Meloncat masuk kantong2........, dengan menciptakan peraturan baru yang
disahkan oleh gerombolan2nya sendiri......

2018-05-09 7:24 GMT+02:00 Chalik Hamid [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
>
>
> ----- Pesan yang Diteruskan -----
> *Dari:* 'Chan CT' [email protected] [nasional-list] <
> [email protected]>
> *Kepada:* GELORA_In <[email protected]>
> *Terkirim:* Rabu, 9 Mei 2018 01.42.05 GMT+2
> *Judul:* [nasional-list] RAPBD Jakarta Melonjak Gila-gilaan Dibandingkan
> Jaman Ahok
>
>
>
> RAPBD Jakarta Melonjak Gila-gilaan Dibandingkan Jaman Ahok: 'Semuanya
> lapar dan haus', kata seorang anggota DPRD
>
>    -  08-05-2018
>    
> <https://www.hetanews.com/article/127959/rapbd-jakarta-melonjak-gila-gilaan-dibandingkan-jaman-ahok-semuanya-lapar-dan-haus-kata-seorang-anggota-dprd>
>
>    -  Politik <https://www.hetanews.com/category/politik> SUARA Kita
>    <https://www.hetanews.com/category/suara-kita>
>    https://www.hetanews.com/article/127959/rapbd-jakarta-
>    melonjak-gila-gilaan-dibandingkan-jaman-ahok-
>    semuanya-lapar-dan-haus-kata-seorang-anggota-dprd
>    
> <https://www.hetanews.com/article/127959/rapbd-jakarta-melonjak-gila-gilaan-dibandingkan-jaman-ahok-semuanya-lapar-dan-haus-kata-seorang-anggota-dprd>
>
>
> Lonjakan tajam RAPBD Provinsi DKI Jakarta bukan hanya menyangkut
> pemerintah provinsi, namun juga anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
> (DPRD)
> [image: alt]
>
> Jakarta, hetanews.com - Bahkan ada yang naiknya berlipat-lipat hingga
> lebih dari 10 kali: biaya kunjungan kerja. Data yang diperoleh dari situs
> resmi pemerintah DKI Jakarta, rencana kunjungan kerja DPRD DKI tahun 2018
> mencapai Rp107,7 miliar. Melihat angka sebelumnya yang hanya Rp8,8 miliar,
> anggaran kali ini 'tampak melonjak gila-gilaan'.
>
> Seorang anggota DPRD Jakarta, yang tidak bersedia disebutkan namanya,
> mengatakan kenaikan itu untuk 'memenuhi dahaga para anggota dewan yang
> selama ini pendapatannya dikebiri pemerintah provinsi'.
>
> "Semuanya lapar dan haus," katanya, kepada BBC Indonesia. Namun Wakil
> Ketua DPRD Mohamad Taufik membantah dan berkilah bahwa kenaikan itu
> merupakan hal yang wajar dan sudah berdasarkan aturan yang berlaku.
> "Kunjungan kerja itu ada di seluruh instansi di Indonesia," ujar Taufik.
>
> Kenaikan sejumlah mata anggaran DPRD DKI dalam rencana APBD DKI terjadi
> usai pembahasan Tim Anggaran Pemerintah Daerah dengan Badan Anggaran DPRD,
> pertengahan November lalu.
>
> Mereka menghasilkan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran
> Sementara (KUA-PPAS). Selain kunjungan kerja, terdapat beberapa poin
> anggaran di DPRD DKI lainnya yang naik signifikan dalam KUA-PPAS, hasil
> bahasan eksekutif dan legislatif Jakarta tersebut. Baik secara nominal
> maupun persentase kenaikan.
>
>
> <https://2.bp.blogspot.com/-VPIs1OxBztE/WvBZJRfhPUI/AAAAAAAALYs/F1QfZIiLNBQnqAAxUht7aGptVRiLuoZkgCLcBGAs/s1600/kom.png>
>
>
> Setelah kunjungan kerja yang naik Rp99 miliar, atau lebih dari 10 kali
> lipat, anggaran yang melonjak adalah pelaksanaan reses yang naik Rp34,4
> miliar. Lalu diikuti pembahasan panitia khusus naik Rp27 miliar, dan
> pembahasan badan anggaran naik Rp11,9 miliar.
>
> Yang naik signifikan secara persentase adalah pengelolaan website DPRD DKI
> yang naik sekitar 17 kali dari Rp31 juta menjadi Rp571 juta. Diikuti oleh
> pembahasan pansus naik 12 kali, kunjungan kerja 11 kali, dan pergantian
> insidentil sipil gedung 8,5 kali.
>
>    - *Mata anggaran baru*
>
> Selain kenaikan dari nominal yang sudah ada, terdapat poin anggaran yang
> tidak ada dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah yang disusun pada
> pertengahan tahun ini tapi ada setelah pembahasan dengan Badan Anggaran
> DPRD.
>
> Mata anggaran itu adalah penunjang kehadiran rapat DPRD sebesar Rp16,1
> miliar, dan pembuatan buku profil aggota dewan sebesar Rp218 juta.
