Di militer, kalau ada satu gunung yang dipertahankan musuh sangat kuat,
jendralnya rapat dengan kolonel2nya, juga dengan sersan2 yang paling
berpengalaman memimpin pasukan.
Dari sersan2 ini diperoleh banyak idee bagaimana caranya merebut gunung itu..
Dulu waktu komputerisasi barang2 di gudang, dalam masa peralihan kepala
gudang
melakukan perpindahan catatan di kertas ke computer dulu, dan coba seminggu
apa dengan computer semuanya beres. Yang tidak beres, ya lihat catatan
tertulis,
sambil programma di computer dibetulkan oleh orang lain.
Juga dulu waktu perusahaan pakai sistim dari SAP, tidak semuanya berjalan
lancar.
Karena itu selalu diperlukan adanya team yang khusus mengatasi suatu proyek
baru,
tidak boleh ditinggalkan macet berhari-hari.
Baru ini kami terima factuur pencetakan buku. Aneh sekali, hampir dua kali
lipat dari
biasanya. Yang lebih aneh lagi BTW yang biasa bayar 6 %, tahu2 ditulis 20
%. Setelah
contact persoon dari percetakan kami telpon, dia bilang minta maaf, karena
beberapa
perusahaan dari berbagai kota administrasinya dijadikan satu, lalu pakai
sistim baru,
ternyata semua faktur yang dikirim salah semua.
Wah, heran benar, sudah tahu sistim baru, kok tidak diteliti apa sesuai
dengan faktur
biasanya, dan lihat apa yang tertulis. Ini sudah 2 minggu, belum terima
faktur yang dikoreksi,
meskipun dijanjikan mestinya Jumat/Saptu ini sudah dikirim.
Di Belanda sekarang ditunjukkan pentingnya hubungan klant (langganan) dan
leverancier dalam
perusahaan. Leverancier harus melakukan apa2 yang membuat klant(langganan)
puas.
Tetapi hubungan klant-leverancier itu bisa timbal balik dalam satu
pekerjaan.
A (klant) memesan barang pada B(leverancier). B harus mengirim barang tepat
waktu,
berkwalitas baik, precies seperti jumlah yang diminta.
Begitu barang diterima, A (klant) berubah jadi leverancier, yang harus
bayar dalam jumlah
yang benar, dan dalam jangka waktu yang ditentukan.
Tetapi di perusahaan, kalau managment di atas tidak mengatur dengan baik,
satu bagian
bisa sengaja menyabot pekerjaan bagian lain, dengan menghambat pengiriman
informasi,
pengiriman uang dll.
Lha ini yang dulu di perusahaan diubah. Suatu permintaan dari satu afdeling
sebelum jam 12
siang, sudah harus ditangani sebelum pulang. Kalau tidak bisa ditangani,
harus diberikan
alasannya, dengan tembusan ke pimpinan di atasnya. Setelah ini jalan,
orang2 dalam perusahaan
kerjanya senang, tidak merasa disabot afdeling lain.
Bila perlu, pimpinan di atas bantu mencari jalan keluarnya.

2018-03-18 10:07 GMT+01:00 zeta roza <[email protected]>:

> 🍒 Pertanyaannya kenapa era Ahok Purnama berjalan LANCAR kemudian era
> sekarang DKI Jkt menunggak sehingga seluruh aktivitas kerjanya terganggu,
> tidak dapat diselamatkan??
>
> #Faktor TRANSPARANSI dan Planologi untuk Pelayanan dan Fasilitas tuk
> mensejahterakan masyarakat umum khususnya DKI Jkt itu ada?!
>
> -----
>
> Verzonden via Yahoo Mail op Android
> <https://overview.mail.yahoo.com/mobile/?.src=Android>
>
> Op zo, mrt. 18, 2018 om 7:19 schreef Marco 45665 [email protected]
> [temu_eropa]
> <[email protected]>:
>
>
> KENYATAAN MENUNJUKKAN bahwa:
>
> >>  Manager yang capable  akan berusaha untuk Tidak Hutang , dan atau
> Minimal berusaha  se - Maximal mungkin menekan (membazar0 Hutan agar BEBAS
> HUTANG
>
> >> MANAGER YANG TIDAK CAPABLE dan AMATIRAN  akan SELALU MENGGANGTUNGKAN
> pada HUTANG , Efesiensi kerja  dan Usahanya dibangun dan dikembangkan
> melalui HUTANG2 Kesana-kemari dan Akhirnya PERUSAHAANNYA TERBENAM DALAM
> HUTANG seperti Sungai Ciliwung Yang terus menerus  MEMBANJIRI DKI JAKARTA
> selama dikuasai Para GUBERNUR sebelumnya   [ kecuali di saat DKI Jakarta
> dibawah pimpinan Ex Gub.Pak Ali Sadikin dan Ex.Gub. AHOK  !! ] . Dan paling
> Konyol nasib DKI ketika dibawah Gub.FAUZI BOWO  yang sekarang menjadi DUTA
> R.I. (NON Diplomat Karrier - alias dari Jajaran DPR  ) dI JERMAN ,
> kendatipun Pengangkatannya menjadi Duta R.I di Jerman banyak Di Protest
> banyak kalangan terutama di DEM Keras oleh Para Mahasiswa Indonesia di
> Jerman saat itu...
