http://tabloidjubi.com/artikel-14159-pemerintah-mau-relokasi-ratusan-kampung-di-asmat-ada-apa.html
*Pemerintah mau relokasi ratusan kampung di Asmat, ada apa?* "Jika air laut pasang maka air rawa akan naik dan memasuki rumah dengan membawa berbagai kuman," ujarnya. Tim kesehatan sedang memeriksa anak-anak korban gizi buruk dan campak di Asmat - Jubi/Dok. *ANTARA* *Tabanan, Jubi* – Akses yang sulit dijangkau, menjadi alasan bagi Pemerintah Indonesia untuk menyusun rencana relokasi 224 kampung di Kabupaten Asmat, Papua, ke daerah yang mudah dijangkau. "Memang lokasinya sangat jauh harus ditempuh dengan sepuluh jam perjalanan dengan menggunakan kapal cepat," kata Menteri Kesehatan, Nila Farid Moeloek, saat ditemui disela-sela kampanye kampanye Imunisasi Japanese Enchepalitis (JE) di Tabanan, Bali, Kamis (1/3/2018). Nila menegaskan, relokasi ini dilakukan untuk memudahkan tim kesehatan melakukan pendampingan dan pelayanan. Jika ditelisik, kasus kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk yang terjadi di Kabupaten Asmat sebenarnya sudah bisa teratasi. Untuk itu, pemerintah bersama Kementerian Kesehatan saat ini akan memfokuskan pada keadaan lingkungan dan budaya di kabupaten setempat. Pihaknya menilai bahwa lingkungan di Kabupaten Asmat sangat mudah menularkan penyakit karena penduduk yang tinggal di atas rawa-rawa dan muara. "Jika air laut pasang maka air rawa akan naik dan memasuki rumah dengan membawa berbagai kuman," ujarnya. Nila kembali menyebutkan, persoalan ketersediaan pangan juga menjadi masalah, karena penduduk lokal hanya mengonsumsi umbi-umbian yang ditanam seadanya. Sementara itu, Menkes Nila Farid Moeloek saat mencanangkan kampanye Imunisasi JE di SMP Negeri 1 Tabanan menegaskan, bahwa imunisasi JE dilakukan untuk mencegah penyakit radang otak itu dengan meningkatkan kekebalan spesifik individu terhadap virus JE. "Hari ini kita akan canangkan dimulainya kampanye imunisasi JE di seluruh Provinsi Bali. Kegiatan ini akan berlangsung selama dua bulan penuh dengan menyasar anak berusia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun," katanya. (*)
