Masalahnya, nenek dalam tempurung ini berkesimpulan dengan dasar informasi HOAX, atau menjadikan nila setitik yang terjadi dengan merusak susu sebelangga! TIDAK BERANI melihat KENYATAAN sesungguhnya RRT sampai sekarang ini, setelah menjalani 40 tahun “Reformasi dan Keterbukaan” masih terus majuuuu, ... berkembang makin besar, makin KUAT dan berkemampuan menghadapi dan melawan dedengkot imperialisme AS itu!
Kalau saja RRT sejelek seperti informasi hoax yang diyakini sebagai kebenaran yang terjadi, apa nggak seperti PKUS sudah AMBRUK dengan sendirinya!? Begitulah sudah berulangkali diramalkan geleembung sabun ekonomi Tiongkok meledak dan sudah TIBA saatnya ekonomi Tiongkok ambruk, ...! Kalau saja nila setitik yang terjadi, adanya penggusuran jutaan warga dengan berbagai sebab yang terjadi, adanya puluhan juta buruh jatuh menganggur akibat perusahaan bangkrut, yang terbesar saat digempur krismon 2008, ... lalu dianggap RRT membiarkan RAKYAT khususnya BURUH di Tiongkok jadi gelandangan dan MATI KELAPARAAN, ...! Kenyataan TIDAK BEGITU yang terjadi! Justru RRT dibawah pimpinan PKT masih berkemampuan dan berhasil mengatasi tantangan dan kesulitan yang dihadapi bertubi-tubi itu, ...! Berhasil mengatasi gempuran-gempuran krisis moneter yg melanda, masalah penggusuran yang HARUS dijalankan dan pengangguran buruh yang menimpa, ... Bukankah selama ini RRT tetap membuktikan kemajuan ekonomi nya sekalipun melambat, TETAP merupakan kemajuan terbaik/tertinggi didunia, masih diatas 6,7%. Sedang, target mengentaskan kemiskinan akan selesai tahun 2020 tetap digenjot dan juga akan dibuktikan menjadi kenyataan! Artinya, tahun 2020 RRT termasuk satu negara bebas dari kemiskinan, 1,3 milyar RAKYAT Tiongkok memasuki masyarakat sedikit makmur! Seperti tekad Xi Jinping, RRT akan berhasil membuktikan pentrapan Marxisme dengan kondisi konkrit Tiongkok menjadi negara pertama didunia memasuki masyarakat sosialisme, ... yaitu, mewujudkan cita-cita Marx selama lebih 160 tahun ini menjadi kenyataan didunia! Masyarakat Sosialisme bukan lagi hanya angan-angan utopis saja! Ada baiknya kita lebih lanjut mendalami pengertian-pengertian ajaran Marx sendiri, ... mengapa Marx-Engels maramalkan masyarakat sosialis akan terwujud lebih dahulu di AS atau beberapa negara industri di Eropah, bukan di Rusia yang dinilai masih terbelakang? Bukankah itu berarti seperti yang dinyatakan, bahwa masyarakat sosialisme adalah kelanjutan dari masyarakat kapitalisme tingkat tinggi?! Artinya, masyarakat sosialisme baru bisa dicapai setelah tenaga produktif lebih maju dan hasil produksi yang memadai, ... setelah masyarakat mencapai kemakmuran tertentu baru diusahakan meratakan kemakmuran yang ada. Kalau saja kita melancarkan revolusi sosialisme didalam masyarakat masih sangat MISKIN, masih 1/2 feodal dan kapitalis baru tumbuh dan masih sangat lemah, yang berati tenaga produksi masih terbelakang, kekuatan BURUH masih lemah, ... yang terjadi adalah meratakan kemiskinan! Dan tentunya akan KESULITAN mempertahankan kekuasaan RAKYAT yang sudah dimenangkan itu. Itulah kenyataan yang terjadi dengan Sovyet-Uni yang dikatakan negara sosialisme pertama didunia, baru juga 2 generasi kekuasaan, setelah Stalin meninggal, kekuasaan berhasil diserobot oleh Kruschove yang jalankan restorasi kapitalisme! Dan akhirnya terperosok melanjuutkan jalan kapitalis yang sempurna! Deng yang berani menarik pelajaran dan mengoreksi kesalahan yang terjadi itu! Mencoba menemukan jalannya sendiri, jalan sosialisme berkarakter Tiongkok sesuai kondisi masyarakat Tiongkok, membawa RRT menjalankan “Reformasi dan Keterbukaan”, memadukan keunggulan ekonomi-berencana nya sosialisme dengan ekonomi-pasarnya kapitalisme, menjadi ekonomi-pasar Sosialisme! Dan, tentunya dengan TETAP