https://gaya.tempo.co/read/1086391/manfaat-daun-kelor-untuk-gizi-anak-setara-dengan-25-ikat-bayam
Manfaat Daun Kelor untuk Gizi Anak, Setara
dengan 25 Ikat Bayam?
Reporter:
Tabloid Bintang
Editor:
Susandijani
Senin, 7 Mei 2018 13:05 WIB
Sup daun kelor buatan Sophia Latjuba. Instagram.com
<https://statik.tempo.co/data/2017/10/12/id_654672/654672_720.jpg>
Sup daun kelor buatan Sophia Latjuba. Instagram.com
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Memenuhi kebutuhan gizi
<https://www.tempo.co/tag/gizi> si kecil tidaklah mahal. Direktur
Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Vektor, dan Zoonotik
Kementerian Kesehatan RI, dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, Dsc,
memberi contoh daun kelor, yang dikenal masyarakat Indonesia sejak era
penjajahan Belanda.
Namun kala itu orang tidak menyadari besarnya manfaatnya. Malah meyakini
kelor sebagai daun pengusir setan.
*Baca juga: Suami Istri Bekerja Kerap Bertengkar, Atasi dengan Teori
Layangan
<https://gaya.tempo.co/read/1086326/suami-istri-bekerja-kerap-bertengkar-atasi-dengan-teori-layangan>
<https://gaya.tempo.co/read/1086365/duduk-terlalu-lama-penggumpalan-darah-mengintai-cek-risetnya>*Teknologi
memungkinkan peneliti mengetahui vitamin dan mineral yang tersimpan
dalam daun kelor. Tahukah Anda, kandungan kalium (yang amat baik untuk
menjaga kesehatan jantung) pada kelor 3 kali lebih banyak daripada pada
pisang? Vitamin A yang tersimpan di daun kelor 4 kalinya wortel. Zat
besi daun kelor setara dengan 25 ikat bayam. Vitamin C-nya setara dengan
7 buah jeruk.
Daun Kelor. Tokopedia
“Kalsium untuk pertumbuhan tulang dan gigi di daun kelor itu setara
dengan 4 gelas susu. Protein daun kelor 2 kali lipatnya yoghurt. Makanya
Bu, perkenalkan si kecil kepada daun kelor. Anda bisa mengolahnya
menjadi sayur bening,” Elizabeth mengimbau.
Di era modern, teknologi memungkinkan daun kelor diolah menjadi serbuk
lalu dikemas dalam bentuk kapsul. Perubahan bentuk ini mengubah
konfigurasi vitamin dan mineralnya. “Kaliumnya jadi 10 kali lipat,
kalsiumnya 17 kali lipat, dan proteinnya 9 kali lebih banyak. Namun
vitamin C-nya rusak, tinggal setara dengan setengah buah jeruk saja,”
urai dia.
*Baca juga:
Duduk terlalu Lama? Penggumpalan Darah Mengintai, Cek Risetnya
<https://gaya.tempo.co/read/1086365/duduk-terlalu-lama-penggumpalan-darah-mengintai-cek-risetnya>
Ganti Suasana Rumah? Mulai dari Ruang Tamu dan Dapur
<https://gaya.tempo.co/read/1086328/ganti-suasana-rumah-mulai-dari-ruang-tamu-dan-dapur>*
Khusus untuk kaum hawa, Elizabeth mengingatkan beratnya tanggung jawab
selama hamil. Saat berbadan dua, asupan vitamin dan mineral mesti
dipantau. Jika tidak, kesehatan ibu dan si kecil taruhannya. Saat
kekurangan zat besi misalnya, ibu hamil rawan keguguran. Kalaupun bisa
bersalin, bayi berisiko lahir cacat, prematur, atau berat badan lahir
rendah.
Teh Daun Kelor. TEMPO/Charisma Adristy
“Jika kekurangan vitamin D, bayi bisa kena diabetes tipe 1 yang
membuatnya bergantung pada insulin. Selain itu berisiko terkena asma dan
skizofrenia. Jika kekurangan kalsium, ibu hamil mengalami hipertensi,
preeklamsia, dan kejang. Bayi yang dilahirkan pun berisiko mengalami
penyakit serupa. Kalau Anda kekurangan semua elemen gizi
<https://www.tempo.co/tag/gizi>ini, anak Anda akan stunting,” tutup
Elizabeth.
TABLOIDBINTANG
<https://aura.tabloidbintang.com/kesehatan/read/100061/daripada-untuk-mengusir-setan-lebih-baik-manfaatkan-daun-kelor-untuk-ini>