🍒 Pertanyaannya kenapa era Ahok Purnama berjalan LANCAR kemudian era sekarang 
DKI Jkt menunggak sehingga seluruh aktivitas kerjanya terganggu, tidak dapat 
diselamatkan??  
#Faktor TRANSPARANSI dan Planologi untuk Pelayanan dan Fasilitas tuk 
mensejahterakan masyarakat umum khususnya DKI Jkt itu ada?! 

-----

Verzonden via Yahoo Mail op Android 
 
  Op zo, mrt. 18, 2018 om 7:19 schreef Marco 45665 [email protected] 
[temu_eropa]<[email protected]>:       

KENYATAAN MENUNJUKKAN bahwa:
>>  Manager yang capable  akan berusaha untuk Tidak Hutang , dan atau Minimal 
>>berusaha  se - Maximal mungkin menekan (membazar0 Hutan agar BEBAS HUTANG
>> MANAGER YANG TIDAK CAPABLE dan AMATIRAN  akan SELALU MENGGANGTUNGKAN pada 
>> HUTANG , Efesiensi kerja  dan Usahanya dibangun dan dikembangkan melalui 
>> HUTANG2 Kesana-kemari dan Akhirnya PERUSAHAANNYA TERBENAM DALAM HUTANG 
>> seperti Sungai Ciliwung Yang terus menerus  MEMBANJIRI DKI JAKARTA selama 
>> dikuasai Para GUBERNUR sebelumnya   [ kecuali di saat DKI Jakarta  dibawah 
>> pimpinan Ex Gub.Pak Ali Sadikin dan Ex.Gub. AHOK  !! ] . Dan paling Konyol 
>> nasib DKI ketika dibawah Gub.FAUZI BOWO  yang sekarang menjadi DUTA  R.I. 
>> (NON Diplomat Karrier - alias dari Jajaran DPR  ) dI JERMAN , kendatipun 
>> Pengangkatannya menjadi Duta R..I di Jerman banyak Di Protest banyak 
>> kalangan terutama di DEM Keras oleh Para Mahasiswa Indonesia di Jerman saat 
>> itu...
2018-03-18 5:58 GMT+01:00 Chalik Hamid [email protected] [nasional-list] 
<[email protected]>:

     

 

   ----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]>Kepada: "[email protected]" 
<[email protected]>Terkirim: Sabtu, 17 Maret 2018 17.06.06 GMT+1Judul: 
[GELORA45] Pengakuan Marina ungkap bobrok BUMD Dharma Jaya
     








Pengakuan Marina ungkap bobrok BUMD Dharma Jaya
Sabtu, 17 Maret 2018 10:11Reporter : Lia Harahap   
   - 
    
   - 
    
   - 
    
   -       
      - 434
         - SHARES

Marina Ratna Dwi. ©2018 Merdeka.com/Syifa Hanifah



Merdeka.com - PD Dharma Jaya adalah salah satu badan usaha terbesar milik 
Pemprov DKI Jakarta.. BUMD ini bergerak di bidang pangan.
BERITA TERKAIT   
   - DPRD DKI sayangkan Marina mundur saat PD Dharma Jaya berutang Rp 80 miliar
   - Anies ke Dirut Dharma Jaya: Mundur sajalah, enggak usah pakai ancam-ancaman
   - Berang bos BUMD dengan sistem di era Anies-Sandi hingga ancam mundur

Sudah lama terbentuk, nyatanya sejumlah persoalan banyak terjadi di dalam PD 
Dharma Jaya. Salah satunya terungkap setelah Dirut PD Dharma Jaya, Marina Ratna 
Dwi Kusumajati buka mulut..

Kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, Marina menceritakan kondisi 
BUMD yang dia pimpin. Dana kewajiban pelayanan publik (public service 
obligation/PSO) senilai Rp 41 miliar pada November 2017 tak kunjung cair. 
Menghadapi kondisi itu, PD Dharma Jaya sampai mengutang ke pengusaha pemasok 
ayam Rp 80 miliar.

"Pokoknya saya begini, saya berusaha keras cari sana-sini. Sekarang di sana 
nilainya sudah sampai Rp 80 miliar. Orang mau 'ngutangin' juga limited 
(terbatas). Anak-anak sudah dimaki-maki sama supplier, sampai nangis-nangis. 
Saya datang ke sana mengajukan pengunduran diri," kata Marina, Kamis (15/3).

"Saya ketemu Pak Sandi, saya langsung duduk bilang 'Pak saya mau resign' saya 
bilang. 'Kenapa?' Saya bilang ini Bapak gimana saya mau kerja baik? Karena 
enggak dibantu, PSO belum turun saya bilang gitu. Terus di dalam Badan Pengawas 
juga ngaco-ngaco. Saya bilang gitu," sambungnya.

