Sementara, yang punya tanah disuruh menggadaikan sertifikatnya ke bank oleh Jokowi. --- jetaimemucho1@... wrote:
Aksi Hari Petani Tak Bertanah Aksi Pernyataan Sikap Front Perjuangan Rakyat Lawan monopoli dan perampasan tanah serta Reforma Agraria PALSU Jokowi-JK, kalimat ini menjadi diktum bagi Aliansi FPR (Front Perjuangan Rakyat) untuk aksi pada tanggal 29 Maret 2018 di Ibu Kota Jakarta. Hari ini menjadi peringatan bagi Hari Tani Tidak Bertanah (Landless Day) oleh kaum tani dan rakyat di berbagai negeri. Peringatan ini telah ditetapkan 14 tahun silam, bersamaan dengan pendirian Koalisi Petani Asia (APC). Kami dari FPR yang terdiri berbagai organisasi multisektor, menyatakan sikap dan tuntutan: 1. Menolak dan melawan Program RA PALSU pemerintahan Jokowi yang telah menjadi instrumen baru perampasan dan perluasan monopoli tanah 2. Menolak rencana pengesahan Rancangan Kitab UU Hukum Pidana (RKHUP) tahun 2018 dan cabut berbagai aturan perundangan fasis yang menindas kaum tani dan seluruh rakyat melalui perampasan hak demokrasi rakyat, kriminalisasi, pemidanaan dan stigmatisasi. 3. Bebaskan petani yang ditangkap dan hentikan seluruh kriminalisasi, teror, dan kekerasan terhadap petani, burug, dan seluruh rakyat yang memperjuangkan hak-hak demokrastis. 4. Turunkan harga kebutuhan pokok dan turunkan pajak bagi rakyat, serta menolak seluruh kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) dan BBM. 5.Hentikan penggusuran dan reklamasi bagi rencana Mega proyek infrastruktur pemerintah pusat yang dibiayai dari hutang dan investasi asing. 6. Melawan intervensi, intimidas, teror serta perang agresi yang dijalankan oleh imprealis Amerika Serikat (AS) di berbagai negara. Serta menentang kekerasan dan tindakan fasis rezim boneka AS di berbagai negeri, serta mendukung penuh perjuangan rakyat tertindas seluruh dunia dalam melawan monopoli dan perampasan tanah. Seruan dan tuntutan ini akan dilayangkan pada pemerintahan Indonesia. Hari ini, pukul 12.46 massa aksi berada di Kementerian Pertanahan RI, aksi akan terus berlanjut, bergelombang semangat juangnya.
