Ya, cuma seolah. Aslinya karena ada proyek Bank Dunia tentang investasi SDM yang kemungkinan mirip belaka dengan politik balas budi jaman kolonial dulu.
Investasi SDM https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/messages/225889 Impor dosen itu baru penjajakan. Setelah itu baru penjajahan pendidikan, haha... --- jetaimemucho1@... wrote : Tingkah laku Sang Menkeu dalam menghadapi tantangan debat kok aneh ya...Apa hubungannya dengan generasi muda dan masa depan segala...seolah-olah dia perduli pada masa depan Indonesia... tantangan debat jadi didramatisasi....Padahal soalnya sangat sederhana...mau apa nggak menerima tantangan debat itu.... On Tuesday, May 8, 2018 7:31 PM, ajegilelu@... wrote: Apa Sri Mulyani tidak kenal Rizal Ramli :) sehingga berdalih untuk menghindari perdebatan yang diperintahkan Jokowi? - menurut kabar sudah 3 stasiun televisi swasta menyurati presiden dan menkeu meminta hak siar jalannya perdebatan. Khas mental imperialis, takut menghadapi Rizal Ramli lantas Sri Mulyani ngompori orang-orang (dalam hal ini alumni & mhs LPDP) supaya terbakar dan maju menghadapi Rizal Ramli, alias menjadikan orang lain sebagai bumper. kutipan: "Saya selalu mengingatkan saya tidak akan lelah untuk menyampaikan bahwa negara ini akan, sedang dititipkan kepada anda," kata Sri Mulyani di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin malam (7/5). "Namun, ketika hari ini hanya ada orang yang akan komplain, katakanlah ibu Sri Mulyani hobinya ngutang terus. Saya ingin menantang anda, saya ingin anda bersuara give your voice of reason," lanjutnya. - Dear Rizal Ramli, Ini Kata Sri Mulyani Soal Tantangan Debat SELASA 08 MAY 2018 07:20 | EDITOR: SAUGI RIYANDI JawaPos.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akhirnya menjawab rasa penasaran mantan Menko Bidang Kemaritiman dalam kabinet jilid II Presiden Joko Widodo, Rizal Ramli yang dalam beberapa waktu terakhir mengajaknya untuk melakukan debat terbuka. Semula, dalam acara Welcoming Alumi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) 2018, Sri Mulyani memberikan pesan kepada para alumni dan calon mahasiswa yang akan segera menempuh pendidikan lewat LPDP tahun ini. "Saya selalu mengingatkan saya tidak akan lelah untuk menyampaikan bahwa negara ini akan, sedang dititipkan kepada anda," kata Sri Mulyani di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin malam (7/5). "Namun, ketika hari ini hanya ada orang yang akan komplain, katakanlah ibu Sri Mulyani hobinya ngutang terus. Saya ingin menantang anda, saya ingin anda bersuara give your voice of reason," lanjutnya. Dengan suara bergetar, Sri Mulyani mengatakan ditantang berdebat bukanlah hal yang ia takutkan. Baginya, itu tidak akan memberi konsekuensi yang besar bagi rakyat Indonesia. Terlebih perdebatan itu berada pada ranah tentang diakui pintar atau tidak pintar, bahkan berdebat tentang apakah dia pantas dinobatkan menjadi menteri terbaik atau tidak terbaik. "Itu tidak ditakuti. Karena itu enggak ada konsekuensinya (bagi rakyat)," tuturnya. Yang menjadi mimpi buruk dan menakutkan bagi Sri Mulyani adalah cara berpikir generasi muda serta bagaimana mereka bersikap. "Itu konsekuensi yang besar sekali terhadap republik ini," jelasnya. Dia menekankan masa depan Indonesia yang kelak diurus oleh generasi muda yang tidak percaya diri akan kemampuan sendiri tentunya lebih menakutkan daripada hanya sekedar berdebat yang tak memiliki konsekuensi untuk rakyat Indonesia. "Saya tidak takut kepada tantangan berdebat, saya takut kepada masa depan Indonesia yang akan diurusi oleh generasi muda yang tidak percaya diri dan kemampuan akan dirinya sendiri secara bersama-sama," tandasnya. (uji/JPC)
