https://www.hidayatullah.com/artikel/mimbar/read/2018/03/14/137899/berjilbab-menunggu-hidayah-datang.html


Mimbar <https://www.hidayatullah.com/artikel/mimbar>

*Berjilbab Menunggu ‘Hidayah’ Datang?*

Rabu, 14 Maret 2018 - 17:32 WIB

Jangan menunda sebuah niat baik, kita tidak pernah tau kapan ajal
menjemput. Apabila kamu mengatakan “Aku akan menggunakan jilbab jika
hidayah sudah datang”

ilustrasi

Gerakan Menutup Aurat
Terkait

   -

   Pengusaha Aljazair Bayar 16,9 M untuk Bayar Denda Cadar Ribuan Muslimah
   Eropa
   
<https://www.hidayatullah.com/berita/internasional/read/2018/03/13/137789/pengusaha-aljazair-bayar-169-m-untuk-bayar-denda-cadar-ribuan-muslimah-eropa.html>
   -

   Kepingan Problem Kebangsaan dan Keislaman
   
<https://www.hidayatullah.com/artikel/tsaqafah/read/2018/02/23/136325/kepingan-problem-kebangsaan-dan-keislaman.html>
   -

   Teladan Empat Madzhab dalam Toleransi
   
<https://www.hidayatullah.com/kajian/ikhtilaful-ummah/read/2017/10/27/126577/teladan-empat-madzhab-dalam-toleransi.html>
   -

   Hiboob dan Strategi Komunikasi Perlindungan Muslimah
   
<https://www.hidayatullah.com/artikel/ghazwul-fikr/read/2017/10/24/126380/hiboob-dan-strategi-komunikasi-perlindungan-muslimah.html>

*Oleh: **Nurul Azizah*



*SERINGKALI *kita mendengar teman-teman kita, termasuk juga artis-artis di
TV atau bahkan  bisa jadi kita sendiri yang saat ini belum menutup aurat
sesuai syariat Islam berdalih bahwa semua itu karena ‘hidayah’  belum
datang kepadanya. “Ya belum dapat hidayah aja,” demikain para artis sering
mengatakan.

Mereka berfikir bahwa hidayah dapat datang begitu saja. Atau pernyataan
lain yang sering kita dengar yaitu lebih baik tidak berjilbab tapi memiliki
akhlak yang baik daripada berjilbab namun berperilaku buruk. Perlu
diketahui bahwa sanya anggapan ini adalah salah.

Hidayah itu adalah rizqi. Dan untuk memperoleh rizqi itu harus bermodalakan
usaha dan kerja keras. Allah *Subhanahu Wata’ala* berfirman dalam QS
Adz-Dzariyat ayat 22-23 :

وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ (22) فَوَرَبِّ السَّمَاءِ
وَالْأَرْضِ إِنَّهُ لَحَقٌّ مِثْلَ مَا أَنَّكُمْ تَنْطِقُونَ (23)

*“Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa
yang dijanjikan **kepadamu. (22) Maka demi Tuhan langit dan bumi,
sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti
perkataan yang kamu ucapkan.(23)”*

Baca: Wahai Wanita, Muliakan Dirimu dengan Berhijab
<https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=6&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwj08LTlyevZAhUMp48KHQc0CpIQFgg6MAU&url=http%3A%2F%2Fwww.hidayatullah.com%2Fkajian%2Fgaya-hidup-muslim%2Fread%2F2013%2F12%2F06%2F7654%2Fwahai-wanita-muliakan-dirimu-dengan-berhijab.html&usg=AOvVaw26gJJvd8sPbGwRnKKF3iXz>

Dalam mencari rizki, seseorang rela banting tulang pergi pagi pulang pagi.
Nah, bagaimana dengan usaha mereka untuk mendapatkan hidayah dari
Allah *Subhanahu
Wata’ala*? Jika hanya diam tanpa usaha atau malah berbuat sesuatu yang
dilarang Allah *Subhanahu Wata’ala*, maka hanya akan membuat diri semakin
menjauh dari Allah *Subhanahu Wata’ala*.[1]
<https://www.hidayatullah.com/artikel/mimbar/read/2018/03/14/137899/berjilbab-menunggu-hidayah-datang.html#_ftn1>
[Ibrahim bin Fathi Abd Al-Muqtadir. Munazharah Mubhijah baina Muhajjabah wa
Mutabarrijah. Terj. Khasan Aedi. (Jakarta: AMZAH). 314].

Allah telah menjelaskan dalam QS Ash-Shaf ayat 5 dan dalam hadis qudsi:

فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ… …

“Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati
mereka”

وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا
“Jika seorag hamba-Ku mendekat sejengkal kepadaKu, maka aku akan mendekati
sehasta.”

Bagaimanapun kita, berakhlaq baik ataupun masih sering berperilaku buruk
pun sebagai muslimah menutup aurat hukumnya adalah wajibAllah *Ta’ala*
 berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ
الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى
أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“*Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan
isteri-isteri orang mukmin: “**Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke
seluruh tubuh mereka**“. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk
dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang*.” (QS: Al Ahzab: 59).