>
> 2018-03-18 5:58 GMT+01:00 Chalik Hamid [email protected]
> [nasional-list] <[email protected]>:
>
>
>
>
>
> ----- Pesan yang Diteruskan -----
> *Dari:* [email protected] <[email protected]> [GELORA45] <
> [email protected] <[email protected]>>
> *Kepada:* "[email protected]" <[email protected]>
> *Terkirim:* Sabtu, 17 Maret 2018 17.06.06 GMT+1
> *Judul:* [GELORA45] Pengakuan Marina ungkap bobrok BUMD Dharma Jaya
>
>
>
>
>
> Pengakuan Marina ungkap bobrok BUMD Dharma Jaya
> <https://www.merdeka.com/jakarta/pengakuan-marina-ungkap-bobrok-bumd-dharma-jaya.html>
> Sabtu, 17 Maret 2018 10:11Reporter : Lia Harahap
> <https://www.merdeka.com/reporter/lia-harahap/>
>
>    -
>    
> <https://facebook.com/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwww.merdeka.com%2Fjakarta%2Fpengakuan-marina-ungkap-bobrok-bumd-dharma-jaya.html>
>
>
>
>    -
>    
> <https://twitter.com/share?text=Pengakuan%20Marina%20ungkap%20bobrok%20BUMD%20Dharma%20Jaya%20%7C%20merdeka.com&url=https%3A%2F%2Fwww.merdeka..com%2Fjakarta%2Fpengakuan-marina-ungkap-bobrok-bumd-dharma-jaya.html&via=merdekadotcom>
>
>
>
>    -
>    
> <https://plus.google.com/share?url=https%3A%2F%2Fwww.merdeka.com%2Fjakarta%2Fpengakuan-marina-ungkap-bobrok-bumd-dharma-jaya.html>
>
>
>
>    - 434SHARES
>
> Marina Ratna Dwi. ©2018 Merdeka.com/Syifa Hanifah
>
> *Merdeka.com - *PD Dharma Jaya adalah salah satu badan usaha terbesar
> milik Pemprov DKI *Jakarta <http://www.merdeka.com/tag/j/jakarta/>*..
> BUMD ini bergerak di bidang pangan.
> BERITA TERKAIT
>
>    - DPRD DKI sayangkan Marina mundur saat PD Dharma Jaya berutang Rp 80
>    miliar
>    
> <https://www.merdeka.com/jakarta/dprd-dki-sayangkan-marina-saat-pd-dharma-jaya-berutang-rp-80-miliar.html>
>    - Anies ke Dirut Dharma Jaya: Mundur sajalah, enggak usah pakai
>    ancam-ancaman
>    
> <https://www.merdeka.com/jakarta/anies-ke-dirut-dharma-jaya-mundur-sajalah-enggak-usah-pakai-ancam-ancaman.html>
>    - Berang bos BUMD dengan sistem di era Anies-Sandi hingga ancam mundur
>    
> <https://www.merdeka.com/jakarta/berang-bos-bumd-dengan-sistem-di-era-anies-sandi-hingga-ancam-mundur.html>
>
> Sudah lama terbentuk, nyatanya sejumlah persoalan banyak terjadi di dalam
> PD Dharma Jaya. Salah satunya terungkap setelah Dirut PD Dharma Jaya,
> Marina Ratna Dwi Kusumajati buka mulut..
>
> Kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, Marina menceritakan
> kondisi BUMD yang dia pimpin. Dana kewajiban pelayanan publik (public
> service obligation/PSO) senilai Rp 41 miliar pada November 2017 tak kunjung
> cair. Menghadapi kondisi itu, PD Dharma Jaya sampai mengutang ke pengusaha
> pemasok ayam Rp 80 miliar.
>
> "Pokoknya saya begini, saya berusaha keras cari sana-sini. Sekarang di
> sana nilainya sudah sampai Rp 80 miliar. Orang mau 'ngutangin' juga limited
> (terbatas). Anak-anak sudah dimaki-maki sama supplier, sampai
> nangis-nangis. Saya datang ke sana mengajukan pengunduran diri," kata
> Marina, Kamis (15/3).
>
> "Saya ketemu Pak Sandi, saya langsung duduk bilang 'Pak saya mau resign'
> saya bilang. 'Kenapa?' Saya bilang ini Bapak gimana saya mau kerja baik?
> Karena enggak dibantu, PSO belum turun saya bilang gitu. Terus di dalam
> Badan Pengawas juga ngaco-ngaco. Saya bilang gitu," sambungnya.
