Kemlu Tiongkok Tanggapi Perang Perdagangan Yang Ditimbulkan AS
2018-03-24 14:30:42 CRI
Presiden AS Donald Trump hari Kamis kemarin (22/3) menandatangani MoU
yang mengumumkan akan mengenakan bea cukai dalam skala besar terhadap komoditi
Tiongkok, sementara membatasi investasi dan merjer perusahaan Tiongkok di AS.
Jurubicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying kemarin ketika ditanya
menyatakan, pihak AS bersikeras mempertahankan pendiriannya tanpa menghiraukan
kenyataan pihak Tiongkok mengintensifkan perlindungan HaKI, tanpa menghiraukan
peraturan WTO dan tanpa menghiraukan himbau kalangan terkait, dan ini merupakan
unilateralisme dan proteksionisme perdagangan yang tipikal, dan ditentang pihak
Tiongkok dengan tegas. Tindakan AS tersebut tak menguntungkan kepentingan
Tiongkok, tak menguntungkan kepentingan pihak AS, juga tak menguntungkan
kepentingan global, dan merupakan sebuah contoh yang sangat buruk. Dalam
keadaan apapun, pihak Tiongkok tidak akan membiarkan hak dan kepentingan sahnya
dirugikan, dan pihak Tiongkok kini telah mengadakan persiapan sepenuhnya untuk
membela hak dan kepentingan sahnya sendiri.
Dikabarkan, Ketua Komisi Perdagangan Nasional Gedung Putih seusai
penandatanganan MoU oleh Presiden Trump menyatakan, keuntungan yang diperoleh
Tiongkok dalam perdagangan AS-Tiongkok juga lebih tinggi daripada pihak AS,
pihak Tiongkok akan sulit mengambil keputusan pembalasan terhadap AS. Berkenaan
itu, Hua Chunying menyatakan, tokoh-tokoh terkait AS salah mengevaluasi situasi
dan telah meremehkan ketetapan hati dan kemampuan Tiongkok untuk membela hak
dan kepentingan sahnya, dan pihak AS akan membayar harga terhadap tindakannya
yang semena-mena.