From: 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] 
Sent: Friday, March 16, 2018 2:38 AM
  



http://forum.detik.com/pertumbuhan-ekonomi-cuma-5-jumlah-utang-ri-tak-lagi-wajar-t1679901.html?_ga=2.174399394.185681342.1521138527-810561165.1521138527



Kaum taiks berusaha membuat kebohongan dengan mengatakan penambahan hutang gak 
masalah benarkah demikian?





      Pertumbuhan Ekonomi Cuma 5%, Jumlah Utang RI Tak Lagi Wajar 

      Jakarta - Jumlah utang pemerintah Indonesia hingga akhir Januari 2018 
telah mencapai kisaran Rp 3.958,7 triliun. Dengan capaian tersebut, rasio utang 
terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia kini telah menyentuh angka 29,2%.

      Direktur Institute for Development of Economics and Finance ( INDEF) Enny 
Sri Hartati mengatakan jumlah utang tersebut termasuk dalam kategori kontra 
produktif dengan kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Pasalnya dengan 
jumlah utang yang telah ditarik itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya berada 
di kisaran 5%. Hal ini dianggap tak menunjukkan adanya produktifitas dari 
jumlah utang yang telah dihasilkan.

      "Kalau dilihat dari segi keamanan utang kita, ini sudah kontra produktif. 
Di samping juga ukuran dari kesehatan fiskal pemerintah sendiri. Kalau modal 
ditambah utang kok malah keseimbangan primernya defisit (APBN) itu pasti sudah 
nggak sehat," katanya kepada detikFinance saat dihubungi, Rabu (14/3/2018).


      Untuk itu, menurut Enny ukuran aman atau tidaknya utang Indonesia tak 
bisa dilihat hanya membandingkannya dengan PDB saja. Jumlah PDB Indonesia yang 
besar memang menjadi modal yang kuat bagi pemerintah untuk bisa terus menambah 
utang. 

      Namun PDB yang besar tersebut terhitung biasa saja jika dilihat dari 
jumlah populasi dan wilayah Indonesia yang besar dan luas. Tapi jika PDB yang 
besar namun tak diimplementasikan lewat pertumbuhan ekonomi yang tinggi pula, 
maka hal itu pun perlu menjadi lampu kuning.

      "Seperti China, India, itu kan populasinya besar, tapi bedanya mereka 
punya pertumbuhan yang tinggi. Negara-negara yang populasinya besar itu tidak 
cukup kalau pertumbuhan ekonominya hanya 5%. China 6% lebih, India bahkan 
pernah 8%. Jadi negara yang populasinya besar itu minimal ekonominya tumbuh di 
atas 6%," kata Enny.

      "Beda dengan negara-negara seperti Jepang, AS yang kalau tumbuh 3% itu 
sudah stabil. Jadi membandingkannya itu harus apple to apple, populasinya yang 
sizenya juga besar," tambahnya.  

So.. Monggo kalo masih mau didebat 






Kirim email ke