2030, RI JADI NEGARA BERPENDAPATAN TINGGI (2) Blueprint Jelas tentang Arah Pembangunan dan Ekonomi *Oleh Thomas Harefa dan Ester Nuky* | Senin, 26 Maret 2018 | 12:07 [image: David Sumual, Chief Economist PT Bank Central Asia Tbk] David Sumual, Chief Economist PT Bank Central Asia Tbk
Berita Terkait - Pertumbuhan Ekonomi Bisa Digenjot hingga 10% per Tahun <http://id.beritasatu.com/home/pertumbuhan-ekonomi-bisa-digenjot-hingga-10-per-tahun/173681> - PDB 5 Kali Lipat <http://id.beritasatu.com/home/pdb-5-kali-lipat/173680> - Sektor Manufaktur Berorientasi Ekspor <http://id.beritasatu.com/home/sektor-manufaktur-berorientasi-ekspor/173678> - Perkuat Peran Bappenas <http://id.beritasatu.com/home/perkuat-peran-bappenas/173677> - BEI: Outlook Penting untuk Jaga Kepercayaan Investor <http://id.beritasatu.com/home/bei-outlook-penting-untuk-jaga-kepercayaan-investor/116220> Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk David Sumual mengatakan, sejumlah negara, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan memiliki *blueprint* yang jelas mengenai arah pembangunan dan ekonomi dalam jangka panjang, serta konsisten menjalankannya meski ada pergantian pemerintahan. Ketiga negara tersebut sudah berhasil masuk kelompok negara perpendapatan tinggi (*high-income country*), dengan masing-masing memiliki produk domestik bruto (PDB) per kapita US$ 38.900, US$ 27.538, dan US$ 22.561 pada 2016. Sementara itu, berdasarkan data Bank Dunia, Indonesia masih level *lower middle income* *country *dengan PDB per kapita US$ 3.570, bersama antara lain Filipina sebesar US$ 2.951, Vietnam US$ 2.170, dan India US$ 1.709. “Pada era 1970-an, PDB per kapita Indonesia dengan Korea Selatan tidak terlalu jauh, yakni sekitar US$ 70 untuk Indonesia dan sekitar US$ 120 untuk Korea Selatan. Namun, Korea Selatan memiliki arah yang jelas untuk berpacu menjadi negara *high industry*, sehingga sekarang melesat,” kata dia kepada *Investor Daily *di Jakarta, akhir pekan lalu. Sementara itu, Tiongkok menjelma menjadi kekuatan ekonomi terbesar nomor dua setelah Amerika Serikat (AS), setelah memberlakukan ekonomi pasar sejak 1978 dan membuka diri untuk investasi asing mulai era 1980-an, sehingga ekonominya selama satu dekade (2000-2010) rata-rata tumbuh 11,5% per tahun. Pencapaian negara berpenduduk terbesar di dunia (1,4 miliar jiwa) tersebut mencapai dua kali lipat lebih dibanding Indonesia yang rata-rata tumbuh 5,2% pada periode sama, dengan penduduk 261 juta. Negara produsen manufaktur terbesar itu sudah naik ke level *upper middle income country *dengan PDB per kapita US$ 8.123, bersama Malaysia sebesar US$ 9.508, Thailand US$ 5.910, dan Suriname US$ 5.871. (bersambung)
