http://suara-islam.com/2018/05/04/kasus-pancasila-hrs-di-sp3-gnpf-ulama-semua-kasus-kepada-ulama-harus-dihentikan/
Kasus Pancasila HRS di SP3, GNPF Ulama: Semua Kasus kepada Ulama Harus
Dihentikan


Ustaz Yusuf Muhammad Martak (tengah)

*Jakarta (SI Online)* – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama)
mengapresiasi langkah Polda Jawa Barat menerbitkan Surat Perintah
Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap Habib Rizieq Shihab (HRS) dalam kasus
dugaan penghinaan Pancasila.

“Sudah sewajarnya kepolisian mengambil langkah bijak dan mengeluarkan SP 3
terhadap kasus Habib Rizieq,” kata ketua umum GNPF Ulama, Ustaz Yusuf
Muhammad Martak, di Jakarta, Jumat (4/5/2018).

Menurutnya, selama ini umat Islam menanti sikap profesional polisi,
khususnya dalam menangani kasus yang menjerat ulama dan aktivis Islam.

“Selama ini kan isu kriminalisasi ulama dan aktivis sudah sangat
melelahkan. Panjang sekali prosesnya,” tambah Ustaz Yusuf.

Apalagi, lanjutnya, Habib Rizieq bukanlah sosok pembenci dan penghina
Pancasila seperti yang dituduhkan sebagian kalangan.

“Justru Habib Rizieq adalah orang yang sangat mencintai NKRI dan Pancasila.
Beliau ingin Pancasila tetap tegak di Indonesia, khususnya Sila Pertama,
Indonesia harus berketuhanan,” jelasnya.

Selain itu, Ustaz Yusuf juga berharap kasus yang membelit ulama dan aktivis
dihentikan. “Setidaknya masih ada 18 kasus lain. Ini juga harus dihentikan
agar suasana berbangsa dan bernegara jadi kondusif. Suhu politik juga akan
terkendali,” tegasnya.

Kendati demikian, GNPF Ulama tetap meminta kepolisian bersikap tegas
terhadap para pelaku penista agama.

“Perbuatan melawan hukum yang dilakukan para pelaku penista agama inilah
yang membuat negara gaduh. Mereka harus ditindak, jangan dibiarkan. Hukum
harus tegak,” pungkasnya.

++++++-

http://suara-islam.com/2018/05/06/deklarasi-gerakan-2019gantipresiden/
Deklarasi Gerakan #2019GantiPresiden

Aksi damai gerakan 2019 Ganti Presiden (foto: Tempo)

*Jakarta (SI Online)* – Inisiator gerakan #2019GantiPresiden yang juga
Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) Mardani Ali
Sera membacakan deklarasi yang memuat tujuan aksi tersebut.

“Kami relawan nasional #2019GantiPresiden dengan ini menyatakan sikap
keprihatinan atas kemiskinan, ketidakadilan, ketidakberpihakan dan ancaman
terhadap kedaulatan serta krisis kepemimpinan yang terjadi saat ini di bumi
NKRI,” kata Mardani dari atas mobil komando dalam aksi #2019GantiPresiden
di dekat Patung Kuda, Jakarta, Minggu (6/5/2018).

Ada ratusan massa berkumpul di lokasi tersebut dengan membawa atribut kaos,
topi, pin, selempang bendera dan barang lainnya yang bertuliskan
#2019GantiPresiden. Barang-barang itu dijual puluhan penjual yang menggelar
dagangannya di trotoar dan jalan sekitar lokasi.

“Oleh karena itu kami bertekad akan terus berjuang bersama seluruh rakyat
untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik, berdaulat, bermartabat, adil,
makmur dan berakhlak mulia,” ungkap Mardani.

Di samping Mardani, hadir juga penggagas aksi #2019GantiPresiden Neno
Warisman yang memimpin massa menyanyikan lagu-lagu dan yel-yel sebelum
pembacaan deklarasi.

“Dengan memohon ridho Allah SWT dan dukungan seluruh rakyat, kami siap
mengawal jalannya pemilu yang jujur, adil dan bebas dari segala bentuk
kecurangan, hingga terwujudnya #2019GantiPresiden dan konstitusional pada
17 April 2019,” ungkap Mardani.

Kepada wartawan seusai acara, Mardani mengatakan bahwa acara hari itu
berjalan dengan damai dan tertib.

“Pak Jokowi sudah bekerja keras tapi kami ingin yang lebih baik membawa
Indonesia menghadapi tantangan zaman. Kami tadi membicarakan 5 sila
Pancasila untuk memberikan koreksi terhadap pemerintah,” kata Mardani.

Ia awalnya merasa ada kesulitan untuk mendapatkan izin lokasi pelaksanaan
acara tersebut.

“Kita ingin pemerintah yang menghargai musyawarah bukan pemerintah yang
membungkam perbedaan pendapat, kami merasakan ada ke kiri dan ke kanan
dalam izin padahal acara hari ini alhamdulilah berlangsung tertib, aman,
damai. Kami ditanya bagaimana kalau pendukung Pak Jokowi mau membuat acara
di samping kami? Kami katakan monggo, karena kami bersaudara semua orang
punya hak seperti kami juga punya hak jadi kami tidak ada masalah,” jelas
Mardani.

Aksi #2019GantiPresiden berlangsung singkat hanya sekitar satu jam yaitu
dari pukul 09.00 – 10.05 WIB. Mardani juga sempat menyampaikan deklarasi
#2019GantiPresiden.

Awalnya tempat aksi direncanakan di taman aspirasi Monas, namun polisi
memindahkannya ke depan Patung Kuda di ujung jalan MH Thamrin karena ada
dua kebaktian di Taman Aspirasi.

Kirim email ke