Baca: Jemput ‘Hidayah’ dan Hijrah Dengan Berhijab
<https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=10&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwj08LTlyevZAhUMp48KHQc0CpIQFghlMAk&url=http%3A%2F%2Fwww.hidayatullah.com%2Fkajian%2Ftazkiyatun-nafs%2Fread%2F2014%2F12%2F30%2F35988%2Fjemput-hidayah-dan-hijrah-dengan-berhijab.html&usg=AOvVaw0NIwfRH7zE2NWgCRCLJmoH>

Ayat ini menunjukkan wajibnya jilbab bagi seluruh wanita muslimah.

Dalil yang menunjukkan wajibnya jilbab adalah hadits Nabi *shallallahu
‘alaihi wa sallam*.

عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ أُمِرْنَا أَنْ نُخْرِجَ الْحُيَّضَ يَوْمَ
الْعِيدَيْنِ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ ، فَيَشْهَدْنَ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ
وَدَعْوَتَهُمْ ، وَيَعْتَزِلُ الْحُيَّضُ عَنْ مُصَلاَّهُنَّ . قَالَتِ
امْرَأَةٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ ، إِحْدَانَا لَيْسَ لَهَا جِلْبَابٌ .
قَالَ « لِتُلْبِسْهَا
صَاحِبَتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا »

*“Dari Ummu ‘Athiyyah, ia berkata, “Pada dua hari raya, kami diperintahkan
untuk mengeluarkan wanita-wanita haid dan gadis-gadis pingitan untuk
menghadiri jamaah kaum muslimin dan doa mereka. Tetapi wanita-wanita haid
harus menjauhi tempat shalat mereka. Seorang wanita bertanya:, “Wahai
Rasulullah, seorang wanita di antara kami tidak memiliki jilbab (bolehkan
dia keluar)?” Beliau menjawab, “Hendaklah kawannya meminjamkan jilbabnya
untuk dipakai wanita tersebut.*” (HR. Bukhari no. 351 dan Muslim no. 890).

Maka dari itu, dekatkanlah diri kepada Allah. Lakukan apa yang
diperintahkan oleh Allah, maka Allah akan memberimu hidayah. Paksakan diri
untuk menggunakan jilbab, maka Allah Akan memberimu jalan
kemudahan,sehingga pada akhirnya semua mudah dan tidak ada unsur
keterpaksaan lagi.

Jangan menunda sebuah niat baik, kita tidak pernah tau kapan ajal
menjemput. Apabila kamu mengatakan “Aku akan menggunakan jilbab jika
hidayah sudah datang” dan ternyata ajal lebih dahulu datang, dan kamu masih
belum melaksanakan perintah Allah dalam  menutup aurat dengan menggunakan
jilbab. Apa yang bisa kamu lakukan? Allah berfirman:

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ
ۖفَإِذَاجَاءَأَجَلُهُمْلَايَسْتَأْخِرُونَسَاعَةًۖوَلَايَسْتَقْدِمُونَ

*“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya
mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula)
memajukannya.”* (QS Al-A’raf Ayat 34)

Baca: Cadar Menghantui Kampus Islam?
<https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwiO3OiFyuvZAhXEK48KHRL8Ds4QFggsMAA&url=http%3A%2F%2Fwww.hidayatullah.com%2Fartikel%2Fmimbar%2Fread%2F2018%2F03%2F05%2F137082%2Fcadar-menghantui-kampus-islam.html&usg=AOvVaw3P3xiFm4zoSsbcM63gNMNl>

Sedangkan mengenai bagian-bagian mana saja yang perlu ditutupi, berikut
adalah pendapat menurut jumhur ulama’ :

Pertama, *Madzhab Hanafi*. Dalam salah satu kitab Madzhab Hanafi bagian
tubuh perempuan yang boleh terlihat yaitu wajah dan telapak tangan serta
kaki (pergelangan kaki sampai jari jari).

Kedua, *Madzhab Maliki*. Dalam *Syarah Shagir* yang berjudul *Aqrabul
Masalik ilaa Malik*karya* Ad-Dardir *dijelaskan bahwa aurat perempuan
merdeka terhadap pria yang bukan mahramnya adalah seluruh badan kecuali
wajah dan telapak tangan. Namun apabila hal tersebut menimbulkan syahwat
maka hukumnya wajib ditutup juga.

Ketiga, *Madzhab Syafi’i*. Seorang ulama Syafi’iyyah yang bernama
*Asy-Syirani* mengatakan bahwa aurat wanita merdeka adalah seluruh badan
kecuali wajah dan telapak tangan (jari sampai pergelangan). [Yusuf
Qardhawi. *Hadyul Islam Fatawi Mu’ashirah.* Terj, As’ad Yasin (Jakarta:
Gema Insani Press). 433-434]

Keempat, *Madzhab Hambali*. Aaurat wanita adalah seluruh tubuh wanita, ini
artinya melihat wajah ataupun kedua telapak tangan tanpa syahwat tetap
haram.*
*Mahasiswi UIN Malik Ibrahim Malang*

Rep: Admin Hidcom

Kirim email ke