Di Solo sudah beberapa tahun Perayaan Imlik bersama dengan Grebeg Sudiro.
Tahun ini disertai Pesta Jenang.
Yang mengorganisir Sumartono Hadinoto (Khoe Liong Houw), pekerja sosial
gratis yang jadi ketua ORARI, Ketua Palang Merah,Ketua Yayasan Paguyuban
Surakarta,
yang mengurusi kuburan  dan cerematie orang2 yang meninggal, membantu
sekolah2.
Sebagai ketua Palang Merah, berhasil memberantas jual beli darah, sehingga
banyak
orang mendonorkan darahnya. Palang Merah Solo beri darah pada kota2 lain
yang
kekurangan darah. Di Solo, pengangkutan dengan ambulans gratis. Sumbangan
dari
masyarakat Solo, yang yakin sumbangannya tidak akan lenyap dikorupsi.
Minggu ini kabarnya Sumartono (ya, Mart Ono, lahirnya bulan Maret) kabarnya
akan
dapat piagam Perdamaian dari PBB.
Yang urus perusahaan batik peninggalan orang tuanya, adalah istrinya,
setelah Sumartono
yang urusi marketing punya banyak langganan. Setelah itu perusahaan diurus
sepenuhnya
oleh istrinya.
Sumartono ditinggali perusahaan Aluminium (bikin barang2 dari Al) oleh
temannya, yang pindah
ke luar negeri.

On 5 March 2018 at 12:58, Noroyono 1963 [email protected] [GELORA45] <
[email protected]> wrote:

>
>
> *"Di bibir jalan, warga terlihat antusias menyaksikan karnaval. Selain
> barongsai, terdapat pula tarian Reog Ponorogo, Papua, dan Batak. [E-11]"*
>
> Komplimen  dan super-apresiasi saya untuk  Panitia Acara Cap Go Meh 2018
> di Glodok.
>
> Hadirnya tarian Reog Ponorogo, tarian Papua dan tarian Batak pada Acara
> tersebut, pada hemat saya, merupakan suatu bentuk kreativitas dalam
> mewujudkan semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan berbangsa dan
> bernegara. Bangsa ini -- bangsa Indonesia -- memang sudah menjadi
> kehendak/kenyataan sejarah terdiri dari bermacam-macam etnis dan pemeluk
> religi. Menggusur keberagaman ini berarti menggusur kenyaataan sejarah,
> yang mana bisa dipastikan berujung di KEHANCURAN bangsa yang memerdekakan
> diri pada 17 Agustus 1945 di bumi Nusantara itu.
>
> Pikiran untuk memaksakan kaidah keyakinan SATU golongan, jika dibiarkan,
> tak ayal lagi akan merontokkan Republik tercinta kita ini.
>
> Semoga nalar sehat semakin kukuh di "De gordel van smaragd" seiring
> dengan peredaran waktu!
>
> *Noroyono*
> 05/03/2018
>
>
>
>
>
>
> Op maandag 5 maart 3:57 2018 schreef "'Chan CT' [email protected]
> [GELORA45]" <[email protected]> het volgende:
>
>
>
> *Cap Go Meh 2018 di Kawasan Glodok Gelorakan Pesan Persatuan*
> Senin, 5 Maret 2018 | 8:17
> http://sp.beritasatu.com/home/cap-go-meh-2018-di-kawasan-
> glodok-gelorakan-pesan-persatuan/123060
> [image: Charles Honoris. [Istimewa]]Charles Honoris. [Istimewa]
>
> *Berita Terkait*
>
>    - Atraksi Barongsai Cap Go Meh Ramaikan Bandung
>    
> <http://sp.beritasatu.com/home/atraksi-barongsai-cap-go-meh-ramaikan-bandung/110313>
>    - Ribuan Warga Padati Perayaan Cap Go Meh
>    
> <http://sp.beritasatu.com/home/ribuan-warga-padati-perayaan-cap-go-meh/109766>
>    - Tarian Dari Taiwan Meriahkan Cap Go Meh
>    
> <http://sp.beritasatu.com/home/tarian-dari-taiwan-meriahkan-cap-go-meh/109221>
>    - 1.477 Peserta Meriahkan Karnaval Cap Go Meh Glodok
>    
> <http://sp.beritasatu.com/home/1477-peserta-meriahkan-karnaval-cap-go-meh-glodok/109182>
>    - Glodok Jadi Pusat Perayaan Cap Go Meh
>    
> <http://sp.beritasatu.com/home/glodok-jadi-pusat-perayaan-cap-go-meh/108647>
>
> [JAKARTA] Cap Go Meh 2018 yang dirayakan sejak Sabtu (3/3) di Kawasan
> Glodok segera berakhir. Peringatan 15 hari setelah Imlek yang dirayakan
> etnis Tionghoa setiap tahunnya pada kali ini menggelorakan pesan persatuan.
> Ketua Dewan Pembina Acara Cap Go Meh 2018, Charles Honoris , dalam
> sambutannya menekankan, eksistensi etnis Tionghoa di Indonesia sudah
> tercatat sejak ratusan tahun yang lalu pada zaman nusantara.
> Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI-P itu mengingatkan pesan persatuan
> dengan mengutip pidato Bung Karno dalam sidang BPUPKI 1 Juni 1945, yang
> menekankan bahwa bangsa Indonesia bukan milik satu golongan semata tetapi
> semua etnis yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
> "Etnis Tionghoa sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Cap Go Meh merupakan
> bagian dari budaya nusantara," kata Charles menyampaikan sambutannya di
> Panggung Utama Karnaval Cap Go Meh 2018, di Glodok, Jakbar, Minggu (4/3).
> Adapun penggalan pidato Bung Karno yang dikutip Charles berbunyi,
> "Saudara-saudara yang bernama kaum kebangsaan yang di sini, maupun
> Saudara-saudara yang dinamakan kaum Islam, semuanya telah mufakat, bahwa
> bukan negara yang demikian itulah kita punya tujuan. Kita hendak mendirikan
> suatu Negara semua buat semua. Bukan buat satu orang, bukan buat satu
> golongan, baik golongan bangsawan, maupun golongan yang kaya, tetapi semua
> buat semua".
> Menko PMK Puan Maharani yang turut memberi sambutan menyampaikan
> apresiasinya terhadap pelaksanaan Kirab Budaya Cap Go Meh 2018, yang memuat
> semua unsur budaya Indonesia dari Sabang hingga Merauke.
> Menteri Puan, bersama Charles dan Agum Gumelar ikut merayakan karnaval
> dengan menaiki mobil hias yang dibentuk menyerupai kapal Cheng Ho.
> Selain Puan, acara tersebut juga dihadiri Ketua DPR Bambang Soesatyo,
> Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Ketua MPR Zulkifli Hasan dan anggota
> Wantimpres Agum Gumelar.
> Karnaval Cap Go Meh 2018 dimulai dari Petak Sembilan mengitari Gajah Mada
> yang panjangnya sekitar 5 km. Panggung utama berada persis di depan LTC
> Gajah Mada. Kontan, jalur dari arah Stasiun Kota-Gajah Mada ditutup.
> Di bibir jalan, warga terlihat antusias menyaksikan karnaval. Selain
> barongsai, terdapat pula tarian Reog Ponorogo, Papua, dan Batak. [E-11]
>
>
>
> 
>

Kirim email ke