Saking kesalnya, Marina sampai memutuskan ambil jalan pintas untuk mengundurkan 
diri. Dia menilai sistem yang diterapkan di era Gubernur DKI Jakarta, Anies 
Baswedan dan wakilnya Sandiaga Uno, tak seperti sebelumnya. Seperti proses 
verifikasi yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian 
Provinsi DKI yang memang bertanggung jawab dalam proses pencairan DP PSO dan 
verifikasi untuk PD Dharma Jaya.

"Kerja sama dengan SKPD tuh beda seperti Gubernur yang lama. Sama saja saya 
yang menabur garam ke lautan. Kerja dengan tidak ada koordinasi," jelas dia.

Hal lain yang dikesalkan, terkait uang reimburse yang sampai saat ini belum 
dibayar, padahal kata dia untuk menalangi pembelian daging ayam dirinya harus 
menggunakan uang kas dari PD Dharma Jaya sendiri. Terlebih sampai saat ini PSO 
yang mencapai Rp 41 miliar belum dicairkan.

Tercatat dari Desember uang yang belum diremburse Rp 13.246 525.000. Kemudian 
Januari mencapai Rp 17.022.500.000. Dan Februari Rp 14..206.425.000.

"Saya talangi pakai kas untuk November, Desember, tapi Januari, Februari, Maret 
sudah tidak bisa. Bayangkan masuk akal tidak DP PSO sampai sekarang belum cair, 
itu kan uang negara, kenapa diperlambat begini," katanya.

Marina menambahkan, sebenarnya sejumlah persoalan di Dharma Jaya sudah dia 
rasakan sejak pertama kali masuk ke badan usaha tersebut. Marina dilantik pada 
2015 oleh Basuki Tjahaja Purnama yang kala itu masih sebagai gubernur DKI.

Dia bercerita tahun pertama menjabat adalah tahun tersulit bagi dia. Hal yang 
pertama dia bereskan terkait kinerja pegawai-pegawai.. Dia menemukan banyak 
pekerja yang tidak profesional dan ini yang harus diubah.

"Kesulitan daripada memimpin Dharma Jaya adalah yang sudah terbiasa sekian 
puluh tahun bekerja dengan cara tidak ada aturan yang benar tidak profesional 
itu membuat kita harus mengubah," kata Marina saat ditemui di kantornya, 
Cakung, Jakarta Timur.

Dia sadar mengubah itu tak instan dan butuh kerja keras untuk mengubah hal 
kurang baik yang selama ini terpelihara menjadi professional. Berkat pantang 
menyerah, kini dia melihat karyawannya sudah kompeten dan professional.

"Tapi karena sudah niatnya saya menunjukkan kepada mereka tujuannya adalah 
untuk kepentingan kesejahteraan mereka, maka mereka akhirnya sadar bahwa Bu 
Rina ajak teman bekerja di Dharma Jaya secara profesional. Mereka itu terbiasa 
dulu tidak kerja profesional tidak terbiasa bahwa usaha itu harus untung 
terbiasa ya udah, kalau ya udah ada anggaran ya dibuat anggaran tapi kan bisnis 
itu kan harus ada anggaran tapi kalau bisa efisien ya efisien gitu," jelas dia.

Bukan cuma kelakuan pegawai, masalah lain yang dia hadapi soal kondisi keuangan 
PD Dharma Jaya yang pada masa itu hanya memiliki dana Rp 2,4 miliar. Namun dana 
tidak jadi masalah, 2016 adalah masa pembenahan dan ditahun 2017 barulah PD 
Dharma Jaya memiliki keuangan yang kokoh.

"Kalau 2016 kan pembenahannya jadi di Dharma Jaya itu bukan sekadar dagang tapi 
pembenahan persoalan administrasi dengan karyawan tidak ada kontrak tidak ada 
skala gaji, tidak ada peraturan perusahaan itu kan diperbaiki," ujar dia.

Saat PD Dharma Jaya menjadi BUMD pangan terbesar di DKI Jakarta, Marina memilih 
untuk mengajukan surat pengunduran diri kepada Sandiaga. Keputusannya semakin 
bulat karena merasa sulit sekali bertemu gubernur dan wakil gubernur sebagai 
atasannya, padahal banyak hal yang harus dibahas salah satunya program daging 
bersubsidi untuk warga tak mampu.

Saat ingin menuju ruangnya di depan pintu Marina sempat diadang oleh ajudan 
Sandi dan dilarang masuk ke ruangan Wakil Gubernur.

