Untuk yang sekarang sebetulnya cuma butuh nyaliuntuk mengerti kata-katanya
sendiri.
Jokowitegaskan janjinya tak mau utang
--- jonathangoeij@... wrote:
Dari apa yang berjalan sekarang, saya lihat, tugas/goal presiden telah berubah
menjadi terpilih kembali ke 2 kalinya. Implikasinya utang akan terus bertambah,
mengikis utang akan mengakibatkan pengetatan ekonomi yang akan berakibat tidak
terpilih lagi, masalah gunungan utang itu urusan pemerintahan berikutnya.
Begitulah kira2 yang saya amati.
--- ajegilelu@... wrote:
Kita?
Harusnya "kami" dong, seperti waktu meresmikan jalan tol, menalangi korban
lumpur Sidoarjo (dengan duit kita), bagi-bagi kartu sakti atau bagi-bagi sepeda
dll yang dklaim sebagai hasilkerja "kami", pemerintah. Kenapa giliran bayar
utang selalu harus 'kita'?ǃ
Pemerintah (siapapun presidennya) sudah harus diatur / diperintahkan untuk
menyelesaikan seluruh utang pada periode kekuasaannya sebelum masa jabatannya
habis, sambil tetap mengikis utang-utang lama kita. Stop tradisi menjabat,
ngutang sepuasnya, lalu pensiun lenggangaang kangakung meninggalkan Rakyat
terkubur tumpukan utangmu.
Hayo partai-partai, tambahkan pasal utang ini dalam UU Presiden lalu ajukan
capres masing-masing. Jangan bisanya cuma nebeng capres partai lain.