https://www.antaranews.com/berita/696564/menkeu-pertumbuhan-ekonomi-
berpotensi-lebih-tinggi
Menkeu: Pertumbuhan ekonomi
berpotensi lebih tinggi
Selasa, 27 Maret 2018 23:18 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (ANTARA /Sigid Kurniawan)
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
mengatakan pertumbuhan ekonomi bisa melebihi angka lima persen seperti
pencapaian saat ini melalui sejumlah pembenahan.
"Potensi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi selalu ada,"
kata Sri Mulyani di Jakarta, Selasa.
Sri Mulyani mengatakan pembenahan yang dilakukan mencakup perbaikan
dalam tiga komponen utama yang selama ini menjadi mesin pertumbuhan
ekonomi yaitu konsumsi rumah tangga, investasi dan ekspor.
Untuk peningkatan kinerja konsumsi rumah tangga, kata Sri Mulyani, hal
yang bisa dilakukan adalah menjaga laju inflasi serta menciptakan
kesempatan kerja agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
"Untuk masyarakat miskin, pemerintah juga memberikan jaminan sosial yang
memadai dari sisi jumlah maupun cakupan agar bisa betul-betul melindungi
masyarakat miskin," jelasnya.
Untuk peningkatan kerja investasi, tambah dia, pemerintah tidak hanya
memperbaiki proses izin kemudahan berusaha, namun juga membenahi skema
insentif perpajakan untuk menarik minat investor swasta.
"Kita lihat kesehatan sektor swasta dan berupaya menciptakan kesempatan,
yaitu dengan menyelesaikan masalah perizinan, termasuk tax insentif. Ini
dilakukan agar swasta bisa menjadi penggerak ekonomi," kata Sri Mulyani.
Sedangkan, untuk menggerakan sektor ekspor, hal penting yang dilakukan
sebagai antisipasi terjadinya proteksionisme perdagangan adalah dengan
melakukan diversifikasi baik dari negara tujuan maupun produk komoditas
serta manufaktur.
Sebelumnya, laporan ekonomi triwulan terbaru Bank Dunia memproyeksikan
pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode 2018-2020 berada pada kisaran
5,3 persen, atau lebih tinggi dari pencapaian 2017 sebesar 5,1 persen.
Proyeksi ini lebih realistis untuk tercapai karena saat ini banyak
risiko yang bisa menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia seperti
melambatnya perdagangan global, volatilitas kurs dan menurunnya kinerja
konsumsi rumah tangga.
Bank Dunia juga mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas kebijakan
fiskal untuk akselerasi pembangunan dan mendorong kesejahteraan
masyarakat, melalui perbaikan penerimaan pajak serta penyerapan belanja
yang lebih efisien untuk infrastruktur dan sumber daya manusia.
Pewarta: Satyagraha
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018