>
> *Mata anggaran tunjangan rapat ini dulu dicoret mantan Gubernur Basuki
> Tjahaja Purnama. "Mana ada sih aturan kamu kalau kerja diajak rapat oleh
> bos minta uang? Kaya dong gubernur kalau tiap kali rapat dapat duit," kata
> Ahok -panggilannnya, kala itu.*
>
> *Taufik sendiri mengatakan bahwa uang tunjangan rapat itu kini sudah
> diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan
> dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD.*
>
> *"Ada dasarnya," kata Taufik.*
>
> Kenaikan persentase terbesar rencana anggaran DPRD DKI Jakarta
>
>
> <https://4.bp.blogspot.com/-67bn0-gTqM4/WvBZSeYFqUI/AAAAAAAALYw/5-vOSAF67lEYUUtlMOwPa_P_aNPN4HY4gCLcBGAs/s1600/kom7%2B%25281%2529.png>
>
>
> Direktur Eksekutif Indonesia Budget Center (IBC) Laode Roy Salam
> mempertanyakan melonjaknya anggaran DPRD tersebut. "Ada potensi
> menghambur-hamburkan uang anggaran" kata dia.
>
> Soal kunjungan kerja misalnya, selalu disorot negatif publik. "Patut
> dipertanyakan untuk apa DPRD menghabiskan dana kunjungan kerja sebegitu
> besar," kata dia.
>
> Menurut Roy, penyusunan anggaran tak semata-mata karena adanya aturan yang
> melandasinya seperti dikatakan Taufik. "Tapi juga harus dilihat pada aspek
> kewajaran," kata dia.
>
>    - *Rencana pemasukan anggota DPRD*
>
> Sumber BBC Indonesia di DPRD DKI mengatakan pemunculan kembali poin
> tunjangan rapat, bersama kenaikan poin anggaran lainnya memang diinginkan
> oleh anggota dewan.
>
> Ia menjabarkannya.
>
> Setiap kali rapat, nantinya anggota dewan akan mengantongi Rp350 ribu.
> Juga akan ada aturan yang membatasi maksimal seorang anggota DPRD tiga kali
> rapat dalam sehari.
>
> Termasuk soal kunjungan kerja. Menurut dia, uang saku tiap anggota DPRD
> setiap harinya dalam kunjungan kerja adalah Rp4 juta. "Kunjungan kerja akan
> ada setiap akhir pekan," kata dia.
>
> Taufik sendiri tidak membantah informasi itu. Menurut dia, pimpinan DPRD
> memang merancangnya seperti itu. "Jadwalnya memang seperti itu. Tapi kan
> belum tentu dipakai," kata dia.
>
> Sumber BBC yang berkecimpung di politik Jakarta lebih dari 10 tahun itu
> menambahkan, bahwa ide untuk menaikkan angka anggaran, termasuk mengadakan
> tunjangan rapat disetujui semua anggota. Termasuk dirinya.
>
>
> <https://1.bp.blogspot.com/-aM-W2KGq3d0/WvBZau218YI/AAAAAAAALY4/JDGPifrACUsiPJrXrUrQDq5VriaApM3-QCLcBGAs/s1600/kom3.png>
>
>
> Dia mengatakan membutuhkan uang lebih karena 'proposal dari konstituen
> masuk terus'. Ia mewanti-wanti namanya tak disebut. Ia mengaku selama ini
> anggota DPRD tidak bisa bermain proyek karena pengetatan anggaran oleh Ahok.
>
> Namun Taufik menegaskan, angka-angka dalam KUA PPAS tersebut belum final.
> Masih akan ada pembahasan antara legislatif dan eksekutif. Juga pemeriksaan
> oleh Kementerian Dalam Negeri. "Masih bisa dihapus," kata wakil ketua Badan
> Anggaran DPRD DKI ini.
>
>
>
> <https://3.bp.blogspot.com/-trwNihhMu1g/WvBZhBqVH0I/AAAAAAAALY8/ii2SON4nFWIp9maP3uADPHkPBvguMzbWwCLcBGAs/s1600/kom4.png>
>
>
> Taufik menambahkan kenaikan total anggaran DPRD DKI dari Rp126 miliar
> menjadi Rp346 miliar adalah hal yang wajar. "Selama itu sesuai dengan
> aturan. Nanti bisa disisir ulang. Finalisasinya di Kemendagri," imbuh dia..
>
> Gubernur Anies Baswedan sendiri bersyukur rancangan APBD Jakarta 2018
> mendapat sorotan masyarakat karena kenaikan yang signifikan. Menurut dia,
> justru bentuk partisipasi seperti itu yang diharapkan.
>
> Dia berharap banyaknya partisipasi masyarakat membuat APBD Jakarta lebih
> baik. "Ini adalah dana kita semua," kata Anies di Balai Kota, Kamis, 23
> November 2017.
>
> Senada dengan Taufik, Anies mengatakan bahwa angka-angka dalam rancangan
> itu masih bisa berubah.m "Pembahasan masih jalan, ini belum selesai. Jadi
> dengan pembahasan masih jalan, makin banyak yang melihat makin baik,"
> pungkasnya.
>
>
>
> sumber : beritaterheboh.com
> Penulis: *- <https://www.hetanews.com/user/3/hetanews>*. Editor: *Sella
> <https://www.hetanews.com/user/1097/sella>*.
>
> 
>

Kirim email ke