Nunggak utang dan ketahuan merokok, dilarang naik kereta di China
 Selasa, 20 Maret 2018 08:02 WIB
 
Kereta super cepat, Shanghai Maglev, di China. (Screenshot video YouTube)

Beijing (ANTARA News) - Para penumpang yang kedapatan merokok di dalam kereta 
api cepat akan dikenai larangan menggunakan jasa moda transportasi berplatform 
rel tersebut selama 180 hari sebagaimana peraturan baru yang dikeluarkan 
pemerintah China.

Berdasarkan surat edaran bersama yang dikeluarkan Komisi Pembangunan dan 
Reformasi Nasional (NDRC), Mahkamah Agung, dan lembaga pemerintah lainnya di 
China mengenai orang yang membahayakan keselamatan kereta api, penumpang 
kedapatan tidak membeli tiket, mencetak dan menjual tiket palsu itu juga akan 
dilarang menggunakan jasa kereta api hingga 180 hari terhitung mulai 1 Mei 2018.

Peraturan baru juga menyinggung kredit macet, orang yang kedapatan menggelapkan 
pajak, dan penunggak utang pada lembaga keuangan internasional juga akan 
dimasukkan dalam daftar hitam calon penumpang selama satu tahun.

Orang yang masuk dalam daftar hitam itu dilarang membeli tiket pesawat dan 
kereta api, demikian laporan CRI, radio resmi pemerintah China, Selasa.

Kebijakan tersebut bagian dari upaya pemerintah China menerapkan sistem kredit 
sosial yang sampai saat ini masih dalam pembahasan.

Sebenarnya sistem kredit sosial tersebut sudah ada sejak 2014. Sistem tersebut 
memiliki informasi kredit yang dapat diakses secara nasional melalui platform 
daring yang di dalamnya terdapat daftar hitam orang-orang bermasalah seperti 
penunggak utang.

Pemerintah China akan meningkatkan dan memperbarui mekanisme daftar hitam 
kredit sosial untuk menjamin ketepatan waktu dan penyelesaian persoalan agar 
orang yang membayar utangnya terhindar dari tuntutan hukum, demikian pernyataan 
Wakil Kepala NDRC Zhang Yong.

Larangan merokok di daratan Tiongkok itu tidak seketat di Hong Kong dan Taiwan. 
Bahkan dalam beberapa kesempatan, Antara mendapati para penumpang kereta api 
cepat di China meluangkan waktu untuk merokok di emplasemen stasiun saat kereta 
berhenti sejenak untuk menurunkan dan menaikkan penumpang.

Beberapa waktu lalu penumpang kereta bawah tanah (subway/MRT) di Beijing juga 
terlibat pertengkaran dengan orang asing yang merokok seenaknya di dalam kereta.

China termasuk negara yang relatif bebas bagi perokok di tempat umum dan 
terbuka, termasuk di restoran dan hotel, karena cukai tembakau memberikan 
sumbangan yang sangat besar bagi pertumbuhan perekonomian negara berpenduduk 
terbesar di dunia itu.

Baca juga: China akan larang orang dengan "kredit sosial" buruk naik pesawat, 
kereta

(T.M038/b/a011) 
Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Unggul Tri Ratomo

Kirim email ke