pegang TEGUH 4 Prinsip, Tetap menempuh jalan sosialisme, tetap dibawah pimpinan PKT, tetap pertahankan Diktatur Proletariat dan tetap menjadikan ML-FMTT sebagai ideologi pembimbing PKT dan rakyat Tiongkok! Dan kemarin ini oleh Xi dipakukan dalam KONSTITUSI RRT, ...! Salam, ChanCT From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] Sent: Thursday, May 10, 2018 12:52 AM To: Yahoogroups ; GELORA_In ; Harry Singgih ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Daeng ; Mitri ; [email protected] ; Farida Ishaja ; Gol ; Lingkar Sitompul ; Oman Romana ; Harsono Sutedjo ; Billy Gunadi ; [email protected] ; Ronggo A. ; Sie Tik Tan ; Sahala Silalahi ; Andreas Sungkono ; Tjoa ; Nunu Nugroho ; WIN DJOYO ; Everistus Kayep Subject: [GELORA45] Xi Jinping memuji Marxisme sementara Tiongkok terus memperdalam transformasi kapitalisnya.” Satu-satunya ajaran dalam filsafat, ekonomi politik dan ilmu sosial yang diwujudkan dalam kemenangan dan pembangunan Sosialisme adalah Marxisme. Begitu besar pengaruh pemikirannya, sehingga 200 abad kelahirannya diperingati tidak saja oleh mereka yang mewarisi, meneruskan dan menggunakan ajarannya sebagai panduan, tapi juga oleh kaum borjuasi yang terang-terangan menentangnya dan juga oleh kaum revisionis untuk terus menggunakannya sebagai selubung pengkhianatan terhadap Marxisme. Itulah yang terjadi dengan peringatan yang dilakukan di Tiongkok kapitalis-imperialis. Judul berita mencerminkan kemunafikan XJP : “ Xi Jinping memuji Marxisme sementara Tiongkok terus memperdalam transformasi kapitalisnya.” Jelas terlihat kemunafikannya, bukan? Bagimana bisa di satu sisi memuji Marxisme, dipihak lain terus memperkuat kapitalisme... Sungguh tak tahu malu si XJP ini dengan mengeluarkan pernyataan :teori Marx merupakan alat untuk "memenangkan hari depan".....Sudah lebih dari 40 tahun Kaum revisionis berkuasa, lihat saja sendiri bagaimana hari depan massa buruh migran yang jutaan digusur dari tempat tinggal dan hilang mata pencahariannya. Mahasiswa yang bentuk grup untuk mempelajari FMTT dikejar-kejar, kok masih bisa bilang teori Marx merupakan alat utk memenangkan hari depan??? Tapi yang lebih menakjubkan lagi adalah masih ada orang yang mau mempercayainya!! Kan lebih konyol lagi orang itu!! Selanjutnya tertulis: Namun, pernyataan presiden Xi tentang Marx dan Marxisme bertentangan dengan haluan/arah transformasi kapitalis dalam ekonomi Tkk.. Reform-reform pro-pasar yang sudah terjadi dalam beberapa decade terakhir di Tkk dan diambilnya ekonomi campuran jelas tidak ada hubungannya dengan persepsi Marx tentang Sosialisme.” Keputusan yang disetujui pada Kongres PKT ke XIX, 2017 mengkonfirmasi ekonomi Tkk masuk ke jaman baru di mana hubungan produksi kapitalis lebih diperkuat lagi….. Kemajuan ekonomi Tkk dewasa ini bersandar pada terus melebarnya ketidak samaan sosial, penghisapan tenaga kerja murah dan hubungan kapitalis dalam semua sector produksi yang semakin dalam. Adalah kenyataan hukum dasar pembangunan sosialis tertentu sudah dihapuskan dan transformasi Tiongkok dengan cepat menuju ekonomi pasar bebas… Tkk tidak saja turut serta dengan aktif membangun kapitalisme internasional tapi juga memperkuat dan mengkonsolidasi kehadiran dan pengaruh ekonominya sendiri melalui grup-grup monopoli Tkk di berbagai tempat di dunia….Kami tidak dalam posisi untuk mengetahui bagaimana persepsi XJP dan PKT atas ajaran Karl Marx, tapi satu hal pasti: Sudah lama Tkk meninggalkan dasar-dasar Sosialisme dan menciptakan prekondisi yang melahirkan efek negative berjangka panjang bagi massa pekerja Tiongkok. “ Kadang-kadang memang mengherankan kok bisa agen revisionis di satu pihak marah besar dibilang revisionis dan tak mengakui pengkhianatannya terhadap Marxisme (ya mana ada pengkhianat mengakui pengkhianatannya, bukan?), tapi di pihak lain dengan terang-terangan dan bangga membela MODAL dan memungkiri watak jahat MODAL … Lantas bagaimana dengan karya monumental Marx yang menggoncangkan dunia “Das Kapital” yang sampai hari ini masih diakui kebenarannya dan dipelajari oleh mereka yang ingin terlibat dalam merubah dunia bagi kepentingan umat manusia??? Tuesday, May 8, 2018 Xi Jinping praises Marxism while China deepens its capitalist transformation <!