Aaacch, ... ini nenek sudah kena alzheimer berat, sudah tidak bisa gunakan 
logika sehat lagi! Saya selama ini TIDAK PERNAH menyangkal masih ada 
pengusaha/kapitalis nakal di Tiongkok tidak perlakukan buruh secara manusiawi, 
melakukan pemerasan berlebihan, sampai kerja 12 jam bahkan menunggak gaji! 
Tapi, janganlah menganggap begitulah semua kapitalis di Tiongkok dan Pemerintah 
mendiamkan saja, ...! TIDAK! Masih ada serikat buruh yang berperan, masih ada 
komite PKT yang mengorganisasi buruh/karyawan disetiap perusahaan, mereka PASTI 
bisa bicara dan memperjuangkan nasib BURUH dengan sebaik-baiknya.. Kecuali 
pengurus-pengurusnya kena suap dan jadi begundal kapitalis. Tentu juga bisa 
terjadi. Hehehee, ... dan, itupula sebab, didalam organisasi PKT tetap ada 
gerakan pembersihan, memeriksa kwalitas, mentalitas setiap kader dan 
anggotanya, memperingati bahkan menyingkirkan anggota/kader yang dianggap sudah 
merosot, tidak lagi pantas jadi anggota PKT! Dan, katanya setiap kali 
pembersihan itu bisa membuang 2 juta dari hampir 90 juta anggota PKT.

Saat melihat kesalahan, kejelekan yang masih terjadi, sudah seharusnya objektif 
apa adanya saja, tanpa diperbesar, diperparah! Kalau saja luka hanya karena 
bisulan ya jangan dibilang sudah kena kanker stadium 4 yang akan matilah orang 
itu! Itulah penyakit anda, yang berulangkali saya nyatakan, nila setitik jadi 
rusak susu sebelangga! Lihatlah hasil perjuangan RRT secara keseluruhan yang 
masih terus maju dan berkembang lebih baik dari tahun ke tahun, ... disegala 
bidang! Anda boleh-boleh saja tidak mau melihat dan bahkan tidak mengakui, ... 
tapi itulah KENYATAAN yang tgelah dakui banyak negara didunia, termasuk AS 
telah menjadikan RRT ancaman berat bagi dirinya!


From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 
Sent: Thursday, May 10, 2018 3:00 PM
To: [email protected] ; GELORA_In ; Harry Singgih ; Rachmat 
Hadi-Soetjipto ; Daeng ; Mitri ; [email protected] ; Farida Ishaja ; Gol ; 
Lingkar Sitompul ; Oman Romana ; Harsono Sutedjo ; Billy Gunadi ; 
[email protected] ; Ronggo A. ; Sie Tik Tan ; Sahala Silalahi ; Andreas Sungkono 
; Tjoa ; Nunu Nugroho ; WIN DJOYO ; Everistus Kayep 
Subject: Re: [temu_eropa] Re: [GELORA45] Xi Jinping memuji Marxisme sementara 
Tiongkok terus memperdalam transformasi kapitalisnya.”

  

