Anak masih kecil, disuapi....... Pejabat rakus, dicekoki......... ? 2018-03-19 3:01 GMT+01:00 Sunny ambon [email protected] [GELORA45] < [email protected]>:
> > > *Apakah tidak ada negera yang bersih dari suap berarti suap-menyuap adalah > masalah biasa? Monggo-monggo bisa karena biasa, jadi silahkan terus baku > suap menyuap. hehehehehe* > > http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/hukum/18/ > 03/18/p5sp6v428-saut-situmorang-tak-ada-negara-yang-bersih-dari-suap > Saut Situmorang: Tak Ada Negara yang Bersih dari Suap > > Senin 19 March 2018 01:33 WIB > > Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Ratna Puspita > > > [image: Wakil Pimpinan KPK Saut Situmorang.]Wakil Pimpinan KPK Saut > Situmorang. > > Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja > > *Ada perbedaan antara negara lain dan Indonesia dalam pemberantasan > korupsi.* > > REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi > (KPK) Saut Situmorang mnegatakan tak ada satu pun negara yang sama sekali > bersih dari suap antara swasta dan penyelenggara negaranya. "Sampai hari > ini, di Hong Kong dan Singapura sekalipun, masih saja ada kasus yang > terjadi sewaktu-waktu. Demikuan juga di USA, apakah dalam bentuk suap dan > gratifikasi," kata dia kepada *Republika*, Ahad (18/3). > > Namun, Saut menyebutkan, ada beberapa hal yang membedakan negara-negara > lain dengan Indonesia dalam melakukan pemberantasan korupsi. Pertama, > persentase dan/atau cara masing-masing negara menegakkan hukum. Kedua, > kelengkapan undang-undang (UU) yang dimiliki. > > "Berikutnya (ketiga) sumber daya manusia serta presentase dukungan > mayoritas warganya, serta *political will *para pemimpin nasional dan > lokalnya. Termasuk disiplin aparat penegak keamanan dan pegawai negeri," > kata dia menjelaskan. > > Menurut Saut, tata kelola pemerintahan yang baik dimulai dari integritas > dan komitmen. Ini termasuk juga pengelolaan perusahaan yang baik lantaran > ada kasus-kasus suap yang melibatkan pihak swasta. > > Dia menjelaskan integritas individu, baik di pemerintahan mapun swasta, > sangat menentukan. Jika integritas individu bermasalah maka apa pun aturan > yang diterbitkan di negara ini, mulai dari UU hingga peraturan presiden, > akan menjadi sia-sia. > > "Kalau masalahnya ada pada integritas dan komitmen kita untuk berperilaku > jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana > dan adil, kita tidak akan dapat hasil yang optimal," kata Saut. > > Untuk mewujudkan integritas dan komitmen, dia menyatakan, harus dimulai > dari setiap individu secara bersama-sama. Termasuk pula pihak swasta yang > berpotensi memberikan suap dan penyelenggara negara yang berpotensi > menerima suap. > > Ia menjelaskan, hampir setiap kasus yang KPK kerjakan ada keterlibatan > pihak swasta dan penyelenggara negaranya. "Antarpenyelenggara negara ada. > Akan tetapi, swasta dengan swasta kan masih belum (menjadi kewenangan KPK) > karena UU Tipikor kita belum sejalan sengan sistem atau piagam PBB," terang > dia. > > Untuk mencegah terjadinya penyuapan yang dilakukan oleh swasta, Saut > menuturkan, KPK telah menjalin nota kesepahaman atau MoU dengan Kamar > Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. MoU tersebut dijalin agar mereka > berusaha bekerja dengan profesional dan berintegritas. > > "Kami sebut program Profit. Tujuan program ini diawali oleh penekanan dari > sisi pemerintah dengan pendekatan SDM yang berkualitas tata kelola dan > teknologinya," jelas dia. > > Saut juga mendorong pemerintah membangun sistem yang berlaku adil bagi > semua pihak dan tanpa ada konflik kepentingan di dalamnya. Ia merasa yakin > sistem yang adil akan membersihkan proyek pemerintah yang dijalankan swasta > bersih dari dari praktik suap kepada penyelenggara negara. > > "Kalau masih ada *conflict of interest*, maka sampai kapan kita bisa > memberi kesempatan yang sama bagi semua orang?" katanya. > > Berbagai hal tersebut yang membuat Indonesia masih kesulitan mengurangi > praktik korupsi. Saut menerangkan hal tersebut terlihat indeks persepsi > korupsi Indonesia yang dirilis Transparency International (TI) pada 2017, > yakni skor 37 dari skala 0-100. > > Angka tersebut sama seperti tahun sebelumnya. Skor 0 mengindikasikan > paling korup dan 100 menunjukkan yang paling bersih. > > > > >
