Para pendukung buta Jokowi sudah lenyap empati dan simpatinya kepada nasib petani yang mempertahankan tanah yang sudah dikerjakan dengan susah payah, sekarang tinggal dipanen, tapi akhirnya harus menghadapi perampasan. Mata para pendukung ini hanya pada infrastruktur megah-megah Jokowi, tak perduli mereka pada kehidupan orang-orang yang berada di jenjang paling bawah masyarakat.... Masih patutkah orang-orang begitu menamakan dirinya "kiri"??
Kukuh Harianto Mezzaluna 5 mei 2017 BELOPA - Puluhan petani dari dua desa,yakni Desa Baramamase dan Desa Kalibamamase, Kecamatan Walenrang, KabupatenLuwu, berusaha mempertahankan lahan sawah milik mereka yang hendak panen .Mereka berusaha dengan sekuat tenaga dan berbagai cara menghalau petugas yangmengerahkan alat berat untuk mengosongkan lahan sawah, Kamis (4/5/2017).Para petani berusaha mempertahankan sawah dengan berdiri membentuk pagarbetis dan berbaring di sawah yang ditumbuhi padi siap panen. Bukan hanyabapak-bapak dan ibu-ibu, beberapa anak usia di bawah umur ikut membentuk pagarbetis. Mereka berusaha mempertahankan sawah mereka meski aparat terus mendesakdan mengancam akan menangkap jika terus melanjutkan aksi. Karena tidakmendengarkan instruksi, petugas yang dipimpin Wakapolres Luwu, Kompol AbrahamTahalel, mengambil tindakan tegas dan upaya paksa mengeluarkan warga dari areapersawahan yang akan dikosongkan menggunakan eskavator. Petugas yang terdiri dari Satuan Polres Luwu dan Satuan Polisi PamongPraja (Satpol PP) dibantu personel TNI mengangkat dan menyeret para petanikeluar dari sawah. Para petani ini dimasukkan ke mobil dalmas milik PolresLuwu. Para petani dan keluarganya pun berteriak dan menangis histeris. Beberapawarga yang hadir menyaksikan upaya pengosongan lahan oleh pihak UniversitasAndi Djemma (Unanda), juga terlihat meneteskan air mata. "Tolong Pak, tunggu sampai kamipanen. Berbulan-bulan kami memelihara padi kami ini, tidak lama lagi panen,kami minta kebijakan bapak-bapak," teriak sejumlah ibu-ibu saat digiringke mobil dalmas.