--[if !vml]--><!--[endif]--> Chinese President Xi Jinping has praised Karl Marx as "the greatest thinker of modern times," calling his theories a tool for China to "win the future", according to a recent report by Xinhua. President Xi gave a speech last Friday at the Great Hall of the People in central Beijing, during an event marking the bicentennial of Marx's birth in 1818 in Germany. The most valuable and influential spiritual asset that Marx left us is the scientific theory named after him -- Marxism. Like a spectacular sunrise, the theory illuminated the path of humanity's exploration of the law of history, and humanity's search for their own liberation, Xi said. "It is perfectly right", underlined the Chinese President, "for history and the people to choose Marxism, as well as for the CPC to write Marxism on its own flag, to adhere to the principle of combining the fundamental principles of Marxism with China's reality, and continuously adapt Marxism to the Chinese context and the times." >From his side, Wang Huning, a member of the Standing Committee of the >Political Bureau of the Communist Party of China (CPC) Central Committee, has >stressed the importance of studying Chinese President Xi Jinping's speech >commemorating Karl Marx. However, President Xi's remarks about Marx and Marxism are contradictory to Chinese economy's course of capitalist transformation. The pro-market reforms that have taken place during the last decades in China and the adoption of a mixed economy have certainly no relation with Marx's perception of Socialism. The decisions approved by the 19th Congress of the Communist Party of China in 2017 confirmed the passing of the country's economy in a new era, where the capitalist relations in production are strengthened even more. The so-called "Socialism with Chinese characteristics" consists of mixed forms of private and public ownership, in which the market plays a decisive role in allocating resources. <!--[if !supportLineBreakNewLine]--> <!--[endif]--> <!--[if !vml]--><!--[endif]--> In fact, the "reforms" implemented by the Chinese government aim in modifying the market's mechanisms, in a way that will strengthen the large chinese business groups which are competing in the international capitalist stage with monopolies from other countries or group of countries, such as the U.S.., the European Union, Russia, India, etc. The current advancement of China's economy is based on the broadening of social inequalities, the exploitation of cheap labour and the deepening of the capitalist relations in all sectors of production. It is a fact that certain fundamental laws of socialist construction have been abolished and China is heading fast towards its transformation as a free market economy. China not only participates actively in the international capitalist establishment but strengthens and consolidates its own economic presence and influence- through Chinese monopoly groups- in various parts of the world. We are in no position to know how President Xi Jinping and the CPC perceive the teachings of Karl Marx, but one thing is certain: It's been a long time since China abandoned the fundamentals of Socialism creating the preconditions of negative long-term effects for the country's working masses.
