Satu-satunya ajaran dalam filsafat, ekonomi politikdan ilmu sosial yang 
diwujudkan dalam kemenangan dan pembangunan Sosialismeadalah Marxisme. Begitu 
besar pengaruh pemikirannya, sehingga 200 abadkelahirannya diperingati tidak 
saja oleh mereka yang mewarisi, meneruskan danmenggunakan ajarannya sebagai 
panduan, tapi juga oleh kaum borjuasi yangterang-terangan menentangnya dan juga 
oleh kaum revisionis untuk terusmenggunakannya sebagai selubung pengkhianatan 
terhadap Marxisme. 


 
Itulah yang terjadi dengan peringatan yang dilakukandi Tiongkok 
kapitalis-imperialis. Judul berita mencerminkan kemunafikan XJP : “Xi Jinping 
memuji Marxismesementara Tiongkok terus memperdalam transformasi kapitalisnya.” 
Jelas terlihat kemunafikannya, bukan? Bagimana bisa di satu sisi memuji 
Marxisme, dipihak lain terus memperkuat kapitalisme... Sungguh  tak tahu malu 
si XJP ini dengan mengeluarkan pernyataan :teori Marx merupakan alat untuk 
"memenangkan hari depan".....Sudah lebih dari 40 tahun Kaum revisionis 
berkuasa, lihat saja sendiri bagaimana hari depan massa buruh migran yang 
jutaan digusur dari tempat tinggal dan hilang mata pencahariannya. Mahasiswa 
yang bentuk grup untuk mempelajari FMTT dikejar-kejar, kok masih bisa bilang 
teori Marx merupakan alat utk memenangkan hari depan??? Tapi yang lebih 
menakjubkan lagi adalah masih ada orang yang mau mempercayainya!! Kan lebih 
konyol lagi orang itu!!
Selanjutnya tertulis: Namun, pernyataan presiden Xi tentang Marx dan 
Marxismebertentangan dengan haluan/arah transformasi kapitalis dalam ekonomi 
Tkk.Reform-reform pro-pasar yang sudah terjadi dalam beberapa decade terakhir 
diTkk dan diambilnya ekonomi campuran jelas tidak ada hubungannya dengan 
persepsiMarx tentang Sosialisme.” Keputusan yang disetujui pada Kongres PKT ke 
XIX, 2017mengkonfirmasi ekonomi Tkk masuk ke jaman baru di mana hubungan 
produksikapitalis lebih diperkuat lagi….. Kemajuan ekonomi Tkk dewasa ini 
bersandarpada terus melebarnya ketidak samaan sosial, penghisapan tenaga kerja 
murah dan hubungan kapitalis dalam semua sector produksiyang semakin dalam. 
Adalah kenyataan hukum dasar pembangunan sosialis tertentusudah dihapuskan dan 
transformasi Tiongkok  dengan cepat menuju ekonomi pasar bebas… Tkktidak saja 
turut serta dengan aktif membangun kapitalisme internasional tapijuga 
memperkuat dan mengkonsolidasi kehadiran dan pengaruh ekonominya sendirimelalui 
grup-grup monopoli Tkk di berbagai tempat di dunia….Kami tidak dalamposisi 
untuk  mengetahui bagaimana persepsiXJP dan PKT atas ajaran Karl Marx, tapi 
satu hal pasti: Sudah lama Tkkmeninggalkan dasar-dasar Sosialisme dan 
menciptakan prekondisi yang melahirkanefek negative berjangka panjang bagi 
massa pekerja Tiongkok.. “


 
Kadang-kadang memang mengherankan kok bisa agenrevisionis di satu pihak marah 
besar  dibilang revisionis dan tak mengakuipengkhianatannya terhadap Marxisme 
(ya mana ada pengkhianat mengakui pengkhianatannya, bukan?), tapi di pihak lain 
dengan terang-terangan  dan bangga membela MODAL dan memungkiri watak 
jahatMODAL … Lantas bagaimana dengan karya monumental Marx yang menggoncangkan 
dunia“Das Kapital” yang sampai hari ini masih diakui kebenarannya dan 
dipelajarioleh mereka yang ingin terlibat dalam merubah dunia bagi kepentingan 
umatmanusia???


 

 

 

 

 
Tuesday,May 8, 2018

Xi Jinping praisesMarxism while China deepens its capitalist transformation





Chinese President XiJinping has praised Karl Marx as "the greatest thinker of 
moderntimes," calling his theories a tool for China to "win thefuture", 
according to a recent report by Xinhua. 


 
President Xi gave aspeech last Friday at the Great Hall of the People in 
central Beijing, duringan event marking the bicentennial of Marx's birth in 
1818 in Germany.


 
The most valuable and influentialspiritual asset that Marx left us is the 
scientific theory named after him --Marxism. Like a spectacular sunrise, the 
theory illuminated the path ofhumanity's exploration of the law of history, and 
humanity's search for theirown liberation, Xi said.


 
"It is perfectlyright", underlined the Chinese President, "for history and the 
peopleto choose Marxism, as well as for the CPC to write Marxism on its own 
flag, toadhere to the principle of combining the fundamental principles of 
Marxism withChina's reality, and continuously adapt Marxism to the Chinese 
context and thetimes."


 
>From his side, WangHuning, a member of the Standing Committee of the Political 
>Bureau of theCommunist Party of China (CPC) Central Committee, has stressed 
>the importanceof studying Chinese President Xi Jinping's speech commemorating 
>Karl Marx.


 
However,President Xi's remarks about Marx and Marxism are contradictory to 
Chineseeconomy's course of capitalist transformation. The pro-market reforms 
that havetaken place during the last decades in China and the adoption of a 
mixedeconomy have certainly no relation with Marx's perception of Socialism. 

The decisions approved bythe 19th Congress of the Communist Party of China in 
2017 confirmed the passing of thecountry's economy in a new era, where the 
capitalist relations in productionare strengthened even more. The so-called 
"Socialism with Chinesecharacteristics" consists of mixed forms of private and 
public ownership,in which the market plays a decisive role in allocating 
resources.





In fact, the "reforms" implemented by theChinese government aim in modifying 
the market's mechanisms, in a way that willstrengthen the large chinese 
business groups which are competing in theinternational capitalist stage with 
monopolies from other countries or group ofcountries, such as the U.S., the 
European Union, Russia, India, etc. 

The current advancement ofChina's economy is based on the broadening of social 
inequalities, theexploitation of cheap labour and the deepening of the 
capitalist relations inall sectors of production. It is a fact that certain 
fundamental laws ofsocialist construction have been abolished and China is 
heading fast towardsits transformation as a free market economy. 

China not onlyparticipates actively in the international capitalist 
establishment butstrengthens and consolidates its own economic presence and 
influence- throughChinese monopoly groups- in various parts of the world. 

We are in no position to know how President Xi Jinping and the CPC perceive 
theteachings of Karl Marx, but one thing is certain: It's been a long time 
since China abandoned thefundamentals of Socialism creating the preconditions 
of negative long-termeffects for the country's working masses.

Kirim email ke