>
> Saking kesalnya, Marina sampai memutuskan ambil jalan pintas untuk
> mengundurkan diri. Dia menilai sistem yang diterapkan di era Gubernur DKI
> Jakarta, Anies Baswedan dan wakilnya Sandiaga Uno, tak seperti sebelumnya..
> Seperti proses verifikasi yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan,
> dan Pertanian Provinsi DKI yang memang bertanggung jawab dalam proses
> pencairan DP PSO dan verifikasi untuk PD Dharma Jaya.
>
> "Kerja sama dengan SKPD tuh beda seperti Gubernur yang lama. Sama saja
> saya yang menabur garam ke lautan. Kerja dengan tidak ada koordinasi,"
> jelas dia.
>
> Hal lain yang dikesalkan, terkait uang reimburse yang sampai saat ini
> belum dibayar, padahal kata dia untuk menalangi pembelian daging ayam
> dirinya harus menggunakan uang kas dari PD Dharma Jaya sendiri. Terlebih
> sampai saat ini PSO yang mencapai Rp 41 miliar belum dicairkan.
>
> Tercatat dari Desember uang yang belum diremburse Rp 13.246 525.000.
> Kemudian Januari mencapai Rp 17.022.500.000. Dan Februari Rp
> 14..206.425.000.
>
> "Saya talangi pakai kas untuk November, Desember, tapi Januari, Februari,
> Maret sudah tidak bisa. Bayangkan masuk akal tidak DP PSO sampai sekarang
> belum cair, itu kan uang negara, kenapa diperlambat begini," katanya.
>
> Marina menambahkan, sebenarnya sejumlah persoalan di Dharma Jaya sudah dia
> rasakan sejak pertama kali masuk ke badan usaha tersebut. Marina dilantik
> pada 2015 oleh Basuki Tjahaja Purnama yang kala itu masih sebagai gubernur
> DKI.
>
> Dia bercerita tahun pertama menjabat adalah tahun tersulit bagi dia. Hal
> yang pertama dia bereskan terkait kinerja pegawai-pegawai.. Dia menemukan
> banyak pekerja yang tidak profesional dan ini yang harus diubah.
>
> "Kesulitan daripada memimpin Dharma Jaya adalah yang sudah terbiasa sekian
> puluh tahun bekerja dengan cara tidak ada aturan yang benar tidak
> profesional itu membuat kita harus mengubah," kata Marina saat ditemui di
> kantornya, Cakung, Jakarta Timur.
>
> Dia sadar mengubah itu tak instan dan butuh kerja keras untuk mengubah hal
> kurang baik yang selama ini terpelihara menjadi professional. Berkat
> pantang menyerah, kini dia melihat karyawannya sudah kompeten dan
> professional.
>
> "Tapi karena sudah niatnya saya menunjukkan kepada mereka tujuannya adalah
> untuk kepentingan kesejahteraan mereka, maka mereka akhirnya sadar bahwa Bu
> Rina ajak teman bekerja di Dharma Jaya secara profesional. Mereka itu
> terbiasa dulu tidak kerja profesional tidak terbiasa bahwa usaha itu harus
> untung terbiasa ya udah, kalau ya udah ada anggaran ya dibuat anggaran tapi
> kan bisnis itu kan harus ada anggaran tapi kalau bisa efisien ya efisien
> gitu," jelas dia.
>
> Bukan cuma kelakuan pegawai, masalah lain yang dia hadapi soal kondisi
> keuangan PD Dharma Jaya yang pada masa itu hanya memiliki dana Rp 2,4
> miliar. Namun dana tidak jadi masalah, 2016 adalah masa pembenahan dan
> ditahun 2017 barulah PD Dharma Jaya memiliki keuangan yang kokoh.
>
> "Kalau 2016 kan pembenahannya jadi di Dharma Jaya itu bukan sekadar dagang
> tapi pembenahan persoalan administrasi dengan karyawan tidak ada kontrak
> tidak ada skala gaji, tidak ada peraturan perusahaan itu kan diperbaiki,"
> ujar dia.
>
> Saat PD Dharma Jaya menjadi BUMD pangan terbesar di DKI Jakarta, Marina
> memilih untuk mengajukan surat pengunduran diri kepada Sandiaga.
> Keputusannya semakin bulat karena merasa sulit sekali bertemu gubernur dan
> wakil gubernur sebagai atasannya, padahal banyak hal yang harus dibahas
> salah satunya program daging bersubsidi untuk warga tak mampu.
>
> Saat ingin menuju ruangnya di depan pintu Marina sempat diadang oleh
> ajudan Sandi dan dilarang masuk ke ruangan Wakil Gubernur.
>
> "Selalu kalau mau ketemu pakai tim semuanya. Suatu hari saya sudah
> hopeless. Karena PSO juga enggak turun terus udah gitu di dalam sendiri
> dari Badan Pengawas saya ada masalah, kemudian banyak masalah," keluhnya...
> *[cob]*
>
>
>
>
>
> 
>
>

Kirim email ke