"Selalu kalau mau ketemu pakai tim semuanya. Suatu hari saya sudah hopeless.. 
Karena PSO juga enggak turun terus udah gitu di dalam sendiri dari Badan 
Pengawas saya ada masalah, kemudian banyak masalah," keluhnya.. [cob]









    

   

  #yiv1957939916 #yiv1957939916 -- #yiv1957939916ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv1957939916 
#yiv1957939916ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv1957939916 
#yiv1957939916ygrp-mkp #yiv1957939916hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv1957939916 #yiv1957939916ygrp-mkp #yiv1957939916ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv1957939916 #yiv1957939916ygrp-mkp .yiv1957939916ad 
{padding:0 0;}#yiv1957939916 #yiv1957939916ygrp-mkp .yiv1957939916ad p 
{margin:0;}#yiv1957939916 #yiv1957939916ygrp-mkp .yiv1957939916ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv1957939916 #yiv1957939916ygrp-sponsor 
#yiv1957939916ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv1957939916 
#yiv1957939916ygrp-sponsor #yiv1957939916ygrp-lc #yiv1957939916hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv1957939916 
#yiv1957939916ygrp-sponsor #yiv1957939916ygrp-lc .yiv1957939916ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv1957939916 #yiv1957939916actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv1957939916 
#yiv1957939916activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv1957939916
 #yiv1957939916activity span {font-weight:700;}#yiv1957939916 
#yiv1957939916activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv1957939916 #yiv1957939916activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv1957939916 #yiv1957939916activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv1957939916 #yiv1957939916activity span 
.yiv1957939916underline {text-decoration:underline;}#yiv1957939916 
.yiv1957939916attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv1957939916 .yiv1957939916attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv1957939916 .yiv1957939916attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv1957939916 .yiv1957939916attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv1957939916 .yiv1957939916attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv1957939916 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv1957939916 .yiv1957939916bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv1957939916 
.yiv1957939916bold a {text-decoration:none;}#yiv1957939916 dd.yiv1957939916last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv1957939916 dd.yiv1957939916last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv1957939916 
dd.yiv1957939916last p span.yiv1957939916yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv1957939916 div.yiv1957939916attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv1957939916 div.yiv1957939916attach-table 
{width:400px;}#yiv1957939916 div.yiv1957939916file-title a, #yiv1957939916 
div.yiv1957939916file-title a:active, #yiv1957939916 
div.yiv1957939916file-title a:hover, #yiv1957939916 div.yiv1957939916file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv1957939916 div.yiv1957939916photo-title a, 
#yiv1957939916 div.yiv1957939916photo-title a:active, #yiv1957939916 
div.yiv1957939916photo-title a:hover, #yiv1957939916 
div.yiv1957939916photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv1957939916 
div#yiv1957939916ygrp-mlmsg #yiv1957939916ygrp-msg p a 
span.yiv1957939916yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv1957939916 
.yiv1957939916green {color:#628c2a;}#yiv1957939916 .yiv1957939916MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv1957939916 o {font-size:0;}#yiv1957939916 
#yiv1957939916photos div {float:left;width:72px;}#yiv1957939916 
#yiv1957939916photos div div {border:1px solid 
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv1957939916 
#yiv1957939916photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv1957939916
 #yiv1957939916reco-category {font-size:77%;}#yiv1957939916 
#yiv1957939916reco-desc {font-size:77%;}#yiv1957939916 .yiv1957939916replbq 
{margin:4px;}#yiv1957939916 #yiv1957939916ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv1957939916 #yiv1957939916ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv1957939916 
#yiv1957939916ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv1957939916 
#yiv1957939916ygrp-mlmsg select, #yiv1957939916 input, #yiv1957939916 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv1957939916 
#yiv1957939916ygrp-mlmsg pre, #yiv1957939916 code {font:115% 
monospace;}#yiv1957939916 #yiv1957939916ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv1957939916 #yiv1957939916ygrp-mlmsg #yiv1957939916logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv1957939916 #yiv1957939916ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv1957939916 #yiv1957939916ygrp-msg 
p#yiv1957939916attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv1957939916 
#yiv1957939916ygrp-reco #yiv1957939916reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv1957939916 #yiv1957939916ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv1957939916 #yiv1957939916ygrp-sponsor 
#yiv1957939916ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv1957939916 
#yiv1957939916ygrp-sponsor #yiv1957939916ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv1957939916 
#yiv1957939916ygrp-sponsor #yiv1957939916ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv1957939916 #yiv1957939916ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv1957939916 #yiv1957939916ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv1957939916 #yiv1957939916ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv1957939916 
#yiv1957939916ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv1957939916   

Kirim email ke