berkantor pusat di Amerika Serikat.

Deng dan timnya mengurangi tekanan udara serendah mungkin hingga 2,6 centibar 
atau 2,9 kilopaskal unit tekanan dalam eksperimen pada garis tengah 6 meter 
saat uji laju berkecepatan 50 kilometer per jam.

Perlu diketahui bahwa tekanan atmosfir bumi standarnya 101,32 kilopaskal.

Penemuan tersebut kedengarannya sangat dahsyat. Namun masih banyak persoalan 
teknis yang dihadapi, seperti faktor keselamatan dan biaya sebagaimana 
dikemukakan Sun Zhang, seorang profesor dan pakar perkeretaapian dari Shanghai 
Tongji University.

"Kereta api itu harus bisa berhenti kapan saja diperlukan. Hal itu bisa 
dilakukan di ruang terbuka dengan memanfaatkan resistensi udara. Namun akan 
menjadi persoalan karena tabung hampa (di teknologi tersebut) tidak ada 
resisteni udaranya," katanya sebagaimana dikutip Global Times.

"Bagaimana jika tabung aus dan udara masuk ke sistem teknologi itu? Bukankah 
ini akan menjadi persoalan lain?" ujar Sun mengingatkan.

Dalam teknologi perkeretaapian China berupaya keras bisa menyaingi Jepang. Pada 
2015, Jepang telah berhasil menjalankan kereta maglev dengan kecepatan maksimum 
603 kilometer per jam, seperti laporan The Guardian, surat kabar harian asal 
London, Inggris. 
Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Suryanto

Kirim email ke