Agen revisionis, setiap menghadapi berita yang tak menyenangkan, selalu bilang 
berita Hoax atau berita Falonggong!!! Dikiranya orang percaya begitu saja akan 
propaganda Tiongkok kapitalis  yang telah mengangkat ratusan juta orang dari 
kemiskinan!!! Soalnya lihat dulu parameter yang dipasang untuk "kemiskinan". 
Orang yang dibilang  tidak miskin itu masih harus bergelut dengan kerja 12 jam 
sehari dengan kondisi kerja membahayakan jiwa....Banyak orang sudah bosan 
berdebat dengan Chan revisionis, karena memang tidak ada 
gunanya......Bayangkan!! Di negeri yang begitu dia puja , buruh masih harus 
menuntut kerja 8 jam sehari?? Itukah hasil "koreksi " Deng xiaoping??? Masih 
tidak punya malu bicara tentang Kediktaturan Proletariat di mana Partai sudah 
dipenuhi oleh kaum kapitalis birokrat dan komprador... Kediktaturan Proletariat 
di mana buruh harus kerja 12 jam sehari???? Kediktaturan proletariat di mana 
jutaan buruh migran diusir begitu saja dari tempat tinggalnya dan hilang mata 
pencahariannya. Kediktaturan proletariat dengan memiliki basis militer??? 
Kediktaturan proletariat dengan menguasai daerah negeri orang lain untuk 99 
tahun??? Kediktaturan proletariat dengan membangun infrastruktur di laut yang 
masih jadi perselisihan internasional? Kediktaturan proletariat dengan ikut 
mendukung sanksi ekonomi imperialis AS terhadap Korut?? Dia sendiri sudah 
membelejeti dirinya pro-imperailis AS ketika menghujat percobaan nuklir Korut 
yang sepenuhnya berhak menjadi kekuatan nuklir guna membela kedaulatan 
nasionalnya... HANYA ORANG YANG SUDAH KENA ALZHEIMER YANG  PERCAYA PADA OCEHAN 
AGEN REMO CHAN INI!! Dalam komentar pada postingan saya, agen remo ini melihat 
seolah-olah saya satu-satunya orang yang melihat pengkhianatan kaum revisionis 
Tiongkok terhadap Mao dan Marxisme... Padahal di dunia ini begitu banyak 
organisasi, Partai, sejarawan, peneliti yang sejak kaum remo melakukan kudeta 
di Tiongkok sudah melihat restorasi kapitalis.....Begitu juga di milis ini, 
Chan tidak pernah bisa membantah argumentasi yang diajukan orang-orang lain 
selain saya. Mana berani dia memberi cap-cap kepada bung Tik, Roeslan, Ajek, 
Lusi.. Ha...ha.. Padahal semua kawan ini pernah juga berdebat dengan Agen remo 
tentang Tiongkok... Yang terakhir, si Chan juga tidak menjawab argumentasi Ajek 
 berkaitan dengan tulisan yang dia postingkan tentang anti-China .....




On Thursday, May 10, 2018 3:21 AM, "'Chan CT' [email protected] 
[temu_eropa]" <[email protected]> wrote:




  
Masalahnya,  nenek dalam tempurung ini berkesimpulan dengan dasar informasi 
HOAX, atau menjadikan nila setitik yang terjadi dengan merusak susu sebelangga! 
TIDAK BERANI melihat KENYATAAN sesungguhnya RRT sampai sekarang ini, setelah 
menjalani 40 tahun “Reformasi dan Keterbukaan” masih terus majuuuu, ... 
berkembang makin besar, makin KUAT dan berkemampuan menghadapi dan melawan 
dedengkot imperialisme AS itu!

Kalau saja RRT sejelek seperti informasi hoax yang diyakini sebagai kebenaran 
yang terjadi, apa nggak seperti PKUS sudah AMBRUK dengan sendirinya!? Begitulah 
sudah berulangkali diramalkan geleembung sabun ekonomi Tiongkok meledak dan 
sudah TIBA saatnya ekonomi Tiongkok ambruk, .....!

Kalau saja nila setitik yang terjadi, adanya penggusuran jutaan warga dengan 
berbagai sebab yang terjadi, adanya puluhan juta buruh jatuh menganggur akibat 
perusahaan bangkrut, yang terbesar saat digempur krismon 2008, ..... lalu 
dianggap RRT membiarkan RAKYAT khususnya BURUH di Tiongkok jadi gelandangan dan 
MATI KELAPARAAN, ...! 

