Ini sebenarnya yang diincar parpol-parpol melalui UU MD3, memperkokoh kedudukan 
mereka sebagai parasit.

-

Pengamat Minta Pelantikan 3 Pimpinan MPR Dibatalkan
 
Desi Anggriani

Senin, 26 Maret 2018 01:01 WIB


Jakarta: Direktur CentreFor Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi meminta 
pelantikan tiga pimpinanbaru MPR hari ini, Senin 26 Maret 2018, dibatalkan..

Menurutnya pelantikan pimpinan MPR baru bukan proses kenegaraan yangwajar, 
melainkan pesta kemenangan elite partai. Banyak kepentingan politikdibalik 
berlakunya sejumlah pasal kontroversial di UU MD3 tersebut.

 

"Saya ingin besok (hari ini) enggakada pelantikan, digagalkan atau ditunda 
dulu. Ini kayak pesta kemenangan elitepartai," ungkapnya dalam sebuah jumpa 
pers di Cikini, Jakarta, Minggu 25Maret 2018.

Dia melanjutkan, parlemen seharusnya memikirkan kondisi negara yang 
mulaimengkhawatirkan seperti pembengkakan utang pemerintah, pelemahan nilai 
tukarrupiah, tingginya impor hingga kenaikan sejumlah kebutuhan pokok.

Namun sebaliknya, anggota parlemen seolah melakukan euforia dengan 
bagi-bagikursi. Apalagi penambahan kursi pimpinan MPR justru menambah beban 
negara lewatpemberian fasilitas rumah, kendaraan dinas, ruang pimpinan, hingga 
pengawalan.

"Ini yang harus menjadi perhatian bukan meperebutkan kursi MPR. Akibat UUMD3 
ada penambahan dan kenaikan akomodasi," imbuh dia.

Senada, peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia ( Formappi) 
LuciusKarus mengatakan penambahan pimpinan MPR leat UU MD3 adalah bentuk 
bagi-bagijatah antarparpol. 

Tambahan tiga pimpinan itu berasal dari tiga partai dengan suara tertinggi 
padaPemilihan Umum Anggota Legislastif 2014. 

"Dari sisi kebutuhan ini kayaknya bagi-bagi jatah yang dari awal parlemenmemang 
akrab dengan bagi jatah. Pantas saja PPP marah karena dari awal enggakdapet 
jatah," imbuh Lucius.

MPR melantik tiga pimpinan sesuai Rancangan UU MPR, DPR, DPD, dan DPRD 
yangdisahkan pada 12 Februari lalu. Ketiga pimpinan yang akan dilantik yakni, 
AhmadBasarah (PDI Perjuangan), Ahmad Muzani (Gerindra), dan Muhaimin Iskandar 
(PKB). 


(LDS)

Kirim email ke