Adapun jumlah Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2018 sebanyak 21 hari. Rinciannya, Hari Libur Nasional sebanyak 16 hari dan cuti bersama sebanyak 5 hari untuk Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah dan Hari Raya Natal..
Pada tahun 2017, libur nasional sebanyak 15 hari dan cuti bersama sebanyak enam hari. Jadi total sama saja : 21 hari https://nasional.kompas.com/read/2017/10/03/17520811/ada-21-hari-libur-pada-tahun-2018-catat-tanggalnya 2018-05-12 13:18 GMT+02:00 Sunny ambon [email protected] [GELORA45] < [email protected]>: > > > > > *Jokowi bukan mengelabui rakyat, tetapi mempraktekan politiknya, demikian > keterangan seorang pendukung setianya. Hehehehehehehe* > > > http://ambonekspres.fajar.co.id/2018/05/08/cuti-lebaran- > 2018-terungkap-jadi-bukti-jokowi-kelabui-rakyat-kok-bisa/ > > > Nasional <http://ambonekspres.fajar.co.id/rubrik/ae_nasional_news/> > Cuti Lebaran 2018 Terungkap Jadi Bukti Jokowi Kelabui Rakyat, Kok Bisa? > > By ambon ekspress <http://ambonekspres.fajar.co.id/author/ameksadmin/> > > Posted on 8 May 2018 @01:34 > > Presiden Jokowi > > Comments > <http://ambonekspres.fajar.co.id/2018/05/08/cuti-lebaran-2018-terungkap-jadi-bukti-jokowi-kelabui-rakyat-kok-bisa/#respond> > > *AMEKS ONLINE, JAKARTA* – Keputusan pemerintah menjadikan jumlah hari > cuti bersama Lebaran 2018 menjadi total 10 hari tidak sinkron dengan slogan > kerja, kerja, kerja yang selalu didengungkan. > > Pagi tadi, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan > (PMK) Puan Maharani membacakan putusan resmi pemerintah tentang cuti > bersama Lebaran 2018. Dalam putusan tersebut, total cuti bersama menjadi 10 > hari terhitung mulai tanggal 11 hingga 20 Juni 2018. > > Putusan ini, kata Puan, diambil dengan tetap mengiikuti Surat Keputusan > Bersama (SKB) 3 Menteri, yakni Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan > Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. > > Putri pendiri bangsa Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri menentang keras > putusan tersebut. Baginya, putusan ini diambil dari usulan yang tidak > bertanggung jawab dan tidak mendidik anak bangsa dengan baik tentang etos > kerja. > > Bahkan pendiri Yayasan Pendidikan Bung Karno ini menilai putusan > pemerintah bertentangan dengan revolusi mental dan slogan “Kerja, Kerja, > Kerja” yang selalu didengungkan Presiden Joko Widodo. > > “Ini bertentangan dengan revolusi mental. Bertolak belakang juga dengan > slogan ‘Kerja, Kerja, Kerja’,” ujarnya dilansir Rmol, Senin (7/5/2018). > > Putusan libur cuti bersama yang panjang ini memperlihatkan bahwa ada > ketidaksinkronan kerja pemerintah. Antara apa yang diucapkan pemerintah > dengan fakta kebijakan yang diambil saling bertolak belakang. > > “Kecuali kalau slogan ‘Kerja, Kerja, Kerja’ itu dibuat hanya untuk > mengelabui (rakyat),” tutupnya. > (ian/rmol/pojoksatu) > > > > > >