Kenyataan TIDAK BEGITU yang terjadi! Justru RRT dibawah pimpinan PKT masih 
berkemampuan dan berhasil mengatasi tantangan dan kesulitan yang dihadapi 
bertubi-tubi itu, ...! Berhasil mengatasi gempuran-gempuran krisis moneter yg 
melanda, masalah penggusuran yang HARUS dijalankan dan pengangguran buruh yang 
menimpa, ... Bukankah selama ini RRT tetap membuktikan kemajuan ekonomi nya 
sekalipun melambat, TETAP merupakan kemajuan terbaik/tertinggi didunia, masih 
diatas 6,7%. Sedang, target mengentaskan kemiskinan akan selesai tahun 2020 
tetap digenjot dan juga akan dibuktikan menjadi kenyataan! Artinya, tahun 2020 
RRT termasuk satu negara bebas dari kemiskinan, 1,3 milyar RAKYAT Tiongkok 
memasuki masyarakat sedikit makmur! Seperti tekad Xi Jinping, RRT akan berhasil 
membuktikan pentrapan Marxisme dengan kondisi konkrit Tiongkok menjadi negara 
pertama didunia memasuki masyarakat sosialisme, ... yaitu, mewujudkan cita-cita 
Marx selama lebih 160 tahun ini menjadi kenyataan didunia! Masyarakat 
Sosialisme bukan lagi hanya angan-angan utopis saja!

Ada baiknya kita lebih lanjut mendalami pengertian-pengertian ajaran Marx 
sendiri, ... mengapa Marx-Engels maramalkan masyarakat sosialis akan terwujud 
lebih dahulu di AS atau beberapa negara industri di Eropah, bukan di Rusia yang 
dinilai masih terbelakang? Bukankah itu berarti seperti yang dinyatakan, bahwa 
masyarakat sosialisme adalah kelanjutan dari masyarakat kapitalisme tingkat 
tinggi?! Artinya, masyarakat sosialisme baru bisa dicapai setelah tenaga 
produktif lebih maju dan hasil produksi yang memadai, ... setelah masyarakat 
mencapai kemakmuran tertentu baru diusahakan meratakan kemakmuran yang ada. 

Kalau saja kita melancarkan revolusi sosialisme didalam masyarakat masih sangat 
MISKIN, masih 1/2 feodal dan kapitalis baru tumbuh dan masih sangat lemah, yang 
berati tenaga produksi masih terbelakang, kekuatan BURUH masih lemah, ... yang 
terjadi adalah meratakan kemiskinan! Dan tentunya akan KESULITAN mempertahankan 
kekuasaan RAKYAT yang sudah dimenangkan itu. Itulah kenyataan yang terjadi 
dengan Sovyet-Uni yang dikatakan negara sosialisme pertama didunia, baru juga 2 
generasi kekuasaan, setelah Stalin meninggal, kekuasaan berhasil diserobot oleh 
Kruschove yang jalankan restorasi kapitalisme! Dan akhirnya terperosok 
melanjuutkan jalan kapitalis yang sempurna! Deng yang berani menarik pelajaran 
dan mengoreksi kesalahan yang terjadi itu! Mencoba menemukan jalannya sendiri, 
jalan sosialisme berkarakter Tiongkok sesuai kondisi masyarakat Tiongkok, 
membawa RRT menjalankan “Reformasi dan Keterbukaan”, memadukan keunggulan 
ekonomi-berencana nya sosialisme dengan ekonomi-pasarnya kapitalisme, menjadi 
ekonomi-pasar Sosialisme! Dan, tentunya dengan TETAP pegang TEGUH 4 Prinsip, 
Tetap menempuh jalan sosialisme, tetap dibawah pimpinan PKT, tetap pertahankan 
Diktatur Proletariat dan tetap menjadikan ML-FMTT sebagai ideologi pembimbing 
PKT dan rakyat Tiongkok! Dan kemarin ini oleh Xi dipakukan dalam KONSTITUSI 
RRT, ...!

