Revolusi Industri 4.0, Indonesia ingin masuk 10 besar ekonomi dunia
 Selasa, 20 Maret 2018 10:51 WIB
 
Menteri Perindustrian Airlangga Hararto (ANTARA News/ Biro Humas Kementerian 
Perindustrian)



Jakarta (ANTARA News) - Indonesia punya visi menjadi 10 besar ekonomi dunia 
kelak dengan implementasi revolusi industri 4.0. 

"Aspirasi Indonesia menjadi 10 besar ekonomi pada 2030," kata Menteri 
Perindustrian Airlangga Hartarto dalam sambutan  Sosialisasi Peta Jalan 
(Roadmap) Implementasi Industry 4.0 di Kementerian Perindustrian, Jakarta, 
Selasa.

Revolusi industri 4.0 diharapkan bisa mengembalikan angka net export Indonesia 
menjadi 10 persen sama seperti yang pernah dicapai pada 2001 silam, 13 kali 
lipat dibandingkan saat ini yang angkanya 0,8 persen. Selain itu, Indonesia 
juga bertekad meningkatkan produktivitas tenaga kerja menjadi dua kali lipat 
dibandingkan peningkatan biaya tenaga kerja. Ke depan, setidaknya 2 persen dari 
GDP dialokasikan ke dalam aktivitas R&D teknologi dan inovasi, tujuh kali lipat 
dibandingkan situasi saat ini.

Penerapan revolusi industri terbaru itu bakal membawa peluang untuk 
merevitalisasi sektor manufaktur, meningkatkan produksi tenaga kerja, 
memperkuat posisi net export dan menciptakan lapangan kerja baru.

Baca juga: Indonesia optimistis jadi pemain kunci revolusi industri 4.0 di Asia 
Tenggara

Revolusi industri generasi keempat ditandai dengan meningkatnya konektivitas, 
interaksi dan semakin konvergensi batas antara mesin, manusia dan sumber daya 
lainnya lewat teknologi infodmasi dan komunikasi. 

Ada lima teknologi utama yang jadi pembangun sistem revolusi industri 4.0, di 
antaranya internet of things, artificial intelligence, human machine interface, 
teknologi robotik dan sensor serta teknologi 3-D printing.

Pemerintah merancang program "Making Indonesia 4.0" yang merupakan roadmap 
terintegrasi serta kampanye untuk menerapkan strategi industri 4.0.

Kementerian Perindustrian RI menyelenggarakan Breakfast Meeting bersama pelaku 
usaha dari lima sektor industri yang menjadi dianggap paling siap menerapkan 
revolusi industri 4.0.  Sektor-sektor itu meliputi makanan & minuman, tekstil, 
otomotif, elektronika dan kimia. 



Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Jafar M Sidik

Kirim email ke