Harian Umum Sore. Redaksi: (021) 29957500. Sirkulasi:(021) 29957555 ext
6052. Iklan: (021) 71688268. Rp 4.000. Langganan Rp 75.000

   -    KLASIFIKASI    <http://sp.beritasatu.com/pages/classify/>
   -    GALERI FOTO   | <http://sp.beritasatu.com/pages/galerifoto/>
   -    E-PAPER   | <http://sp.beritasatu.com/pages/e-paper/index.php>

Pecinan Warna Warni, Cirebon Jadi Destinasi Wisata dan Belanja Baru
Jumat, 4 Mei 2018 | 8:57

http://sp.beritasatu.com/home/pecinan-warna-warni-cirebon-jadi-destinasi-wisata-dan-belanja-baru/123944



[image: Kawasan Pasar Kanoman kini terlihat lebih indah, rapi dan bersih
setelah direvitalisasi perusahaan cat Pasific Paint bekerja sama dengan
Forum Pedagang Kanoman dengan warna-warni yang memanjakan mata
pengunjungnya.[Rully Satriadi]]Kawasan Pasar Kanoman kini terlihat lebih
indah, rapi dan bersih setelah direvitalisasi perusahaan cat Pasific Paint
bekerja sama dengan Forum Pedagang Kanoman dengan warna-warni yang
memanjakan mata pengunjungnya.[Rully Satriadi]

Berita Terkait

   - Keraton Tetap Menjadi Episentrum Kebudayaan
   
<http://sp.beritasatu.com/hiburan/keraton-tetap-menjadi-episentrum-kebudayaan/63209>

[CIREBON] Pacific Paint bersama tiga kesultanan Cirebon, yakni Gusti Sultan
Sepuh ke-14 Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat dari Kasultanan
Kasepuhan Cirebon, Sultan Pangeran Raja Muhammad Emirudin dari Kasultanan
Kanoman, dan Sultan Pangeran Raja Abdulgani Natadiningrat dari Keraton
Kacirebonan, Kamis (2/5) siang meresmikan kawasan Pecinan Warna Warni di
Jalan Kanoman Kota Cirebon, Jawa Barat.

Pasar Kanoman kini terlihat lebih indah, bersih dan tertata rapi setelah
direvitalisasi perusahaan cat tertua di Indonesia bekerja sama dengan Forum
Pedagang Kanoman dengan pengecatan sekitar 200 ruko dengan konsep beraneka
ragam warna. Selain itu juga mengganti 160 tenda dan kanopi pedagang kaki
lima dengan tenda warna-warni agar lebih memanjakan ribuan mata pengunjung.

Dalam sambutannya Direktur Pasific Paint Suryanto Tjokrosantoso mengatakan,
kawasan pecinan Pasar Kanoman berpotensi menjadi salah satu daya tarik
utama pengunjung yang sayang apabila tidak dijaga, karena selain sebagai
pusat ekonomi, pasar ini juga merupakan bagian dari sejarah bangsa
Indonesia. “Untuk itu kami berharap dengan revitalisasi ini bisa
menghidupkan kembali Pasar Kanoman sebagai destinasi utama wisata dan
berbelanja baru, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat
setempat, dan yang terpenting bisa dinikmati hingga berbagai generasi,”
ujar Suryanto yang mendapat tepuk tangan dari ratusan undangan dan pedagang
yang hadir menyaksikan peresmian tersebut.

Dikatakan, pemilihan kawasan pecinan Cirebon dengan sentuhan warna warni
ini juga bukan tanpa alasan. Seperti diketahui, hubungan keraton-keraton
Cirebon dengan komunitas Tionghoa sudah terjalin lama. Menurut naskah
Purwaka Caruban Nagari, warga Tionghoa berada di wilayah Cirebon sekitar
200 tahun sebelum Kesultanan Cirebon berdiri. Bahkan keberadaan warga
Tionghoa di Cirebon sudah ada sejak sekitar 1415 M sebelum kerajaan Cirebon
berdiri sekitar tahun 1500 M. Hal ini mengingat riwayat putri dari Dinasti
Ming. Ong Tien yang merupakan istri Sunan Gunung Jati juga diiringi dengan
peristiwa monumental ketika pasukan negeri Tiongkok yang dinakhodai
Laksamana Cheng Ho. Panglima Besar Angkatan Laut dari Dinasti Ming datang
ke Cirebon.

Disebutkan, masih dalam rangka ulang tahun ke-75, Pasific Paint tetap
konsisten mengaplikasikan visi misinya dalam mewarnai Indonesia. Sebelumnya
pihaknya juga telah sukses melakukan pemugaran “Kampung Bekelir” di kawasan
Tangerang dan “Kampung Merah Putih” di Kota Tual Ambon.

Corporate Head Marketing Pasific Paint yang juga penggagas Pecinan Warna
Warni, Ricky Soesanto mengungkapkan, dalam merealisasikan program CSR ini
menghabiskan sekitar 4.000 liter cat berbagai warna. Mengingat Kota Cirebon
cukup terik, pihaknya menggunakan warna-warna yang lembut agar lebih tahan
lama dan tidak warnanya cepat pudar.

*Terima Kasih*

Sementara itu, Kasultanan Kasepuhan Cirebon Pangeran Radja Adipati Arief
Natadinlngrat mengucapkan terima kasih kepada Pacific Paint yang sudah
menyempatkan waktu, tenaga, pikiran, untuk mau peduli terhadap
keberlangsungan hidup sosial, ekonomi, dan kebudayaan yang ada di Cirebon.
“Masyarakat Cirebon sangat berterima kasih atas niat baik dari Pacific
Paint ini dan mudah-mudahan berkelanjutan,” ujarnya.

Dikatakan, Pasar Kanoman bukan hanya bagian dari sejarah namun juga sudah
menjadi bagian jantung dari Kota Cirebon itu sendiri. “Dengan adanya
revitalisasi ini saya berharap masyarakat dapat lebih bangga dengan jati
diri bangsa, dan semakin apresiasi akan nilai sejarah dengan budaya lokal
yang sudah semakin tergerus dengan modernya zaman," katanya.

Dijelaskan, Cirebon yang sudah berusia 600 tahun tetap memiliki warna,
adat, tradisi, budaya, etnis, suku, agama yang sangat beragam. Bahkan, 600
tahun yang lalu Laksamana Cheng Ho juga pernah datang ke Cirebon, dan
Cirebon juga sudah menjadi jalur perdagangan sutra dunia dari Tiongkok,
India, Persia, Malaka, Pasai dan lain sebagainya yang datang ke Cirebon.
Berbagai agama juga tumbuh berkembang di Cirebon ini.

Bagaimana dulu, kita sudah mengglobal mengadakan perdagangan dunia ke
mancanegara dan kita berkerja sama dengan semua etnis, suku bangsa, dan
semua budaya. Kita pertahankan Pecinan ini sebagai heritage, yang mana
merupakan potensi dan sejarah budaya Cirebon.

“Alhamdulillah, hari ini kita aktualisasikan kembali dan angkat kembali
warna-warni Cirebon yang dipusatkan di Kanoman dengan Pecinan Warna-Warni.
Mudah-mudahan dengan aktualisasi Pecinan Warna Warni ini, kita kembali
membuka gemilangnya sejarah Cirebon,” ujarnya.

Peresmian Pecinan Warna Warni juga dimeriahkan dengan panggung budaya yang
menampilkan pertunjukai barongsai dan tarian tradisional Cirebon. dan
menjadi salah satu acara peresmian dan budaya terbesar di Kota Cirebon. [RS]

Kirim email ke