Salam,
ChanCT


From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 
Sent: Thursday, May 10, 2018 12:52 AM
To: Yahoogroups ; GELORA_In ; Harry Singgih ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Daeng ; 
Mitri ; [email protected] ; Farida Ishaja ; Gol ; Lingkar Sitompul ; Oman 
Romana ; Harsono Sutedjo ; Billy Gunadi ; [email protected] ; Ronggo A. ; Sie Tik 
Tan ; Sahala Silalahi ; Andreas Sungkono ; Tjoa ; Nunu Nugroho ; WIN DJOYO ; 
Everistus Kayep 
Subject: [GELORA45] Xi Jinping memuji Marxisme sementara Tiongkok terus 
memperdalam transformasi kapitalisnya.”

  
Satu-satunya ajaran dalam filsafat, ekonomi politik dan ilmu sosial yang 
diwujudkan dalam kemenangan dan pembangunan Sosialisme adalah Marxisme. Begitu 
besar pengaruh pemikirannya, sehingga 200 abad kelahirannya diperingati tidak 
saja oleh mereka yang mewarisi, meneruskan dan menggunakan ajarannya sebagai 
panduan, tapi juga oleh kaum borjuasi yang terang-terangan menentangnya dan 
juga oleh kaum revisionis untuk terus menggunakannya sebagai selubung 
pengkhianatan terhadap Marxisme. 
Itulah yang terjadi dengan peringatan yang dilakukan di Tiongkok 
kapitalis-imperialis. Judul berita mencerminkan kemunafikan XJP : “ Xi Jinping 
memuji Marxisme sementara Tiongkok terus memperdalam transformasi 
kapitalisnya.” 
Jelas terlihat kemunafikannya, bukan? Bagimana bisa di satu sisi memuji 
Marxisme, dipihak lain terus memperkuat kapitalisme... Sungguh  tak tahu malu 
si XJP ini dengan mengeluarkan pernyataan :teori Marx merupakan alat untuk 
"memenangkan hari depan".....Sudah lebih dari 40 tahun Kaum revisionis 
berkuasa, lihat saja sendiri bagaimana hari depan massa buruh migran yang 
jutaan digusur dari tempat tinggal dan hilang mata pencahariannya. Mahasiswa 
yang bentuk grup untuk mempelajari FMTT dikejar-kejar, kok masih bisa bilang 
teori Marx merupakan alat utk memenangkan hari depan??? Tapi yang lebih 
menakjubkan lagi adalah masih ada orang yang mau mempercayainya!! Kan lebih 
konyol lagi orang itu!!


Selanjutnya tertulis: Namun, pernyataan presiden Xi tentang Marx dan Marxisme 
bertentangan dengan haluan/arah transformasi kapitalis dalam ekonomi Tkk.. 
Reform-reform pro-pasar yang sudah terjadi dalam beberapa decade terakhir di 
Tkk dan diambilnya ekonomi campuran jelas tidak ada hubungannya dengan persepsi 
Marx tentang Sosialisme.” Keputusan yang disetujui pada Kongres PKT ke XIX, 
2017 mengkonfirmasi ekonomi Tkk masuk ke jaman baru di mana hubungan produksi 
kapitalis lebih diperkuat lagi….. Kemajuan ekonomi Tkk dewasa ini bersandar 
pada terus melebarnya ketidak samaan sosial, penghisapan tenaga kerja murah dan 
 hubungan kapitalis dalam semua sector produksi yang semakin dalam. Adalah 
kenyataan hukum dasar pembangunan sosialis tertentu sudah dihapuskan dan 
transformasi Tiongkok  dengan cepat menuju ekonomi pasar bebas… Tkk tidak saja 
turut serta dengan aktif membangun kapitalisme internasional tapi juga 
memperkuat dan mengkonsolidasi kehadiran dan pengaruh ekonominya sendiri 
melalui grup-grup monopoli Tkk di berbagai tempat di dunia….Kami tidak dalam 
posisi untuk  mengetahui bagaimana persepsi XJP dan PKT atas ajaran Karl Marx, 
tapi satu hal pasti: Sudah lama Tkk meninggalkan dasar-dasar Sosialisme dan 
menciptakan prekondisi yang melahirkan efek negative berjangka panjang bagi 
massa pekerja Tiongkok. “
Kadang-kadang memang mengherankan kok bisa agen revisionis di satu pihak marah 
besar  dibilang revisionis dan tak mengakui pengkhianatannya terhadap Marxisme 
(ya mana ada pengkhianat mengakui pengkhianatannya, bukan?), tapi di pihak lain 
dengan terang-terangan  dan bangga membela MODAL dan memungkiri watak jahat 
MODAL … Lantas bagaimana dengan karya monumental Marx yang menggoncangkan dunia 
“Das Kapital” yang sampai hari ini masih diakui kebenarannya dan dipelajari 
oleh mereka yang ingin terlibat dalam merubah dunia bagi kepentingan umat 
manusia???
Tuesday, May 8, 2018
Xi Jinping praises Marxism while China deepens its capitalist transformation




<!--[if !vml]--><!--[endif]-->
Chinese President Xi Jinping has praised Karl Marx as "the greatest thinker of 
modern times," calling his theories a tool for China to "win the future", 
according to a recent report by Xinhua. 
President Xi gave a speech last Friday at the Great Hall of the People in 
central Beijing, during an event marking the bicentennial of Marx's birth in 
1818 in Germany.
The most valuable and influential spiritual asset that Marx left us is the 
scientific theory named after him -- Marxism. Like a spectacular sunrise, the 
theory illuminated the path of humanity's exploration of the law of history, 
and humanity's search for their own liberation, Xi said.
"It is perfectly right", underlined the Chinese President, "for history and the 
people to choose Marxism, as well as for the CPC to write Marxism on its own 
flag, to adhere to the principle of combining the fundamental principles of 
Marxism with China's reality, and continuously adapt Marxism to the Chinese 
context and the times."
>From his side, Wang Huning, a member of the Standing Committee of the 
>Political Bureau of the Communist Party of China (CPC) Central Committee, has 
>stressed the importance of studying Chinese President Xi Jinping's speech 
>commemorating Karl Marx.
However, President Xi's remarks about Marx and Marxism are contradictory to 
Chinese economy's course of capitalist transformation. The pro-market reforms 
that have taken place during the last decades in China and the adoption of a 
mixed economy have certainly no relation with Marx's perception of Socialism. 

The decisions approved by the 19th Congress of the Communist Party of China in 
2017 confirmed the passing of the country's economy in a new era, where the 
capitalist relations in production are strengthened even more. The so-called 
"Socialism with Chinese characteristics" consists of mixed forms of private and 
public ownership, in which the market plays a decisive role in allocating 
resources.
<!--[if !supportLineBreakNewLine]-->
<!--[endif]-->
<!--[if !vml]--><!--[endif]-->
In fact, the "reforms" implemented by the Chinese government aim in modifying 
the market's mechanisms, in a way that will strengthen the large chinese 
business groups which are competing in the international capitalist stage with 
monopolies from other countries or group of countries, such as the U.S.., the 
European Union, Russia, India, etc. 

The current advancement of China's economy is based on the broadening of social 
inequalities, the exploitation of cheap labour and the deepening of the 
capitalist relations in all sectors of production. It is a fact that certain 
fundamental laws of socialist construction have been abolished and China is 
heading fast towards its transformation as a free market economy. 

China not only participates actively in the international capitalist 
establishment but strengthens and consolidates its own economic presence and 
influence- through Chinese monopoly groups- in various parts of the world. 

We are in no position to know how President Xi Jinping and the CPC perceive the 
teachings of Karl Marx, but one thing is certain: It's been a long time since 
China abandoned the fundamentals of Socialism creating the preconditions of 
negative long-term effects for the country's working masses.



Kirim email ke